Metro Kendari

Keuntungan Pelaku UMKM di Kendari Capai Rp8,1 Miliar Selama Gelaran STQH Nasional

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Keuntungan para pelaku UMKM di Kota Kendari dalam gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) nasional 2025 pada 10-19 Oktober lalu mencapai Rp8,1 miliar. Event tersebut tidak hanya menjadi ajang keagamaan, namun juga menjadi berkah nyata bagi pelaku usaha UMKM.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Rony Yakob Laute mengatakan, sebagai ketua pameran ia berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan beberapa EO menggelar sejumlah kegiatan.

“Tentu melalui event nasional ini efek ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat khususnya pelaku UMKM sangat luar biasa,” katanya.

Perhitungan secara kasar per booth meraih penghasilan hingga Rp3 juta, sehingga jika dihitung dari 300 booth untuk 9 hari pelaksanaan total mencapai Rp8,1 miliar.

Jumlah keuntungan tersebut baru diakumulasi pada kawasan UMKM yang terpusat dalam kegiatan STQH nasional 2025 yaitu eks MTQ Kendari. Belum termasuk dampak ekonomi pada penjual souvenir, oleh-oleh, rumah makan, hotel, transportasi, wisata dan lainnya.

“Kain tenun dan anyaman dari Lohia Kabupaten Muna masih menjadi primadona atau yang paling banyak laku dalam pameran event STQH nasional 2025 di Sultra,” ungkapnya.

“Selebihnya adalah olahan makanan baik yang kering maupun makanan basah, kriya, dan produk lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi, Syamsir Nur mengatakan, kehadiran peserta STQH dari berbagai provinsi memicu perekonomian yaitu mendorong daya beli dan dari sisi suplai. Menurutnya, ada permintaan beragam produk barang bahkan aset yang kurang lebih satu pekan mendorong peningkatan pendapatan pada pelaku usaha terutama UMKM.

“Momentum ini menjadi agenda nasional juga sudah direncanakan oleh pelaku usaha untuk menyiapkan produk sehingga mendorong permintaan bahan baku dan lainnya,” pungkasnya. (bds)

Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan

Facebook Komentar
DetikSultra

This website uses cookies.