Muna

Warga Desa Kogholifano Muna Keluhkan Krisis Listrik dan Air Bersih

Dengarkan

MUNA, DETIKSULTRA.COM – Warga Desa Kogholifano, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, mengeluhkan krisisnya listrik dan air bersih. Salah satu warga bernama Alfit mengatakan, minimnya listrik dan air bersih telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan berlangsung hingga saat ini.

Ia membeberkan, selama ini warga hidup dalam kegelapan tanpa penerangan yang memadai dengan menggunakan lampu seadanya, seperti lampu tembok dan senter cas. Untuk senter, warga harus numpang tetangga yang memiliki genset untuk mengisi daya. Begitu pula dengan air bersih, untuk memasak dan mandi, para warga menggunakan air hujan, dengan cara memasang wadah sebagai penampung air.

“Kami sangat kesusahan air bersih. Mau mandi saja harus ditakar. Begitu pun memasak harus menggunakan air hujan,” keluhnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan listrik dan air bersih di Desa Kogholifano merupakan bentuk nyata kegagalan negara dalam menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat desa. Hak dasar yang seharusnya dijamin justru terus tertunda tanpa kepastian. Sementara rakyat dipaksa bertahan hidup dalam gelap dan keterbatasan air bersih.

“Kami menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Muna dan Pemerintah Desa Kogholifano telah terlalu lama menjadikan persoalan listrik dan air sebagai wacana publik tanpa realisasi yang jelas. Janji, rapat dan pemberitaan tidak akan pernah cukup jika tidak diikuti tindakan konkret, transparansi kebijakan, serta kejelasan waktu pelaksanaan,” bebernya.

Menurutnya, kegagalan menghadirkan listrik dan air bersih secara adil bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan tata kelola pemerintahan dan keberpihakan politik. Negara tidak boleh hadir hanya saat kampanye, konferensi pers, atau agenda seremonial, tetapi harus dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia meminta pemerintah Desa Kogholifano sungguh-sungguh memperjuangkan hak dasar warganya.

Sementara itu, Kepala Desa Kogholifano, Darmin, tak menampik hal tersebut. Selama ini warga Kgholifano menggunakan PLTS. Namun sejak dua bulan terakhir mengalami kerusakan disebabkan accu PLTS tidak mampu, karena kapasitas penggunaan warga yang tidak dibatasi.

“PLTS yang digunakan warga selama ini bermasalah, loss strom, akinya jebol. Sementara ini ada yang menggunakan genset dan tenaga surya,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa warga tak perlu khawatir karena tim surveyor Menteri ESDM telah berkunjung di Desa Kogholifano beberapa bulan lalu dan akan dibangun PLTS dengan kapasitas besar.

Rencana pelaksanaan pembangunannya di perkirakan akan dimulai pada Februari hingga Maret 2026 dengan kisaran anggaran 7-10 miliar. Saat ini lahan pun telah disiapkan.

Sementara mengenai air bersih, saat ini terdapat program pemerintah melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang sudah masuk di Desa Kogholifano.

Saat ini air sudah masuk. Air tersebut berasal dari sumur galian di Desa Mataindaha Kecamatan Pasikolaga. Dialirkan melalui pipa di bawah dasar laut yang jaraknya kurang lebih dua kilometer.

“Air bersih sudah masuk, sekarang kita tinggal sambungkan pipa untuk dialirkan ke rumah-rumah warga Kogholifano,” ungkapnya.

Darmin mengakui selama ini para warga sangat kesusahan air bersih. Saat kekurangan air, para warga terpaksa membeli air dengan harga Rp1000 per jeriken. (bds)

 

Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.