Kolaka Utara

Pabrik Baterai di Kolut Target Puluhan Ribu Karyawan, Kadin Sultra: Bukti Iklim Investasi Terus Terlaksana

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Konsorsium Indonesia-Tiongok, yang mewadahi dua perusahaan, PT Terra Paradisaea dan China Engineering Corporation (ENFI) berencana mendirikan pabrik bateria dan baja di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Perwakilan PT Terra Paradisaea, Choiril Arief Saleh mengungkapkan, pihaknya bakal membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar. Untuk perekrutan tenaga kerja atau karyawan, pihaknya terlebih dulu membuka lapangan pekerjaan untuk tiga ribu orang. Berikutnya akan ditambah menjadi lima ribu orang. Sementara pada tahap ketiga total tenaga kerja yang dibutuhkan akan mencapai 30 ribu orang.

“Ini akan menjadi kota baru. Bayangkan saja kalau hingga tahap ketiga perusahaan membuka lapangan pekerjaan hingga 30 ribu, belum lagi dengan anak dan istri bisa dikatakan berjumlah 100 ribu,” jelasnya.

Dia menyebutkan rencana pembangunan industri ini akan dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tolala, Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Pakue.

Dia berharap mendapat dukungan dari semua elemen, baik pemerintah, aparat penegak hukum dan tentunya masyarakat yang berada di Kolut.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang menuturkan, ia terus berupaya dan membuka jaringan agar iklim investasi dan berbagai agenda nasional terus terlaksana di Sultra. Ia juga membeberkan bahwa kehadiran PT Terra sebagai salah satu perusahaan nasional yang memiliki niat baik harus didukung penuh.

“Kondisi investasi di Indonesia itu tercatat 6 persen dari perusahaan nasional dan dari luar 94 persen. Pembangunan smelter baru kali ini putra daerah yang membangun di daerah kita, jadi harus kita dukung,” katanya.

Anton berharap agar keseriusan dari PT Terra untuk melakukan investasi tidak dihalangi dan bisa dipermudah. Ia juga mengimbau agar para  investor menyimpan dananya di Bank Sultra. Langkah ini diperlukan sebagai dukungan bagi kemajuan daerah.

“Saya harap dukungan dari gubernur dan seluruh OPD untuk proses perizinan bisa cepat. Harapan kami bulan Desember atau Januari paling lambat kita sudah bisa melakukan¬†groundbreaking¬†atau peletakan batu pertama,” pungkasnya.

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan Subagiantoro

Baca Juga

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button