Metro Kendari

Mentan Dorong Pengembangan Komoditas Pertanian di Sultra

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo beserta jajaran pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian melakukan kunjungan kerjanya di Desa Alebo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (29/1/2023).

Kunker tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan ketahanan pangan Sultra dan nasional dari ancaman krisis global. Utamanya dengan memproduksi sorgum sebagai komoditas pengganti gandum dan pengembangan sektor peternakan Sultra.

Kepala Karantina Pertanian Kendari, Andi Faisal mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Syahrul Yasin Limpo melihat langsung proses pembuatan pakan ternak, pengembangan peternakan ayam dan dilanjutkan dengan penanaman sorgum. Kegiatan kemudian diakhiri dengan dialog bersama masyarakat.

“Mentan melihat potensi pertanian ini bisa dapat ditingkatkan lagi, untuk pengembangan, Kementan menyalurkan¬† berupa alat dan mesin pertanian, bibit sorgum dan beberapa bantuan lainnya,” katanya melalui keterangan resminya, Senin (30/1/2023).

Lebih lanjut, Andi mengatakan, pihaknya selalu memastikan setiap komoditas pertanian di setiap pintu masuk dan keluar wilayah Sultra.

“Ini dalam rangka memastikan serta menjaga Sultra dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) agar produksinya maksimal,” ucapnya.

Sebelumnya, setibanya di Sultra Menteri Pertanian RI bersama rombongan didampingi oleh Sekda Sultra, meninjau langsung pabrik pakan mandiri, peninjauan budidaya ayam kampung dan penanaman sorgum.

Dalam kunjungan itu Syahrul Yasin Limpo menilai komoditas pertanian di Sultra sudah baik, walau dari mesin pabrik pakan mandiri masih sederhana.

“Untuk ayam kampung dan telur sudah bagus, akan tetapi kedepannya lahannya harus dikasih besar. Sedangkan sorgum diketahui setengah padi dan jagung artinya modalnya setengahnya dari jagung, pupuk yang dipake 50 persen,” katanya.

Kemudian Syahrul Yasin Limpo melanjutkan peninjauan di lokasi biosaka atau bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan yang diketahui mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

“Tumbuhan tersebut asalnya dari alam dan akan kembali ke alam, ini juga diambil dari rumput dan tumbuhan, jadi bisa menekan penggunaan pupuk sampai di atas 50 persen,” pungkasnya. (bds)

 

Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button