Belasan murid SD di Angata terbaring lemas di Puskesmas usai mengalami diare dan sakit kepala. Foto: istimewa.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan investigasi pasca ratusan siswa di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) keracunan massal. Para siswa keracunan diduga usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan SPPG Desa Puao, Selasa (13/10/2026).
“Untuk SPPG ranahnya BGN, untuk Dinas Kesehatan kita sudah maksimalkan dengan menambah tenaga perawat dan dokter empat Puskesmas serta rumah sakit,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Konsel, Yuyun Nirwana Subair, Rabu (14/10/2026).
Yuyun menerangkan, dari data yang diterima, sebanyak 144 siswa terdiri atas siswa SMAN 10 Konsel, SDN 3 Angata, SDN 1 Angata, SDN 12 Angata, SDN 4 Angata dan SMPN 7 Konsel menjalani perawatan di Puskesmas Angata pagi tadi.
“Dinkes sudah memaksimalkan penanganan dengan berkolaborasi tenaga medis dan dokter dari Puskesmas Motaha, Mowila, Sabulakoa, Benua dan Tim Rumah Sakit Umum Daerah. Alhamdulilah dari 145 siswa, saat ini tinggal 25 siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Motaha,” jelasnya .
Di tempat terpisah, Camat Angata, Al Asmin menegaskan, menu MBG yang dikonsumsi para korban keracunan, didistribusi oleh SPPG Desa Puao.
“Penyedia MBG berasal dari SPPG Puao,” tegas Al Asmin.
Al Asmin menuturkan saat ini beberapa siswa yang telah menjalani perawatan medis sudah ada yang pulang ke rumahnya.
“Alhamdulillah sudah ada yang pulang usai menjalani perawatan. Tidak ada yang dirujuk,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut peristiwa tersebut, lanjut Al Asmin, Pemerintah Kecamatan Angata dan Polsek Angata telah berkoordinasi untuk mengamankan SPPG Puao.
“Jadi saat ini SPPG di-Police Line. Untuk sementara diamankan oleh pihak Polda Sultra, Polres Konsel sembari menunggu hasil sampel makanan yang telah disajikan,” tuturnya.
Al Asmin menuturkan bahwa kejadian dugaan keracunan massal tersebut bukan jatah MBG hari ini (Rabu).
“Jadi bukan jatah hari ini, tapi hari yang kemarin. Untuk hari ini sebelumnya sempat dibagikan, namun dengan adanya kejadian ini maka dihentikan dulu jangan sampai terjadi tambahan peristiwa yang sama. Tetapi setelah diidentifikasi tidak ada masalah untuk jatah hari ini,” ujarnya.
Menurut Al Asmin, informasi yang dihimpun diduga penyebab keracunan massal yang menimpa para pelajar karena sajian ayam pada MBG Selasa 13 Oktober 2026 berbusa.
“Diduga karena sajian ayamnya. Informasinya menu ayam ada yang berbusa. Mungkin karena para siswa lapar jadi makanannya tetap dikonsumsi,” pungkasnya. (cds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan
This website uses cookies.