Kepala BPN Muna Barat, Romandhona Setyawan, bersama tim saat meninjau titik lahan rencana pembangunan PLTS di Desa Santigi. Foto: La Ode Darlan/Detiksultra.com
MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Guna menjawab keluhan warga di kepulauan, BPN Muna Barat bersama pemda setempat turun langsung ke lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Desa Santigi, pada Selasa (13/10/2026). BPN bersama Pemda Muna Barat menempuh perjalanan ekstrem dengan menyisiri pulau-pulau kecil menggunakan perahu nelayan selama satu jam dari Pelabuhan Tondasi menuju Pulau Santigi.
Kepala Kantor BPN Muna Barat, Romandhona Setyawan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat Sekda Muna Barat tentang Penentuan Titik Lokasi PLTS Komunal. Clear and clean secara hukum direncanakan akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Ia pun menegaskan komitmen BPN Muna Barat, yang siap mendukung dan berkolaborasi dalam hal kepastian hukum atas tanah yang direncanakan dibangun PLTS.
“Hal ini demi kepastian hukum melalui sertifikasi tanah dilakukan untuk mengamankan aset negara/BUMN, mencegah sengketa lahan, serta memastikan keberlanjutan layanan listrik bagi masyarakat,” tegasnya.
Baginya, pembangunan PLTS ini menjadi harapan besar bagi 120 kepala keluarga atau 450 jiwa di Pulau Santigi dan pulau lainnya yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai nelayan. Selama ini keterbatasan listrik menjadi hambatan besar, mulai dari penerangan hingga penyimpanan hasil laut.
Untuk itu, BPN Muna Barat berharap dengan adanya sinergi antara BPN Muna Barat dan pemerintah setempat, PLN serta pemerintah desa, Pulau Santigi dapat merasakan penerangan yang lebih maksimal di kemudian hari.
“Bukan hanya listrik yang hadir tapi juga harapan baru bagi kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir dan kepulauan,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin mengatakan, empat desa telah selesai disurvei, yakni Desa Maginti, Pasipadangan, Gala, dan Desa Santigi. Sementara tujuh desa lainnya yang sedang disurvei adalah Desa Mandike, Desa Tiga, Desa Bero, Santiri, Katela, Tasipi dan Desa Kangkunawe.
“Kita akan push mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan sebelas desa ini kita target paling lambat 2028 sudah listrik semua,” ujar Darwin, beberapa waktu lalu. (kjs)
Reporter: La Ode Darlan
This website uses cookies.