Fenomena likuifaksi atau berubahnya kondisi tanah dari padat menjadi lunak saat gempa bumi terjadi di Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulteng. Jalan beraspal tampak naik setinggi tiga meter hingga sejajar dengan atap rumah. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra
Masyarakat baik dari Kota Palu maupun dari luar Kota Palu terus berdatang ke Perumnas Balaroa. Ada yang hanya ingin mencari tau informasi keberadaan keluarganya, ada juga yang ikut terjun langsung bersama tim Basarnas dan relawan guna mencari keluarga mereka. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra.
Setelah gempa bumi yang menghancurkan rumahnya, warga Kelurahan Balaroa ini terus berupaya mengais harta bendanya yang masih bisa digunakan, untuk dibawa ke tempat pengungsian. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra.
Meskipun harapan hidup keluarganya yang telah dinyatakan hilang sudah tidak ada, namun warga Balaroa tetap turun bersama tim Basarnas dan relawan. Mereka ikut mencari keluarganya di bawah puing-puing rumahnya yang telah hancur. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra.
Meskipun harapan hidup keluarganya yang telah dinyatakan hilang sudah tidak ada, namun warga Balaroa tetap turun bersama tim Basarnas dan relawan. Mereka ikut mencari keluarganya di bawah puing-puing rumahnya yang telah hancur. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra.
This website uses cookies.