<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Tiongkok Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/tiongkok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2021 07:04:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita Tiongkok Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Pekerja Tiongkok di PT OSS Alami Luka Bakar, Satu Tewas Mengenaskan</title>
		<link>https://detiksultra.com/headline/dua-pekerja-tiongkok-di-pt-oss-alami-luka-bakar-satu-tewas-mengenaskan/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/headline/dua-pekerja-tiongkok-di-pt-oss-alami-luka-bakar-satu-tewas-mengenaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 22:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[PT OSS]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=53005</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Dua pekerja PT Obsidian Stainless Steel (OSS) asal Tiongkok alami luka bakar, yang mengakibatkan satu dari mereka tewas mengenaskan. Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Kombes Pol Fery Walintukan mengatakan kejadian tersebut berawal ketika keduanya sedang mengerjakan smelter tahap dua reparasi gas di PT OSS, Selasa 29 Desember 2020 dini hari. Saat &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/dua-pekerja-tiongkok-di-pt-oss-alami-luka-bakar-satu-tewas-mengenaskan/">Dua Pekerja Tiongkok di PT OSS Alami Luka Bakar, Satu Tewas Mengenaskan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Dua pekerja PT Obsidian Stainless Steel (OSS) asal Tiongkok alami luka bakar, yang mengakibatkan satu dari mereka tewas mengenaskan.</p>
<p>Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Kombes Pol Fery Walintukan mengatakan kejadian tersebut berawal ketika keduanya sedang mengerjakan smelter tahap dua reparasi gas di PT OSS, Selasa 29 Desember 2020 dini hari.</p>
<p>Saat itu, keduanya sedang menggurinda dan tidak melihat ada pipa gas disekitarnya. Sehingga, percikan gurinda yang mereka lakukan mengenai pipa gas dan terjadi ledakan.</p>
<p>Dari peristiwa ini, kata Fery Walintukan kedua pekerja Tiongkok itu dianggap telah melakukan sebuah kelalaian, yang mengakibatkan terjadinya kebakaran di sekitar smelter.</p>
<p>Akibatnya, pekerja dengan inisial WX (50) meninggal dunia usai alami luka bakar yang serius. Sementara LX (52) hanya mengalami luka bakar, dan sudah ditangani secara medis di Rumah Sakit (RS) Hermina Kendari.</p>
<p>Untuk jenazah WX rencananya akan di pulangkan di negara asalnya, berdasarkan permintaan pihak keluarga korban.</p>
<p>&#8220;Dikonfirmasi jenazah akan dikremasi dan dipulangkan di negaranya,&#8221; jelas Ferry Walintukan, saat ditemui awak media.</p>
<p><strong>Reporter: Sunarto</strong><br />
<strong>Editor: Via</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/dua-pekerja-tiongkok-di-pt-oss-alami-luka-bakar-satu-tewas-mengenaskan/">Dua Pekerja Tiongkok di PT OSS Alami Luka Bakar, Satu Tewas Mengenaskan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/headline/dua-pekerja-tiongkok-di-pt-oss-alami-luka-bakar-satu-tewas-mengenaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imigrasi Kendari Pastikan 156 TKA Tiongkok Gunakan Visa Kerja</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/imigrasi-kendari-pastikan-156-tka-tiongkok-gunakan-visa-kerja/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/imigrasi-kendari-pastikan-156-tka-tiongkok-gunakan-visa-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2020 09:21:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sultra Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Imigrasi Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=43836</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kota Kendari, memastikan 156 dari 500 tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok yang bakal datang di Sulawesi Tenggara (Sultra), menggunakan visa kerja (C312). &#8220;Gelombang pertama, 156 TKA masuk menggunakan visa C312 yang terdapat keterangan nama dan nomor paspor pada visa tersebut,&#8221; kata Kepala Imigrasi Kelas I TPI Kota &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/imigrasi-kendari-pastikan-156-tka-tiongkok-gunakan-visa-kerja/">Imigrasi Kendari Pastikan 156 TKA Tiongkok Gunakan Visa Kerja</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph"><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kota Kendari, memastikan 156 dari 500 tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok yang bakal datang di Sulawesi Tenggara (Sultra), menggunakan visa kerja (C312).