iklan
Kolaka TimurPolitik

Direkomendasi Demokrat, Gerindra dan PAN, Abdul Azis di Atas Kertas Menangi Pilwabup Koltim

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Abdul Azis resmi mengantongi rekomendasi tiga dari empat partai pengusung. Mantan anggota polisi yang memilih pensiun dini itu mengunci Partai Demokrat, Gerindra, dan PAN.

Sementara satu partai pengusung lainnya, PDIP memilih memberikan rekomendasi ke Diana Massi, istri mendiang Bupati Koltim, Samsul Bahri Madjid (SBM).

Dengan demikian, pemilihan wakil bupati (Pilwabup) Koltim sepatutnya sudah dapat dilaksanakan, mengingat syarat dua calon telah terpenuhi.

Terlepas dari itu, pengamat politik asal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Najib Husein, memandang peluang Abdul Azis memenangkan Pilwabup Koltim lebih besar.

Hal yang mendasari, kata Najib Husein, ada pada kekuatan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Koltim yang memiliki 25 orang anggota legislatif.

Tiga partai yang mendukung Abdul Azis masing-masing menempatkan wakilnya di parlemen, Gerindra dua kursi, Demokrat dua kursi dan PAN empat kursi.

Lalu, di luar partai pengusung, ada NasDem yang secara penuh mendukung Abdul Azis. Partai besutan Surya Paloh ini merupakan pemilik kursi terbanyak di DPRD Koltim dengan jumlah delapan kursi.

Sehingga asumsinya, lanjut dosen FISIP UHO Kendari ini, Abdul Azis telah mengamankan 16 suara dari 25 kursi DPRD Koltim. Sementara Diana Massi sendiri baru mengamankan tiga suara dari PDIP.

“Sudah 16 suara yang dipegang, sebagai suara dasar dari Abdul Azis,” ujar dia, Kamis (21/4/2022).

Dari 19 suara yang masing-masing sudah dikunci dua calon ini, tinggal menyisakan enam suara. Namun belum ditahu siapa pemiliknya, baik Abdul Azis maupun Diana Massi.

Najib Husein bilang, konstelasi suara biasanya suara minoritas cenderung mengambil sikap dengan memilih atau mengikut ke mayoritas.

“Ini kalau kita bicara soal kebiasaan di kancah politik atau tepatnya cari aman. Dan memang tidak ada jalan lain melihat suara diambil semuanya oleh Abdul Azis. Jadi memang gerbongnya Abdul Azis sangat gemuk,” jelasnya.

Awalnya beber dia, Pilwabup Koltim dinilai akan berjalan sengit. Tetapi itu berubah setelah NasDem dengan delapan suaranya secara terbuka mendukung calon usungan Partai Gerindra, Abdul Azis.

Yang kemudian membuat konstelasi agak berubah dan memaksa dua partai lainnya PAN dan Demokrat ikut ke gerbong Gerindra.

“Ini yang kemudian memperngaruhi pilihan PAN dan Demokrat, yang awalnya mereka sudah punya calon, tetapi melihat peta suara yang tidak lagi memungkinan mendorong figur mereka,” urai Najib Husein.

Dia pun mengakui penentu konstelasi di Pilwabup Koltim adalah Partai NasDem, yang kemudian mempengaruhi arah pilihan PAN dan Demokrat.

“Walaupun belum terjadi pertarungan orang sudah bisa membaca bahwa Abdul Azis di atas kertas sudah unggul,” tukasnya.

Sebagai informasi, Pilwabup Koltim digelar lantaran Plt Bupati Koltim, Andi Merya Nur tersandung kasus suap dana hibah BNPB, yang membuatnya menjadi tersangka dan saat ini tengah menjalani masa kurungan.

Andi Merya Nur sebelumnya menjabat Wakil Bupati Koltim mendampingi Samsul Bahri Madjid sebagai Bupati Koltim terpilih pada Pilkada 2020 lalu.

Belum setahun menjabat, Samsul Bahri Madjid meninggal dunia usai bermain sepak bola.

Otomatis, Andi Merya Nur naik tahta menjadi Plt Bupati Koltim dan posisi Wakil Bupati Koltim sementara kosong.

Namun belum mengantikan Samsul Bahri Madjid, Andi Merya Nur tersandung kasus hukum, yang membuat kursi Bupati dan Wakil Bupati Koltim kosong dan sementara dijabat Pj Bupati. (ads*)

 

Reporter: Sunarto
Editor: J. Saki

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button