Metro Kendari

DP3A Gandeng 10 Organisasi, Edukasi Cegah Kekerasan di Sekolah

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTA.COM – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kendari mendorong berbagai pihak memperkuat langkah pencegahan sejak dini. Salah satunya dilakukan melalui edukasi langsung kepada pelajar di lingkungan sekolah.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari menggandeng 10 organisasi masyarakat sipil untuk melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di sejumlah sekolah di Kota Kendari.

Kepala DP3A Kota Kendari, Fitriani Sinapoy mengatakan, program tersebut akan menyasar peserta didik baru yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Pada tahap awal kami akan turun di 10 SMP dan satu SD di Kota Kendari. Selanjutnya kegiatan ini akan diperluas ke sekolah lain hingga tingkat PAUD,” ujar Fitriani usai menggelar pertemuan bersama organisasi perempuan, Rabu (08/07/2026).

Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan yang belakangan dinilai semakin mengkhawatirkan.

Salah satu organisasi yang terlibat, Rumpun Perempuan Sultra (RPS) menyambut positif langkah kolaborasi tersebut. Direktur RPS, Husnawati menilai, penanganan kasus kekerasan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

“Semakin banyak pihak yang bergerak bersama, maka upaya pencegahan akan lebih efektif dan hasilnya lebih maksimal,” katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Yayasan Lambu Ina, Yustina Fendrita. Ia menilai sekolah menjadi tempat strategis untuk memberikan pemahaman kepada anak terkait bentuk-bentuk kekerasan, bullying, serta langkah yang harus dilakukan ketika menjadi korban maupun saksi.

“Anak-anak perlu mengetahui seperti apa bentuk kekerasan, dampaknya, dan ke mana harus melapor ketika mengalami atau menyaksikan kejadian tersebut,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, DP3A Kota Kendari menandatangani nota kesepahaman dengan empat organisasi, yakni Rumpun Perempuan Sultra, Yayasan Lambu Ina, Koalisi Perempuan Indonesia Sultra, dan Jaringan Perempuan Pesisir Sultra. Selain itu, sejumlah organisasi lain juga akan terlibat dalam kegiatan sosialisasi, di antaranya Aliansi Perempuan Sultra, Forhati, Perempuan Katolik Sultra, Wahdah, Sarikat Perempuan, serta Aliansi Jurnalis Independen. (cds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.