Kampus

Sepuluh Bakal Calon Rektor UHO Paparkan Visi Misi, Dirjen Dikti: Jadikan Kompetisi Gagasan

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sebanyak sepuluh bakal calon (Bacalon) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030 memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka dalam tahapan pemilihan rektor, Selasa (30/6/2026). Pelaksana Tugas (PlT) Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi ST M.Eng. mengatakan, banyaknya kandidat yang ikut dalam kontestasi ini menjadi bukti bahwa UHO memiliki sumber daya kepemimpinan yang kuat dan berharga.

“Sepuluh bakal calon ini mencerminkan bahwa kampus kita memiliki sumber daya kepemimpinan yang kuat dan sangat berharga,” katanya saat membuka kegiatan.

Prof. Khairul yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengungkapkan, setelah berdialog dengan berbagai unsur di UHO, mulai dari pimpinan universitas, dekan, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa, ia melihat UHO memiliki modal besar untuk menjadi salah satu universitas terbaik di kawasan Indonesia Timur. Namun menurutnya, sebesar apa pun potensi yang dimiliki, kemajuan universitas hanya dapat dicapai apabila seluruh energi civitas akademika bergerak dalam arah yang sama.

Ia menegaskan, forum pemaparan visi dan misi bukan sekadar tahapan pemilihan rektor, melainkan momentum untuk membangun kembali kepercayaan, memperkuat persatuan, dan menyatukan optimisme menuju masa depan UHO yang lebih baik.

“Yang kita cari bukan sekadar siapa yang ingin menjadi rektor, tetapi siapa yang memiliki visi paling jelas, integritas yang kokoh, kapasitas kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan membangun kolaborasi untuk membawa Universitas Halu Oleo melompat lebih jauh,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini berubah sangat cepat. Karena itu, rektor masa depan tidak cukup hanya menjadi administrator kampus, tetapi harus menjadi pemimpin akademik, pemimpin perubahan, sekaligus pemersatu seluruh civitas akademika.

Ia berharap para bakal calon tidak hanya menawarkan daftar program kerja, tetapi juga mampu menunjukkan strategi meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, hingga mitra internasional.

Selain itu, para kandidat juga diharapkan mampu menghadirkan skema pembiayaan kreatif guna memperkuat kemandirian institusi dan mempercepat terwujudnya kampus yang berdampak bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia menitipkan empat pesan penting kepada seluruh civitas akademika UHO. Pertama, menjadikan pemilihan rektor sebagai kompetisi gagasan, bukan kompetisi kekuatan. Kedua, siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu merangkul semua pihak.

“Pemilihan hanya menghasilkan satu rektor, tetapi kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi universitas,” katanya.

Pesan ketiga, UHO tidak dibangun semata untuk mengejar peringkat, tetapi untuk melahirkan ilmu pengetahuan, membentuk karakter, menghasilkan inovasi, dan memberikan solusi bagi masyarakat. Sedangkan pesan keempat, menjaga kepercayaan publik melalui integritas, tata kelola yang baik, budaya akademik yang sehat, dan keteladanan para pemimpinnya.

Prof. Khairul juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan terhadap siapa pun yang akan terpilih menjadi Rektor UHO.

“Amanah yang saya terima adalah memastikan proses ini berlangsung objektif, bermartabat, dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi Universitas Halu Oleo,” tegasnya.

Sebagai Dirjen Dikti, ia memastikan Kementerian akan menjadi mitra strategis bagi rektor terpilih dalam memperkuat mutu, tata kelola, relevansi, dan dampak UHO ke depan.

Ia pun mengajak seluruh keluarga besar UHO untuk menjaga persatuan dan mewariskan kampus yang tetap solid kepada pemimpin berikutnya.

“Mari kita wariskan kepada rektor berikutnya bukan kampus yang terbelah, tetapi kampus yang bersatu, optimistis, dan siap melangkah menuju masa depan,” pungkasnya. (cds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.