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Gelombang pertama, 156 TKA masuk menggunakan visa C312 yang terdapat keterangan nama dan nomor paspor pada visa tersebut,&#8221; kata Kepala Imigrasi Kelas I TPI Kota Kendari, Hajar Aswad, Selasa (23/6/2020).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja, lanjut Hajar Aswad pihaknya belum melihat secara langsung, dan juga belum memegang paspor para TKA yang rencananya akan tiba hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami baru memegang data TKA seperti identitas atau nama, tempat tanggal lahir dan lain-lain,&#8221; katanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">BACA JUGA:</h2>


<ul class="wp-block-latest-posts__list has-dates wp-block-latest-posts is-layout-flow wp-block-latest-posts-is-layout-flow"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://detiksultra.com/kendari/kejagung-ungkap-peran-kasi-pemetaan-wiup-dinas-esdm-sultra-di-kasus-ekspor-nikel-ilegal-pt-cni/">Kejagung Ungkap Peran Kasi Pemetaan WIUP Dinas ESDM Sultra di Kasus Ekspor Nikel Ilegal PT CNI</a><time datetime="2026-10-23T13:13:57+08:00" class="wp-block-latest-posts__post-date">23 Oktober 2026</time></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-utara/petani-mowundo-panen-110-kilogram-cabai-hasil-pendampingan-pt-antam/">Petani Mowundo Panen 110 Kilogram Cabai Hasil Pendampingan PT Antam</a><time datetime="2026-10-23T11:10:54+08:00" class="wp-block-latest-posts__post-date">23 Oktober 2026</time></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://detiksultra.com/kendari/amsi-sulawesi-tenggara-jadi-mitra-strategis-kejaksaan-tinggi/">AMSI Sulawesi Tenggara Jadi Mitra Strategis Kejaksaan Tinggi</a><time datetime="2026-10-23T06:16:47+08:00" class="wp-block-latest-posts__post-date">23 Oktober 2026</time></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">Setibanya 156 TKA Tiongkok di Kendari, mereka akan langsung di karantina selama 14 hari. Ini dilakukan berdasarkan standar kesehatan Virus Corona atau Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian ditambahkannya, setelah 15 hari TKA Tiongkok melakukan karantina, pihak Imigrasi Kelas I TPI Kota Kendari, bakal meninjau langsung keadaan TKA di PT. VDNI dan PT. OSS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Terkait dengan visa dan izin masuk keimigrasian para TKA diberi waktu 30 hari. Jika selama kurun waktu 30 hari belum melapor, maka belum bisa bekerja,&#8221; tukasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Reporter: Sunarto<br>Editor: Via</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/imigrasi-kendari-pastikan-156-tka-tiongkok-gunakan-visa-kerja/">Imigrasi Kendari Pastikan 156 TKA Tiongkok Gunakan Visa Kerja</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/imigrasi-kendari-pastikan-156-tka-tiongkok-gunakan-visa-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiongkok Jadi Pangsa Pasar Utama Ekspor Sultra</title>
		<link>https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-jadi-pangsa-pasar-utama-ekspor-sultra/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-jadi-pangsa-pasar-utama-ekspor-sultra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2019 10:02:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor sultra]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=16307</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Sultra, yaitu sebesar US$ 740,37 juta atau 74,95 persen, disusul India US$ 130,87 juta atau 13,25 persen dan Korea Selatan US$ 49,05 juta atau 57,36 persen. Adapun barang yang diekspor ke luar negeri di antaranya besi, baja, biji logam, terak dan abu. &#8220;Share ekspor terbesar per &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-jadi-pangsa-pasar-utama-ekspor-sultra/">Tiongkok Jadi Pangsa Pasar Utama Ekspor Sultra</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Sultra, yaitu sebesar US$ 740,37 juta atau 74,95 persen, disusul India US$ 130,87 juta atau 13,25 persen dan Korea Selatan US$ 49,05 juta atau 57,36 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun barang yang diekspor ke luar negeri di antaranya besi, baja, biji logam, terak dan abu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Share ekspor terbesar  per November yaitu besi dan baja sebesar US$ 610, 80 juta atau 70,33 persen, selanjutnya biji logam, terak dan abu US$ 220,42 juta atau 25,38 persen,” ungkap Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Edy, kenaikan ekspor tersebut berdampak pada penerimaan negara mengingat besi, baja, biji logam, terak dan abu merupakan penyumbang utama pendapatan negara. Kenaikan nilai penjualan sebesar 15, 26 persen tahun 2018 membantu mendorong neraca dagang Indonesia surplus US$ 38,23 juta.</p>


