Kampus

Diiming-imingi Dapat Beasiswa, Mahasiswa Baru di Mubar Merasa Ditipu Kampus Karya Persada Muna

Dengarkan

MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COMUniversitas Karya Persada Muna (UKPM), Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga telah menipu orang tua calon mahasiswa baru dengan iming-iming akan mendapatkan beasiswa jika kuliah atau mendaftar di kampus tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Hasan Komasarano, salah satu keluarga maba asal Desa Masara, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat.

Hasan menyebut, dengan iming-iming tersebut banyak anak-anak kurang mampu memberanikan diri untuk mendaftar di kampus yang belum lama menjadi sebuah universitas tersebut.

Akan tetapi, harapan tersebut sirna ketika pihak kampus mengumumkan nama-nama calon penerima beasiswa yang tidak sesuai dengan harapan sebelumnya, termasuk adiknya sendiri yang masuk dalam kuota sebagai calon penerima beasiswa tersebut.

Menurut Hasan, Kampus Karya Persada Muna telah melakukan cara-cara yang tidak etis dalam melakukan perekrutan calon maba.

“Apa yang dilakukan oleh Kampus Persada Muna adalah merupakan cara-cara kotor dan kerdil yang seharusnya tidak boleh terjadi di lingkungan akademis,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, pemilik yayasan Universitas Karya Persada Muna, Albert menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan untuk calon mahasiswa penerima beasiswa sebanyak 437 orang, namun yang tercover hanya 217 orang.

Usulan tersebut berdasarkan data yang dimiliki oleh pihak kampus yang diajukan di kementerian. Adapun jumlah mahasiswa yang lolos dan tidak sebagai penerima beasiswa itu, pihaknya tidak tahu menahu.

“Jadi kuota maba yang tidak lolos sebagai calon penerima beasiswa ini pihak kampus tidak mengetahui karena yang tentukan di kementerian pusat. Kami hanya sebatas mengusulkan saja dan pengusulan ini terjadi di semua perguruan tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kampus tidak ada niatan mengimingi-imingi maba apalagi menipu. Kemungkinan, para maba atau para orang tua belum memahami hal yang di maksud.

“Hanya miss komunikasi,” katanya

Ia menyebut, pihak universitas selama ini sudah memberikan kebijakan bagi maba meskipun tidak mendapat beasiswa KIP yakni mendapatkan pengurangan biaya UKT dari Rp2,4 juta menjadi Rp900 ribu per semesternya.

“Maka sisa inilah yang dibayarkan maba dalam tiap semesternya, itupun bayarnya dicicil sebab hal ini kebijakan dari Rektor. Kami pun tidak memaksakan hal ini, buktinya saja bahkan sampai saat ini ada maba yang belum membayar UKT,” sebutnya.

Untuk itu, Albert berharap bagi maba yang tidak puas dengan informasi yang diberikan oleh pihak kampus, ia siap menemui orang tua dan maba tersebut untuk diberi pemahaman agar tidak ada miss komunikasi. Begitupun mahasiswa lainnya. (bds)

 

Reporter: La Ode Darlan
Editor: Biyan

Baca Juga

One Comment

  1. Emang bagus di daerah kalau ada kampus tpi caranya sangat TDK etis terkesan menipu, apa yng disampaikan dan tertulis TDK sesuai apa yng yng terjadi dilapangan, pas masuk SPP nya mahal sekali TDK sesuai dengan info yng tetera di media , kesannya dikandang paksa yng penting masuk dulu pasi mereka bayar anggapan nya mereka🤦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button