Wakatobi

Ali Mazi: Sampah Penyumbang Terbesar Kerusakan Lingkungan

PLAY

WAKATOBI, DETIKSULTRA.COM – Gubernur Sultra, Ali Mazi, tak menafikan jika laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya meningkat. Ditambah perekembangan pusat perkotaan dan perkembangan kawasan ekonomi yang semakin meningkat.

Pertumbuhan itu tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat terhadap sampah. Padahal sampah merupakan penyumbang terbesar terhadap pencemaran, kerusakan lingkungan, penurunan kualitas lingkungan hidup dan gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, dalam upaya mengurangi sampah, menurutnya sampah harus dikelola secara komprehensif, terpadu, terintegritas, dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.

[artikel number=3 tag=”alimazi,” ]

“Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun sampah adalah tanggung jawab kita semua,” ucapnya usai menghadiri kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Marina, Wakatobi, Minggu (10/3/2019).

Ali Mazi menambahkan, keterlibatan semua komponen masyarakat dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya pengurangan sampah. Tak hanya itu, menurutnya, sampah tidak selamanya menjadi barang rongsokan yang tak bernilai. Namun sampah dapat dimanfaatkan dengan cara didaur ulang untuk menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis.

“Mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan, dan kembali mendaur ulang sampah menjadi barang produk baru yang bermanfaat,” ujarnya.

Selain itu, di hadapan para Kepala Daerah se-Sultra, Ali Mazi menegaskan, setiap daerah harus mempunyai kebijakan terkait penanganan dan pengelolaan sampah. Sebab dengan adanya regulasi, masyakarat memiliki pedoman terkait penanganan dan pengelolaan sampah, sehingga masyakarat cerdas dalam hal itu.

“Setiap daerah harus memiliki regulasi pengelolaan dan membatasi penggunaan plastik, dan mengurangi timbunan plastik untuk mencegah terjadinya pencemaran plastik utamanya di daerah aliran sungai, laut dan dalam tanah mengingat wilayah Sultra 78 persen terdiri dari sungai dan laut sementara 22 persen adalah daratan,” cetusnya.

Untuk itu, di momentum HPSN ini masyakarat Sultra khususnya masyarakat Wakatobi diharapkan dapat menunjukkan jiwa kepeduliannya terhadap penanganan dan pengelolaan sampah.

“Semoga di momentum ini dapat memperkuat solidaritas sebagai wujud komitmen dalam upaya mewujudkan Sultra bersih dari sampah,” tukasnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Rani

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button