Metro Kendari

22 Ekor Sapi di Sultra Terpapar Virus Jembrana, Koltim Terbanyak

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sebanyak 22 ekor sapi di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah terpapar virus jembrana.

Penyakit jembrana merupakan penyakit hewan menular pada sapi yang disebabkan oleh virus Jembrana.

Penyakit ini bersifat akut dan menimbulkan tanda klinis yang jelas pada sapi bali sedangkan pada jenis sapi lainnya tidak menunjukkan tanda klinis yang nyata.

Penyakit jembrana merupakan penyakit yang hanya ditemukan di Indonesia. Kasusnya pertama kali ditemukan di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada tahun 1964.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, La Ode Rusdin Jaya, mengatakan, sampai saat ini virus tersebut telah menyerang 22 ekor sapi.

“Kasus virus jembrana di Sultra ini berasal dari 4 kabupaten yaitu Kolaka Timur, Konawe, Konawe Kepulauan, dan Bombana. Terbanyak di Koltim ada 13 kasus,” terangnya di Kendari, Kamis (10/8/2023).

Lebih lanjut virus ini diketahui setelah Iduladha lalu karena lalu lintas hewan banyak dan pada saat itu ada sapi yang mati mendadak.

Lalu lintas hewan, khususnya perbatasan Sultra dan Sulteng ini sulit untuk diawasi karena melalui jalur darat, sehingga tidak tiap saat dipantau tiap posnya.

Karena lalu lintas ini biasanya masuk pada malam hari melalui kawasan hutan dan tidak bisa diidentifikasi.

“Oleh karena itu kami memperketat pengawasan lalu lintas ternak di Sultra, baik antar kabupaten kota di Sultra maupun antar provinsi. Kita pastikan yang masuk harus sehat dan memiliki surat keterangan kesehatan hewan,” terangnya.

Rusdin menjelaskan gejala utama ternak sapi yang terpapar virus jembrana adalah mati mendadak dan ada pendarahan di limpa, keluar darah di telinga hingga pembengkakan paha.

Sapi yang terinfeksi virus jembrana masih aman dikonsumsi manusia, karena virus ini tidak dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya.

“Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik maupun khawatir mengonsumsi daging sapi,” katanya.

Kendati demikian, yang dikhawatirkan adalah virus ini dapat mengurangi populasi sapi di Sultra.

Upaya yang dilakukan Distanak yakni melokalisasi 4 kabupaten yang terinfeksi virus jembrana tersebut, dan diberikan vitamin.

Distanak juga mengimbau agar para peternak di Sultra terkhusus empat kabupaten apabila terdapat gejala virus agar segera melaporkan ke petugas di daerah masing-masing. (bds)

 

Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Biyan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button