<p>[artikel number=3 tag=”pasar,ekspor” ]</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lanjut dia, volume ekspor November 2018 tercatat 855,57 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 10,12 persen, jika dibandingkan ekspor Oktober 2018 yang tercatat 951,94 ribu ton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menjelaskan, ekspor Sultra Januari-November 2018 mencapai 8.467,68 ribu ton atau senilai US$987,82 juta. Sementara nilai impor Sultra pada November 2018 tercatat US$81,07 juta atau mengalami penurunan sebesar 18,28 persen dibanding impor Oktober 2018 yang tercatat US$ 99,21 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan volume impor November 2018 tercatat 68,54 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 47,54 persen dibanding impor Oktober 2018 yang tercatat 130,66 ribu ton. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Total impor Sulawesi Tenggara Januari-November 2018 mencapai 980,34 ribu ton atau senilai US$ 735,91 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter: Ningsih<br>
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-jadi-pangsa-pasar-utama-ekspor-sultra/">Tiongkok Jadi Pangsa Pasar Utama Ekspor Sultra</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-jadi-pangsa-pasar-utama-ekspor-sultra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Sultra</title>
		<link>https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-masih-jadi-tujuan-utama-ekspor-sultra/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-masih-jadi-tujuan-utama-ekspor-sultra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2018 10:46:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=13876</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Negara tujuan ekspor Sultra masih didominasi oleh Tiongkok sebesar US$ 648,32 juta atau 74,65 Persen, Korea Selatan US$ 49,05 juta dan India US$ 114,76 juta atau 13,21 persen. Data release BPS Sultra menyebutkan, perkembangan ekspor Sultra pada Oktober 2018 mengalami kenaikan sebesar 25,89 atau setara US$103,50 juta jika dibandingkan ekspor September yang &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-masih-jadi-tujuan-utama-ekspor-sultra/">Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Sultra</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Negara tujuan ekspor Sultra masih didominasi oleh Tiongkok sebesar US$ 648,32 juta atau 74,65 Persen, Korea Selatan US$ 49,05 juta dan  India US$ 114,76 juta atau 13,21 persen.</p>
<p>Data release BPS Sultra menyebutkan, perkembangan ekspor Sultra pada Oktober 2018  mengalami kenaikan sebesar 25,89 atau setara US$103,50 juta jika dibandingkan ekspor September yang tercatat US$82,21 juta.  </p>
<p>Kepala BPS Sultra Moh. Edy Mahmud mengatakan, volume ekspor September tercatat 951,94 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 54,22 persen dibanding ekspor September yang tercatat 617,26 ribu ton.</p>
<p>Ia juga menjelaskan total ekspor Sultra Januari-Oktober mencapai 7.612,11 ribu ton atau senilai US$868,52 juta. Senada dengan hal tersebut nilai impor Sultra pada Oktober 2018 tercatat US$99,21 juta atau mengalami kenaikan sebesar 138,03 persen dibanding impor September 2018 yang tercatat US$41,68 juta.</p>
<p>Sementara volume import Oktober 2018 tercatat 130,66 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 227,30 persen dibanding impor September 2018 yang tercatat 39,92 ribu ton.</p>
<p>Total  impor Sulawesi Tenggara Januari-Oktober 2018 mencapai 911,80 ribu ton atau senilai US$654,84 juta.</p>
<p>&#8220;Share ekspor terbesar untuk total ekspor Januari &#8211; Oktober yaitu besi dan baja sebesar US$ 610, 80 juta atau 70,33 persen, selanjutnya biji logam, terak dan abu US$ 220,42 Juta atau 25,38 persen,&#8221;katanya.</p>
