Muna Barat

Bupati Muna Barat Komitmen Jadikan Ayam Petelur sebagai Penggerak Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja

Dengarkan

MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Muna Barat telah berkomitmen di bidang peternakan, dengan menjadikan ayam petelur sebagai penggerak ekonomi dan peluang investasi.
Hal tersebut di sampaikan saat Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk di Kantor PT Charoen Pokphand, Makassar, Rabu (08/07/2026).

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengatakan hal ini sebagai langkah awal Pemkab Mubar membangun ekosistem investasi sektor peternakan ayam petelur.

“Sebagai bentuk komitmen kami, Pemkab Muna Barat menjadikan peternakan sebagai penggerak ekonomi,” ujarnya.

Kehadiran dalam FDG tersebut sebagai bentuk keseriusan membuka peluang investasi serta menciptakan lapangan kerja. Selain itu, ia juga menginginkan investor mendapat kepastian berinvestasi di Muna Barat sehingga masyarakat mendapat lapangan pekerjaan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan PAD.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton,” tegas Darwin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ibrahim Rasimu, menyebut hasil FGD jadi dasar penyusunan kebijakan investasi. Pihaknya akan mempermudah perizinan, mendukung infrastruktur, dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Muna Barat, La Samarudin, menambahkan DPKH siap mendampingi dari teknis budidaya, kesehatan hewan, biosekuriti, hingga penguatan kelembagaan peternak. Ibrahim berharap investasi ini dapat melahirkan peternak mandiri sehingga Muna Barat berpeluang menjadi sentral produksi telur di Sultra.

Sementara itu, dari pihak Charoen Pokphand, FGD ini hadiri Regional Head Eastern Indonesia 1, Hadi Widajad, Suhendar, dan Sopyan Haris. Mereka memaparkan proses produksi pakan, analisis investasi, potensi usaha, hingga pola kemitraan.

Hadi Widajad memberikan apresiasi Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, yang memiliki inisiatif terhadap kemajuan daerahnya.

“Kami sangat menyambut baik. Selama satu tahun saya bertugas, baru ada dua bupati yang punya inisiatif seperti ini, yaitu Bupati Sidrap dan Bupati Muna Barat,” sebutnya.

Ia mengaku tantangan pemenuhan pangan terus naik seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia 2 juta jiwa per tahun. Olehnya itu, produksi protein hewani harus ditingkatkan.

Ia memaparkan peluang besar di Muna. Luas Pulau Muna 36.139,30 km² dengan pertumbuhan penduduk 1,63%. Harga telur di Sultra saat ini Rp34.003/kg.

“Berdasarkan analisis, peluang usaha ayam petelur di Muna Barat masih sangat terbuka dan menjanjikan,” katanya.

“Kunci sukses investasi ada pada perubahan mindset, yang harus kita bangun adalah perubahan mindset, dari peternak menjadi pengusaha. Ketika masyarakat berorientasi bisnis, usaha peternakan akan berkembang cepat dan berkelanjutan,” tambahnya. (kjs)

Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button