Hukum

Namanya Dicatut Soal Kasus Umrah, Halisa Tour Ancam Tempuh Jalur Hukum

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Manajemen Halisa Tour & Travel memberikan klarifikasi resmi guna menanggapi terseretnya nama perusahaan, dalam kasus dugaan penelantaran jemaah umrah asal Kota Kendari di Madinah, Arab Saudi.

Humas Halisa Tour & Travel Umrah, Rustam, menegaskan bahwa perusahaan jasa perjalanan umrah yang dinaunginya sama sekali tidak terlibat dalam kasus penelantaran jemaah umrah.

Ia menjelaskan bahwa hubungan kerja sama antara pihaknya dengan Travelina Indonesia telah lama berakhir.

“Kami luruskan faktanya, Halisa Tour & Travel memang pernah bekerja sama dengan Travelina Indonesia, tetapi itu hanya satu kali untuk periode pemberangkatan Oktober 2025. Setelah itu, kerja sama sudah selesai dan tidak ada lagi hubungan administratif maupun operasional,” kata Rustam dalam rilis yang diterima awak media ini, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga : Travelina Indonesia Buka Suara Soal Jemaah Umrah asal Kota Kendari yang Ditelantarkan

Terkait keterlibatan Kahfi (KI), Rustam mengklarifikasi bahwa hubungan yang terjalin murni sebatas penyewaan properti.

Kahfi diketahui menyewa ruangan di gedung milik Halisa untuk digunakan sebagai kantor travel pribadinya. Dalam operasionalnya, Kahfi tidak menggunakan identitas Halisa, melainkan atribut travel lain.

“Saudara Kahfi statusnya murni hanya penyewa properti di Halisa untuk kantor travel miliknya. Perlu dicatat, dalam operasionalnya, atribut yang digunakan oleh yang bersangkutan adalah atribut Travel Khaerani dan Travelina Indonesia, bukan Halisa Tour,” jelas Rustam.

Ia juga menekankan bahwa Kahfi bukanlah pemilik (owner), pengelola, maupun bagian dari struktur manajemen Halisa Tour & Travel. Manajemen sangat menyayangkan jika nama besar Halisa terus dikaitkan dengan kasus penelantaran jemaah umrah.

“Kami ingatkan, tindakan mencatut nama perusahaan tanpa izin memiliki konsekuensi hukum serius sesuai UU ITE. Kami tidak akan segan menempuh jalur hukum untuk menjaga marwah perusahaan,” tukas Rustam. (bds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.