Komoditas pala. Foto: Ilustrasi
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra mencatat produksi pala di wilayah Sultra per Juni 2025 mencapai 778 ton. Sedangkan untuk luas areal perkebunan pala di seluruh wilayah kabupaten kota se-Sultra saat ini mencapai 7.158 hektare.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin mengatakan komoditas ini tersebar di dua daerah di Sultra.
“Produksi tanaman pala ini tersebar di dua kabupaten yaitu Konawe Kepulauan dan Konawe Selatan. Dua daerah ini dinilai memiliki iklim ideal dalam pengembangan,” katanya.
Dari total luasan lahan yang ada, sekitar 2.652 hektare telah masuk kategori lahan produktif atau sudah menghasilkan. Sedangkan kurang lebih 4.000 hektare masih dalam tahap belum produksi.
Kendati sebagian besar masih dalam fase belum produksi, namun potensi tanaman tersebut di Sultra cukup menjanjikan jika dilihat dari luas tanam dan iklim wilayah.
“Dari data kami, sampai Juni 2025, produksi pala di Sultra sebesar 778 ton, dengan rata-rata produktivitas 296,38 kilogram per hektare,” terangnya.
Rusdin menyampaikan dari tanaman pala tercatat sebanyak 9.921 petani terlibat dalam budidaya. Jumlah ini tersebar di lahan milik rakyat yang dikembangkan secara swadaya maupun melalui program bantuan pemerintah.
Menurutnya, pala ini memiliki prospek pasar yang cukup luas, mulai dari kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri untuk ekspor. Untuk itu ini menjadi fokus strategi pengembangan untuk memperkuat sektor perkebunan.
Pemerintah provinsi terus mendukung petani melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta fasilitasi akses bantuan dan pembiayaan, agar ke depan produksi dan produktivitas terus meningkat.
“Pemerintah provinsi akan memprioritaskan sejumlah program mulai penguatan, peremajaan tanaman, penyediaan bibit, pelatihan sampai pengolahan,” pungkasnya. (bds)
Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan
This website uses cookies.