Metro Kendari

Perempuan Kendari Didorong Berani Memimpin dan Berinovasi

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, mendorong perempuan untuk semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan, melalui kegiatan pelatihan softskill strategis untuk kepemimpinan perempuan yang diikuti oleh anggota Dharma Wanita Kendari.

Perempuan dinilai bukan hanya berperan di lingkungan keluarga, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Sekretaris Kota Kendari, Amir Hasan, saat membuka kegiatan pelatihan kepemimpinan perempuan yang digelar di Aula Bank Indonesia (BI) Sultra, Selasa (08/09/2026).

Amir Hasan mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan. Peran tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Perempuan bukan hanya berada dalam rumah, tetapi merupakan agen keluarga dan proaktif dalam pembangunan, terutama melalui organisasi masyarakat dan daerah,” katanya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan perempuan tidak semata-mata dilihat dari jumlah perempuan yang menduduki jabatan strategis. Lebih dari itu, kepemimpinan harus mampu memberikan pengaruh dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan, kepemimpinan lahir dari karakter, integritas, kemampuan berkomunikasi, beradaptasi serta membangun kebersamaan.

“Seorang pemimpin harus memiliki integritas, yaitu kesesuaian antara apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan,” ujarnya.

Amir juga menilai kemampuan komunikasi secara empatik menjadi modal penting bagi seorang pemimpin. Pemimpin tidak hanya dituntut mampu menyampaikan gagasan, tetapi juga harus mau mendengarkan, memahami dan membantu menyelesaikan persoalan secara bijaksana.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan yang cepat, perempuan juga didorong untuk terus belajar dan beradaptasi. Menurut Amir, kemampuan tersebut penting agar perempuan tidak hanya mampu menghadapi perubahan, tetapi juga dapat menawarkan solusi yang lebih baik.

“Kepemimpinan harus berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan. Pemimpin yang baik bukan hanya yang terlihat paling hebat, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan membuka ruang lahirnya pemimpin-pemimpin baru,” katanya.

Amir menambahkan, Pemkot Kendari membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang semakin mendukung perempuan.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian motivasi, tetapi menjadi langkah nyata untuk melahirkan perempuan yang berintegritas, kolaboratif, inovatif dan adaptif.

“Semoga kegiatan ini dapat memberi semangat baru bagi peserta. Mari kita wujudkan perempuan yang berintegritas, berkolaborasi, berinovasi dan adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan mewujudkan Kendari sebagai kota yang inklusif,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dharma Wanita Kota Kendari, Hasria Amir Hasan, mengatakan transformasi perempuan menjadi salah satu langkah penting untuk melahirkan pribadi-pribadi inspiratif yang mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan personal, interpersonal dan manajerial perempuan agar mampu mengambil peran secara efektif, inklusif dan adaptif di berbagai sektor.

“Mulai dari pemerintahan, sektor swasta, organisasi masyarakat, dunia pendidikan hingga dunia usaha,” jelasnya.

Hasria mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan, kemampuan berbicara di depan publik, keterampilan mengambil keputusan serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kepemimpinan, termasuk hambatan yang masih berkaitan dengan stereotip gender.

Adapun pelatihan tersebut mencakup pengembangan kepemimpinan yang visioner dan berintegritas, peningkatan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan dan berbicara di ruang publik, serta penguatan kemampuan komunikasi, negosiasi dan kolaborasi. Peserta juga didorong meningkatkan kemampuan berpikir strategis dan menyelesaikan berbagai persoalan secara efektif.

“Pada akhirnya, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga menciptakan perubahan positif, inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Tidak sampai di situ, kegiatan tersebut turut diramaikan lomba fashion show antar kecamatan se Kota Kendari. Para peserta menampilkan busana berbahan kain tenun khas Sulawesi Tenggara.

Lomba tersebut sekaligus menjadi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas perempuan dalam kepemimpinan, tetapi juga mendorong perempuan Kendari untuk semakin percaya diri mengambil peran dalam pembangunan sekaligus menjaga identitas budaya daerah. (cds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button