Hukum

Begini Kronologi Prof. B yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Melati (nama samaran), baru saja menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas laporan RN, Rabu (3/8/2022) siang tadi. RN merupakan korban dugaan pelecehan seksual oknum Prof. B, seorang guru besar di UHO.

Ditemui wartawan, Melati mengaku datang sebagai saksi. Ia yang juga pernah mengalami pelecehan seksual oleh oknum yang sama, tak lain adalah rekan RN di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univeristas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Ia bercerita, dugaan pelecehan serupa itu terjadi 2021 silam. Saat itu, dirinya mengaku tidak maksimal mengikuti proses perkuliahan karena sering sakit.
Alhasil di beberapa mata kuliah, nilainnya anjlok. Melati pun berniat memperbaiki nilainya yang dianggap kurang baik. Ia lalu meminta petunjuk kepada penanggung jawab mata kuliah yakni ke Prof. B.

“Saya minta solusi kalau bisa diperbaiki, kata beliau ini sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Tapi ndak apa-apa saya perbaiki, dengan catatan kamu temui saya besok, bilangnya ke saya pada saat itu,” ungkap Melati menirukan ucapan Prof. B.

Keesokannya, Melati lalu menghubungi oknum Prof. B dan bertanya dimana harus menemuinya. Ia lantas diminta untuk datang di sebuah rumah di kompleks Perumahan Dosen (Perdos) di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu.

Sesampai di sana, korban bertemu dengan oknum Prof. B. Melati sempat ditanya apakah kondisinya sudah membaik. Setelah itu, oknum Prof. B menawarkan Melati untuk mencium tangannya yang sudah diberi minyak kayu putih.
Katanya untuk mengetes penciuman. Namun Melati hanya menghirup wangi parfum oknum Prof. B ini.

Setelah itu, Prof. B langsung menarik badan dan memeluk Melati. Namun usahanya tidak berhasil karena Melati refleks mendorong oknum Prof. B.

Meski takut, Melati tidak berani meninggalkan tempatnya dengan harapan nilainya akan diperbaiki.  Terpaksa ia mencoba tinggal dan menjaga jarak dari oknum Prof. B.

Melati mengatakan, oknum Prof. B masih mencoba membujuknya, tetapi ia terus menghindar.

“Saya duduk dekat pintu, beliau mendatangi saya dengan membujuk, saya bilang jangan pak saya tidak seperti itu. Habis itu dia bilang lagi nanti saya kasih uang, saya jawab ada ji uang ku pak,” beber Melati.

Setelah itu, Melati pamit ke oknum Prof. B dan bergegas pergi dari rumah tersebut. Prof. B mewanti-wanti agar kejadian tersebut tidak diceritakan di luar.

“Saya tidak cerita pada saat itu karena saya takut nilaiku tidak diperbaiki. Tapi alhamdulillah nilai saya diperbaiki,” tukasnya.

Sebagai informasi, korban RN mengadukan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Guru Besar FKIP UHO ke Porlesta Kendari pada 18 Juli 2022.

Seminggu kemudian, korban RN melaporkan secara resmi di Porlesta Kendari 25 Juli 2022 kemarin. RN sendiri sudah menjalani pemeriksaan mengenai laporannya, termaksuk saksi dari korban dan terlapor Prof B. (bds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan Subagiantoro

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button