Pengukuhan Guru Besar UHO, Senin (09/02/2026). Foto: Humas UHO.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menorehkan capaian akademik dengan mengukuhkan delapan Guru Besar dari empat fakultas berbeda. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium Mokodompit UHO, Senin (09/02/2026).
Delapan profesor tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) satu orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) satu orang, Fakultas Pertanian tiga orang, serta Fakultas Teknik tiga orang. Pengukuhan ini menjadi bukti komitmen UHO dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kapasitas keilmuan institusi.
Adapun Guru Besar yang resmi dikukuhkan yakni Prof. Dr. Akhmad Marhadi, M.Sos., M.Si.; Prof. Dr. Fransiscus Suramas Rembon, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Rachmawati Hasid, M.Si.; Prof. Dr. Wali Aya Rumbia, S.E., M.Si.; Prof. Dr. Eng. Ir. Lucas Kano Manggala, S.T., M.T., IPM.; Prof. Dr. Ir. Ahmad Syarif Sukri, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Anas Nikoyan, M.Si.; serta Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng.
Pengangkatan para profesor tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen, dengan terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April hingga 1 Juli 2025, sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Prof. Dr. Akhmad Marhadi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Antropologi Maritim, sementara Prof. Dr. Fransiscus Suramas Rembon dalam bidang Pengelolaan Tanah dan Air. Dari Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Rachmawati Hasid dikukuhkan dalam bidang Agronomi, Prof. Dr. Ir. Ahmad Syarif Sukri serta Prof. Dr. Anas Nikoyan dalam bidang Rekayasa dan Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat.
Sementara itu, dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Eng. Ir. Lucas Kano Manggala dikukuhkan dalam bidang Rekayasa Konversi Energi, dan Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono dalam bidang Rekayasa Material dan Metalurgi. Adapun Prof. Dr. Wali Aya Rumbia dari FEB dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Kebijakan Pembangunan.
Plt. Rektor UHO, Dr. Herman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para Guru Besar yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa pencapaian jabatan Guru Besar bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab akademik dan moral yang lebih besar.
“Predikat Guru Besar merupakan pengakuan atas prestasi akademik, sekaligus amanah untuk terus mengembangkan khazanah keilmuan, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Herman.
Ia juga menyebutkan, saat ini UHO memiliki 172 Guru Besar yang tersebar di 14 fakultas dengan berbagai disiplin ilmu. UHO menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 200 hingga 250 Guru Besar sebelum tahun 2030.
Bertambahnya jumlah Guru Besar diyakini akan berkorelasi langsung dengan peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Guru Besar harus tampil sebagai academic leader, mampu menginspirasi dosen lainnya, menghasilkan karya ilmiah yang berdampak, serta memberi solusi nyata atas persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat,” pungkasnya. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.