Warga temukan mayat perempuan yang diperkirakan sudah empat hari meninggal dunia. Foto: istimewa.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil visum dan otopsi mayat perempuan yang ditemukan di rumah korban, di Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Mandonga.
“Sementara itu, proses visum et repertum dan otopsi terhadap korban masih dalam tahap penanganan lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (5/2/2025).
Sebelumnya mayat perempuan ditemukan oleh saksi inisial A (30) bersama suaminya. Kondisi korban tergeletak di lantai rumahnya dan bersimbah darah.
Saksi dan suaminya datang ke rumah korban untuk melakukan pengecekan karena korban sudah sekitar empat hari tidak dapat dihubungi. Setibanya di rumah korban, sekitar Pukul 18.00 Wita, saksi mencium bau busuk menyengat yang mencurigakan dari dalam rumah.
Saksi kemudian menghubungi tetangga sekitar untuk menanyakan keberadaan korban. Dari keterangan warga, korban memang sudah beberapa hari tidak terlihat. Selanjutnya, warga menghubungi Ketua RT setempat yang datang bersama Babinsa untuk memastikan kondisi rumah korban.
“Setelah pagar rumah yang dalam keadaan tergembok berhasil dibuka, diketahui pintu rumah korban dalam kondisi terbuka. Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah, korban ditemukan terbaring di lantai ruang tengah dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.
Menerima informasi tersebut, petugas piket Satreskrim bersama Unit Identifikasi Polresta Kendari segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP awal, korban ditemukan dengan kondisi terdapat tali yang menjerat di leher, ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, serta adanya ceceran darah di sekitar lokasi korban ditemukan.
“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban dan dugaan adanya tindak pidana pembunuhan,” jelasnya.
Polresta Kendari mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai dengan hasil penyelidikan yang dilakukan. (bds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan
This website uses cookies.