Opini

PEMIMPIN YANG TEPAT  BUAT KOTA BAUBAU

Dengarkan

Pasca Pileg dan Pilpres bulan februari lalu, kini Baubau berbenah diri kembali dengan mempersiapkan calon pimpinan wali kota pada pilkada diakhir tahun 2024. Kota Baubau sudah lama berdiri dengan ditunjang potensi daerah yang memiliki sumber daya kota yang mumpuni, kaya akan budaya tradisi Butonnya dengan keberagaman kearifan lokal yang dimiliki. Maka penting bagi Kota Baubau untuk mempunyai pemimpin yang mampu menghargai dan memanfaatkan warisan budaya buton serta keragaman lokal wisdom.  Hal tersebut sangat mungkin guna memajukan kota baubau secara berkelanjutan dan dalam konteks ini, kepemimpinan yang, inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dapat menjadi model yang tepat untuk Kota Baubau.

Kepemimpinan inklusif bagi calon kandidat walikota adalah sebuah input model untuk  kepemimpinan seorang calon walikota baubau yang mengakomodasi keberagaman budaya dan pandangan dalam masyarakat. Dalam konteks Kota Baubau, kepemimpinan inklusif akan memastikan bahwa semua elemen masyarakat, termasuk kelompok-kelompok budaya Buton yang beragam, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan kota. Dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi dari berbagai kelompok budaya, kepemimpinan inklusif seorang walikota akan dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan adil bagi seluruh warga Kota Baubau.

Selain itu, kepemimpinan partisipatif juga sangat penting untuk mendinamisir pembangunan Kota Baubau yang sarat dengan budaya Buton. Model kepemimpinan ini sebagai gaya managemen dengan  melibatkan partisipasi aktif dari seluruh warga dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program pembangunan. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung maupun secara pasif dalam proses pembangunan, kepemimpinan partisipatif dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab yang tinggi di kalangan warga, sehingga memperkuat keterlibatan dan dukungan masyarakat dalam upaya pembangunan kota baubau.

Gaya  kepemimpinan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan juga sangat relevan untuk pembangunan Kota Baubau. Dengan mempertimbangkan keberagaman budaya dan sumber daya alam yang dimiliki, maka kepemimpinan berkelanjutan akan memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Dengan mengutamakan pembangunan yang berkelanjutan, Kota Baubau dapat menjaga warisan budaya Buton, memperkuat ketahanan lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara holistik.

Hal lainnya, kepemimpinan yang mempromosikan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Buton juga dapat menjadi model yang tepat untuk Kota Baubau. Dengan menghargai dan memanfaatkan kearifan lokal dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan, kepemimpinan ini dapat memperkuat identitas budaya Kota Baubau, serta meningkatkan kebanggaan dan rasa memiliki warga terhadap warisan budaya mereka.

Dalam menghadapi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Kota Baubau, kepemimpinan yang inklusif, partisipatif, berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, dan mempromosikan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Buton dapat menjadi model yang efektif untuk memajukan kota ini. Dengan membangun kebersamaan, harmoni, dan keberlanjutan dalam pembangunan, Kota Baubau dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam memanfaatkan keberagaman budaya sebagai sumber daya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

DRLAKAI

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button