Metro Kendari

Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Kendari Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari, Cornelius Padang, mengimbau masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem. Pihaknya juga sigap memangkas pohon yang rawan tumbang. Hal jni dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Cornelius yang ditemui di Kantor Balai Kota Kendari, mengatakan, hujan deras dengan intensitas tinggi, meski berlangsung singkat, tidak bisa dianggap remeh. Seperti kejadian yang baru saja terjadi di wilayah Talia, karena angin kencang, mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa Lurah Talia.

“Cuaca ekstrem ini berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang langsung membahayakan keselamatan warga,” katanya, Senin (09/02/2025).

Terkait hal itu, pihaknya juga sudah melakukan rapat yang dipimpin Asisten I selaku Pelaksana Sekot Kendari, dimana pimpinan mengharapkan agar lebih intens untuk melakukan pemangkasan pohon di titik-titik rawan.

“Kita pun berkoordinasi dengan DLHK Kendari. Dimana DLHK akan melakukan asistensi cepat untuk melihat wilayah-wilayah yang akan kita lakukan secara simultan. Berjalan nanti, akan ada dua tim yang terbagi untuk melakukan pemangkasan,” jelasnya.

Kegiatan pemangkasan akan diprioritaskan di jalan-jalan poros dan lingkungan yang dinilai paling rawan, seperti Kendari Barat, Puuwatu, Budi Utomo, Sao-sao dan area sekitar STM atau SMK 2 Kendari hingga arah stadion.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata meminimalisir risiko bencana, terutama pohon tumbang yang kerap menjadi ancaman langsung saat hujan disertai angin kencang.

“Sebagai contoh, semalam saja ada pohon yang tumbang menimpa rumah di Benu-benua. Penanganan baru bisa dilakukan pagi ini karena kondisi hujan yang masih turun semalam, membuktikan betapa pentingnya tindakan preventif sebelum bencana terjadi,” terangnya.

Dalam penanganan pohon rawan, pihak BPBD Kendari mengakui adanya keterbatasan peralatan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan DLHK Kendari untuk penanganan yang membutuhkan peralatan khusus seperti mobil crane.

Selain tindakan fisik, peran tim mitigasi juga dimaksimalkan. Masyarakat dapat melaporkan temuan pohon rawan tumbang, banjir, atau longsor melalui call center 112 yang merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Kendari.

“Setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti dengan asesmen dan penanganan secepat mungkin,” tuturnya.

Tidak hanya itu, BPBD Kendari juga terus membagikan informasi terkini mengenai cuaca melalui grup WhatsApp kecamatan dan kelurahan. Masyarakat diharapkan aktif memantau informasi ini agar tingkat kesiapsiagaan tetap terjaga.

Jika menemukan hal yang mengkhawatirkan atau membutuhkan pertolongan segera, jangan ragu untuk menghubungi 112. Nomor darurat ini siap merespons berbagai urusan yang menyangkut keselamatan warga, mulai dari bencana, masalah kesehatan, hingga kondisi darurat lainnya. (bds)

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.