Metro Kendari

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Data Semua Usaha hingga Influencer

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) RI resmi memulai pendataan lapangan sensus ekonomi 2026 secara serentak di seluruh Indonesia dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (15/6/2026). Peluncuran ini menandai dimulainya kerja besar nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

Wakil Kepala BPS RI, Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, sensus ekonomi 2026 menjadi sensus ekonomi yang sangat istimewa. Karena untuk pertama kalinya cakupan pendataan diperluas hingga mencakup sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Seluruh sektor usaha akan tercatat dalam sensus ekonomi kali ini. Langkah ini sangat penting karena sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas ekonomi Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara,” kata Sonny.

Ia menjelaskan, sensus ekonomi merupakan instrumen penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan presiden membutuhkan dukungan data ekonomi yang lengkap dan berkualitas.

“Sensus ekonomi adalah fondasi pembangunan. Pembangunan yang tepat sasaran harus dimulai dari data yang lengkap dan berkualitas,” ujarnya.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, sensus ekonomi 2026 akan berlangsung lebih lama, yakni selama 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 251 ribu lebih petugas lapangan diterjunkan ke seluruh Indonesia untuk melakukan pendataan secara door to door.

Metode ini dipilih agar seluruh unit usaha dapat terjangkau, termasuk usaha yang tidak terlihat dari luar rumah.

“Bukan hanya perusahaan besar yang didata. Warung makan, kios kelontong, UMKM, hingga influencer dan pelaku usaha online yang beroperasi dari rumah juga akan dicatat,” jelas Sonny.

Ia menegaskan tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk dicatat dalam sensus ekonomi. Menurutnya, setiap usaha memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Di balik kios sederhana ada sumber kehidupan keluarga. Di balik usaha mikro tersimpan potensi besar yang bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Selain memperluas cakupan pendataan, BPS juga menerapkan pendekatan baru dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan kualitas data yang dihasilkan.

Sonny mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif menyukseskan SE 2026 melalui tiga pesan utama yang disingkat menjadi TIR.

“Terima petugas sensus, isi data dengan benar, dan rahasia data pasti terjaga. Itu yang kami sebut TIR,” tegasnya.

Ia memastikan data individu pelaku usaha akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, menyambut baik kepercayaan BPS RI yang menjadikan Sultra sebagai lokasi pencanangan nasional sensus ekonomi 2026.

Menurutnya, pendataan yang lebih rinci dan menjangkau seluruh sektor usaha akan menghasilkan data yang jauh lebih akurat dibanding sebelumnya.

“Dengan sensus ekonomi ini kita bisa mengetahui secara lebih jelas struktur usaha, kelas ekonomi masyarakat, potensi kawasan, hingga sektor-sektor yang perlu didorong melalui kebijakan pemerintah,” kata Hugua.

Ia berharap hasil sensus ekonomi 2026 dapat menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Provinsi Sultra dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran, memperkuat sektor unggulan daerah, serta membuka peluang investasi baru.

“Harapan kami, data yang dihasilkan benar-benar mampu memetakan potensi ekonomi Sulawesi Tenggara secara utuh. Dengan begitu, kebijakan yang lahir nantinya lebih akurat, efektif, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hugua juga menilai posisi strategis Sultra sebagai penghubung kawasan Asia dan Pasifik membuat data ekonomi yang dihasilkan tidak hanya penting bagi daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan nasional.

Untuk diketahui, saat ini terdapat sekitar 280 ribu unit usaha yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui sensus ekonomi 2026, seluruh aktivitas usaha tersebut akan didata guna menghasilkan gambaran utuh mengenai struktur ekonomi daerah dan nasional. (cds)

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
DetikSultra

This website uses cookies.