Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto. Foto: Istimewa.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) tancap gas menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2.600 petugas tambahan direkrut dan disebar ke seluruh kabupaten dan kota.
Langkah ini diambil karena besarnya cakupan pendataan yang melampaui tugas rutin (organik) BPS. Ribuan petugas tersebut akan menjadi ujung tombak dalam mengumpulkan data ekonomi masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa distribusi petugas dilakukan berdasarkan perhitungan matang. Mulai dari potensi jumlah responden hingga faktor jarak antar wilayah.
“Penyebarannya kita hitung dari jumlah responden dan juga jarak antar lokasi. Petugas terbanyak itu ada di Kabupaten Konawe Selatan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (05/05/2026).
Pelaksanaan sensus sendiri sejatinya sudah dimulai sejak 1 Mei 2026, diawali dengan tahapan awal berupa pengumpulan data melalui email ke perusahaan-perusahaan besar.
“Jadi kita mulai dari email blast ke perusahaan. Nanti kita lihat responnya, kalau belum lengkap kita tindak lanjuti supaya datanya benar-benar komplit,” jelasnya.
Setelah tahap digital, BPS akan turun langsung ke lapangan. Pendataan secara door to door dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026. Pada fase inilah ribuan petugas tambahan akan bekerja maksimal.
“Pendataan lapangan ini yang paling masif. Kita lakukan door to door dari Juni sampai Agustus,” tambahnya.
Namun, pelaksanaan sensus tidak tanpa tantangan. Kondisi geografis Sultra yang terdiri dari wilayah kepulauan menjadi kendala utama, terutama dalam akses transportasi ke daerah terpencil.
Selain itu, kendala teknis seperti jaringan internet yang belum merata juga menjadi perhatian. Pasalnya, petugas akan menggunakan gadget dalam proses pencacahan data.
“Di beberapa wilayah masih ada blank spot. Tapi sudah kita siapkan mitigasinya, data bisa disimpan sementara di perangkat, nanti dikirim saat sudah ada jaringan,” terangnya.
Tak kalah penting, tingkat keterbukaan responden khususnya pelaku usaha juga menjadi tantangan tersendiri dalam menghimpun data yang akurat.
Karena itu, BPS Sultra mengajak seluruh masyarakat dan perusahaan untuk berpartisipasi aktif dalam sensus ini.
“Kami mohon kepada semua pihak yang dihubungi, baik lewat email maupun didatangi langsung, agar memberikan data yang benar dan lengkap. Ini penting supaya kebijakan pemerintah kedepan benar-benar tepat sasaran,” tegas Hadi.
Ia menekankan, kualitas data yang baik akan berbanding lurus dengan kualitas kebijakan yang dihasilkan.
“Kalau datanya bagus, kebijakan yang diambil juga akan tepat. Dan pada akhirnya, manfaatnya kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.