Ribuan guru dan orang tua murid turun demo di Pengadilan Tinggi (PT) Sultra. Foto: Sunarto/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Ribuan guru dan orang tua murid menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (17/12/2025). Aksi demonstrasi yang diinisiasi guru dan orang tua murid ini merupakan bentuk solidaritas mereka terhadap guru Mansur, terpidana kasus pelecehan anak yang sudah divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Kendari.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sultra, Dr. Suriadi mengatakan, hari ini guru dan orang tua murid turun menggelar aksi damai. Bukan untuk mengintervensi aparat penegak hukum, melainkan memberikan dukungan moril terhadap rekan sejawat mereka.
“Aksi hari ini kami lakukan aksi solidaritas karena Pak Mansur merupakan bagian dari kami semua. Untuk persoalan proses yang berjalan kami junjung tinggi dan kami hargai itu,” katanya.
Kendati demikian, guru dan orang tua murid berharap agar Pengadilan Tinggi Sultra meninjau ulang, perkara yang menjerat guru Mansur hingga divonis lima tahun penjara.
Permintaan itu bukan tanpa alasan, sebab menurutnya, jika merujuk dari keterangan cleaning service di SDN 2 Kendari yang melihat langsung kejadian tersebut, tidak ada pelecehan yang dilakukan guru Mansur.
Guru Mansur hanya memegang jidat korban, guna memastikan korban benar sedang sakit atau tidak, dan cleaning service itu turut menyaksikan hingga guru Mansur meninggalkan muridnya yang berada di dalam ruangan kelas.
“Hanya memegang jidatnya, karena ada informasi kepada Pak Mansur bahwa ada muridnya tidak ikut apel karena sakit, dan informasi itu melalui cleaning service. Lalu Pak Mansur datang dan memeriksa jidat korban, dan memang anak ini sedang demam,” urainya.
Olehnya itu, ia berharap tuntutan yang hari ini mereka suarakan diamini Pengadilan Tinggi Sultra.
“Apabila tuntutan yang kami serahkan tadi tidak diindahkan, maka kami akan turun lagi dengan massa aksi yang lebih besar,” tukasnya. (bds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan
This website uses cookies.