Progres pembangunan RSUD Muna Barat. Foto: La Ode Darlan/Detiksultra.com
MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Hingga awal November 2026, progres pekerjaan fisik diperkirakan belum mencapai 25 persen, padahal tenggat penyelesaian ditetapkan pada 30 Desember 2026.
Proyek tersebut bersumber dari Kementerian Kesehatan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Wins Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan rumah sakit daerah di seluruh Indonesia.
Berdasarkan temuan lapangan pada Rabu (4/11/2026), pembangunan gedung utama tampak lambat. Aktivitas di lokasi terlihat minim tenaga kerja.
Sejumlah pekerja bahkan dilaporkan mengundurkan diri karena upah kerja yang dinilai rendah. Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya progres pembangunan. Selain itu, di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi proyek sebagai bentuk transparansi publik.
Diketahui, proyek RSUD Muna Barat dikerjakan oleh PT Adhi Persada Gedung dan PT Pandu. Pekerjaan dimulai sejak Juni 2026 dengan total anggaran Rp158,3 miliar, yang terdiri atas Rp138 miliar untuk pembangunan fisik gedung dan Rp20,3 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.
Lambatnya progres pembangunan RSUD Muna Barat turut menjadi perhatian Kantor Staf Presiden (KSP). Tim Kedeputian IV KSP yang dipimpin Tenaga Ahli Madya, Steven Pratama, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Selasa (3/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, tim KSP menemukan progres pekerjaan masih jauh dari target dan diperkirakan tidak akan selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan.
Saat dimintai tanggapan terkait hasil peninjauan, Steven Pratama belum memberikan keterangan rinci.
“Nanti aja saya kirim aja, materinya,” ujar Steven singkat sambil meninggalkan wartawan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyedia jasa atau kontraktor pelaksana hingga Humas, Ali Akbar, belum berhasil dimintai keterangan terkait lambatnya progres, persoalan upah pekerja, maupun target penyelesaian proyek. (cds)
Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan
This website uses cookies.