<p>Reporter: Ningsih<br />
Editor: Sumarlin</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-masih-jadi-tujuan-utama-ekspor-sultra/">Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Sultra</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/ekobis/tiongkok-masih-jadi-tujuan-utama-ekspor-sultra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alih Teknologi PT  VDNI, 28 TKI Belajar ke Tiongkok</title>
		<link>https://detiksultra.com/ekobis/alih-teknologi-pt-vdni-28-tki-belajar-ke-tiongkok/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/ekobis/alih-teknologi-pt-vdni-28-tki-belajar-ke-tiongkok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2018 10:50:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Konawe]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[PT VDNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=10968</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONAWE, DETIKSULTRA.COM &#8211; Sebanyak 28 karyawan pada PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) kembali memberangkatkan karyawannya untuk belajar ke Tiongkok, Senin (10/9/2018). Pemberangkatkan yang dilakukan hari ini merupakan pemberangkatan yang kedua kalinya, sebelumnya sebanyak 46 karyawan juga dikirim untuk belajar ke Tiongkok untuk belajar peleburan logam. HRD PT VDNI, Arys Nirwana mengatakan bahwa 28 karyawan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/alih-teknologi-pt-vdni-28-tki-belajar-ke-tiongkok/">Alih Teknologi PT  VDNI, 28 TKI Belajar ke Tiongkok</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KONAWE, DETIKSULTRA.COM &#8211; Sebanyak 28 karyawan pada PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) kembali memberangkatkan karyawannya untuk belajar ke Tiongkok, Senin (10/9/2018). Pemberangkatkan yang dilakukan hari ini merupakan pemberangkatan yang kedua kalinya, sebelumnya sebanyak 46 karyawan juga dikirim untuk belajar ke Tiongkok untuk belajar peleburan logam.<br />
HRD PT VDNI, Arys Nirwana mengatakan bahwa 28 karyawan yang dikirim hari ini untuk mempelajari terkait pembangkit listrik. &#8220;Pengiriman yang kami lakukan hari ini merupakan salah satu program alih teknologi dari perusahaan kami, sehingga kedepannya tenaga kerja lokal kita sudah bisa mengoperasikan bagian teknis,&#8221; terangnya.<br />
Karyawan yang dikirim tersebut akan belajar selama satu tahun untuk belajar di Yancheng Technology Institute terkait peleburan logam. Ia berharap agar seluruh karyawan yang mendapatkan beasiswa untuk belajar tersebut bisa mengembangkan potensi dan ilmu yang dimiliki kedepannya.<br />
&#8220;Mudah-mudahan nantinya mereka yang dikirim ini bisa menguasai ilmu Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan bisa mengiplementasikan ilmunya di smelter,&#8221; harapnya.<br />
Sementara itu, Camat Morosi, Suryana Saranani berpesan kepada seluruh karyawan yang telah dipilih agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.</p>
<p><em>Pemberian beasiswa secara simbolis yang dilakukan HRD PT VDNI, Arys Nirwana kepada karyawan yang akan belajar ke Tiongkok. Foto: Ilmi/Detiksultra</em><br />
&#8220;Jangan disia-siakan dan jangan bikin malu nanti di sana, kalian yang berangkat hari ini merupakan orang yang dipilih jadi pergunakan kesempatan yang baik ini untuk membangun daerah kalian nantinya,&#8221; pesannya.<br />
Faisal, salah seorang karyawan yang diberangkatkan mengaku senang dengan kepedulian yang diberikan perusahaan tersebut. Pasalnya, dengan begitu ia bersama teman-temannya bisa mengembangkan pengetahuan dan mendapatkan ilmu baru lagi.<br />
&#8220;Saya senang sekali karena pasti banyak yang ingin mendapat kesempatan untuk belajar, apalagi ini semua ditanggung perusahaan. Agak berat harus tinggalkan keluarga tapi untuk membuat diri saya lebih maju lagi memang harus menempuh jalan ini,&#8221; pungkasnya.<br />
Reporter: Ilmi<br />
Editor: Fizi</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/alih-teknologi-pt-vdni-28-tki-belajar-ke-tiongkok/">Alih Teknologi PT  VDNI, 28 TKI Belajar ke Tiongkok</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/ekobis/alih-teknologi-pt-vdni-28-tki-belajar-ke-tiongkok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
