KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Epan, warga Desa Pewutaa Kecamatan Angata, Konawe Selatan, hanya terbaring lemas di kosannya di Kecamata Baruga, Kota Kendari. Ia tak lagi menjalani rawat inap Rumah Sakit Bahteramas Sultra karena dipulangkan, padahal penyakit ususnya yang menggantung diperut belum sembuh total.
Saat detiksultra.com menyambangi kosannya, nampak Epan hanya bisa merintih saat sakit usus perutnya yang dibungkus plastik, kambuh, dan tak jarang ia nekat memukuli tembok kosnya lantaran sakit usus yang menderanya.
“Yang saya rasa sakit sama perih,” ungkapnya singkat.
Bapak satu anak itu dipulangkan pihak Rumah Sakit Bahteramas usai beberapa hari menjalani operasi. Diagnosis dokter, Epan menderita tumor usus. Mirisnya, belum fit kondisi epan pasca menjalani operasi pihak rumah sakit sudah mengijinkannya pulang.
BACA JUGA:
- Kejati Sultra Deteksi Aliran Dana, Sita Uang Korupsi Anggaran Makan Minum Gubernur Sultra
- Kejati Sultra Amankan 200 Ribu MT Nikel Ilegal di Eks IUP Batu PT Babarina Putra Sulung
- Kajari Kolaka Beberkan Peran AA dalam Kasus Korupsi PSR Rp7,5 Miliar
- Selamatkan 41 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen, Bupati Muna Barat Siapkan BBM untuk Pompa Air
- Temui Korban Kebakaran, Bupati Muna Barat Siapkan Modal Usaha
Epan masuk Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara setelah dirujuk dari Puskesmas Angata, Konsel, pada 1 Desember lalu. Rabu, pekan lalu ia menjalani operasi yang kedua kali setelah operasi pertama dilakukan di Rumah Sakit Makassar, Sulawesi Selatan.
Epan diklaim mengalami Ostrupsi atau buntunya lubang dubur akibat adesi perlengketan di usus paling bawah menuju anus.
Akibat perlengketan ini, dokter melakukan Kolonus Tomi untuk menyelamatkan pasien, dan tindakan tersebut dianggap final terminal pada pasien penderita kanker usus.
Keseharian Epan selama di Kendari, ditemani oleh sang istri, yang bakal siaga membantunya menjalani rawat jalan.
Reporter: Sunarto
Editor: Dahlan







