Chef Muto demo masak bersama ibu-ibu peserta lomba masak di Gebyar Kuliner Kreatif Sehat 2026 di Hotel Qubah 9 Kendari. Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan kuliner lokal. Hal ini bertujuan agar kuliner lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga mancanegara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gebyar Kuliner Kreatif Sehat 2026 yang digelar di Hotel Qubah 9 Kendari, Selasa (27/01/2026).
Kegiatan ini terasa istimewa dengan kehadiran Chef Muto, Professional Chef Indonesia Attraction Celebrity, yang tidak hanya memukau peserta melalui demo masak, tetapi juga dipercaya sebagai salah satu juri lomba.
Ketua DPD PPJI Sultra, Rachmi Nurma, mengatakan bahwa Gebyar Kuliner Kreatif Sehat 2026 dirancang sebagai ruang kreativitas sekaligus edukasi bagi pelaku kuliner. Berbagai perlombaan digelar, mulai dari lomba masak kreasi kepala ikan tuna, kompetisi manual brew, hingga lomba kreasi bekal cilik.
“Yang paling menarik adalah lomba masak kreasi kepala ikan tuna. Selama ini bagian kepala tuna jarang dimanfaatkan, padahal memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Melalui lomba ini, kami ingin membuka wawasan bahwa kepala ikan tuna bisa diolah menjadi menu bernilai jual,” ujar Rachmi.
Ia menjelaskan, dalam lomba tersebut peserta ditantang untuk berkreasi mengolah kepala ikan tuna dengan penilaian utama pada cita rasa, disusul teknik memasak dan penyajian.
“Bukan hanya tampilan, tapi rasa tetap menjadi faktor paling utama,” tambahnya.
Antusiasme peserta pun terbilang tinggi. Kompetisi manual brew diikuti oleh 48 barista, sementara lomba masak kreasi kepala ikan tuna diikuti sekitar 50 peserta, yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra, termasuk perwakilan dharma wanita, organisasi, serta pelaku usaha rumah makan. Adapun lomba kreasi bekal cilik diikuti oleh anak-anak tingkat taman kanak-kanak.
Rachmi mengaku bersyukur atas tingginya minat peserta dan memastikan kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan.
“Ke depan, Gebyar Kuliner Kreatif Sehat akan digelar rutin setiap tahun, apalagi nantinya akan ada piala bergilir dari Gubernur Sultra,” ungkapnya.
Tak hanya perlombaan, kegiatan ini juga diisi dengan demo teknik pembuatan roti Jepang yang menghadirkan chef langsung dari Jepang, serta workshop kewirausahaan kuliner. Turut hadir pula chef profesional lainnya, yakni Chef Sabir dan Chef Fadlan.
Sementara itu, Chef Muto mengaku terkesan dengan semangat dan jumlah peserta yang terlibat.
“Di beberapa daerah, mengumpulkan peserta lomba masak itu cukup sulit. Tapi disini antusiasmenya luar biasa, terutama ibu-ibu yang memiliki kreativitas dan bakat terpendam,” ujarnya.
Ia menilai konsep lomba dengan bahan utama kepala ikan tuna sebagai sesuatu yang unik dan jarang ditemui.
“Biasanya yang diolah hanya bagian rahang tuna berukuran besar. Ini sangat menarik,” katanya.
Chef Muto menjelaskan bahwa penilaian lomba didominasi oleh cita rasa dengan bobot 50 persen, disusul teknik memasak dan penyajian.
“Kalau rasanya sudah enak, plating bisa diperbaiki dan diajarkan. Tapi kalau rasanya kurang, itu fatal,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk mengasah kreativitas sekaligus mengangkat potensi kuliner daerah, khususnya Sulawesi Tenggara. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.