berita sulawesi tenggara

DPRD Mubar Suarakan Penolakan Pabrik Gula

75 x Tayang Publisher: On:
DPRD Mubar Suarakan Penolakan Pabrik Gula
Anggota DPRD Mubar, Laode Koso. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra.

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Muna Barat menyambangi Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sultra. Kedatangan mereka ini bertujuan untuk menyuarakan penolakan masyarakat Mubar terhadap rencana pembangunan pabrik gula di Kecamatan Wadaga, Mubar.

Anggota Komisi I DPRD Mubar, Laode Koso, mengatakan, apa yang mereka sampaikan ini merupakan aspirasi masyarakat yang tidak bisa ditawar lagi.

“Pembangunan pabrik gula ini akan berdampak kepada masyarakat ke depannya. Karena masuk dalam area masyarakat, makanya kami datang kesini untuk menjembatani masyarakat dengan pihak perusahaan terkait rencana pembangunan ini,” ungkap Laode Koso.

Selain itu, Ketua DPC PAN Mubar ini menerangkan, kehadiran pabrik gula tersebut dirasa sangat spontanitas, sehingga masyarakat kaget. Hal itu menandakan bahwa masyarakat tidak tau akan ada pembangunan pabrik gula tersebut.

“Jangan sampai sosialisasinya hanya diwakili 20 orang masyarakat dengan membuat berita acara yang ditandatangani oleh aparat desa. Kenapa tidak disosialisasikan dari awal dengan masyarakat, Pemda dan DPRD,” cetusnya.

Ditegaskannya, lahan area peruntukan lain (APL) seluas 4.003 hektar, yang bakal digunakan sebagai areal pembangunan, sudah masuk dalam kawasan milik masyarakat. Itulah yang ditolak masyarakat karena dinilai tidak akan ada keuntungan bagi mereka ke depannya.

Politisi PAN Mubar ini mengaku bingung dengan pengurusan pengalihan status oleh perusahaan. Pasalnya, kalau pihak perusahaan yang mengurus, cepat sekali selesai. Tapi kalau masyarakat yang mengurus, lama sekali bahkan sampai puluhan tahun baru tuntas.

“Kita juga bingung kenapa pihak perusahaan cepat sekali mengurus pengalihan status, tapi kalau masyarakat lama sekali bahkan sampai puluhan tahun. Kenapa seperti ini pasti ada permainan di dalamnya,” jelasnya.

Secara ekonomi, kata dia, pabrik gula tidak memberikan keuntungan apalagi mensejahterakan masyarakat.

“Kenapa bukan Pemda sendiri yang menjadi investor. Malah perusahaan dari luar, ada apa sebenarnya ini,” pungkasnya.

Reporter: Fadli Aksar
Editor: Rani

No Responses

Tinggalkan Balasan