<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Pesta Adat Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/pesta-adat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jun 2022 08:10:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita Pesta Adat Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Laskar Rempah Napak Tilas Jalur Rempah Nusantara di Baubau dan Nikmati Tradisi Pakande-kandea</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/laskar-rempah-napak-tilas-jalur-rempah-nusantara-di-baubau-dan-nikmati-tradisi-pakande-kandea/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/laskar-rempah-napak-tilas-jalur-rempah-nusantara-di-baubau-dan-nikmati-tradisi-pakande-kandea/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2022 08:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sultra Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=77360</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Baubau dan Buton menjadi titik ketiga dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. Setelah berlayar dari Makassar, 37 Laskar Rempah bersama KRI Dewaruci berlabuh di Pelabuhan Murhum, 8 Juni 2022. Diiringi dengan Tari Galangi, tarian yang digunakan untuk memuliakan kebesaran Sultan Buton dan menyambut tamu, peserta disambut oleh Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/laskar-rempah-napak-tilas-jalur-rempah-nusantara-di-baubau-dan-nikmati-tradisi-pakande-kandea/">Laskar Rempah Napak Tilas Jalur Rempah Nusantara di Baubau dan Nikmati Tradisi Pakande-kandea</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Baubau dan Buton menjadi titik ketiga dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. Setelah berlayar dari Makassar, 37 Laskar Rempah bersama KRI Dewaruci berlabuh di Pelabuhan Murhum, 8 Juni 2022.</p>
<p>Diiringi dengan Tari Galangi, tarian yang digunakan untuk memuliakan kebesaran Sultan Buton dan menyambut tamu, peserta disambut oleh Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Komandan Lantamal VI Makassar Laksamana Pertama TNI Benny Sukandari, serta perwakilan Kemendikbudristek yang diwakili oleh Pamong Budaya Ahli Utama Siswanto.</p>
<p>Buton dengan Baubau sebagai kota pelabuhan terletak dalam wilayah yang strategis antara Makassar dan Kepulauan Maluku. Buton dalam Jalur Rempah menempati posisi sebagai ‘Zona Penghubung’ (Zone of Connector) dan berperan sebagai ‘Pedagang Perantara’ (Trader of Agency) antara pusat rempah-rempah di Kawasan Timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua dengan pusat industri pengolahan rempah-rempah di kawasan barat Indonesia, khususnya Jawa.</p>
<p>Posisi dan peran tersebut dimulai sejak paruh kedua abad ke-17 hingga paruh kedua abad ke-20. Jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, Pulau Buton telah menjadi catatan penting dalam sejarah pelayaran Nusantara. Ini dibuktikan dengan tertulisnya nama Buton (Butun) dalam Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca.</p>
<p>Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengatakan, Kota Baubau dan Kabupaten Buton yang dahulu adalah tempat Kerajaan Buton juga adalah pemain utama di dalam maritim bagian timur.</p>
<p>“Kami percaya bahwa peradaban di kawasan ini menjadi sebuah peradaban yang kuat pada zamannya dan tidak terlepas dari tempat strategis Buton ini sehingga menjadi persinggahan pedagang-pedagang masa lampau,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_77362" aria-describedby="caption-attachment-77362" style="width: 715px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-77362" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-09-at-15.46.46.jpg" alt="" width="715" height="370" /><figcaption id="caption-attachment-77362" class="wp-caption-text">Peserta Laskar Rempah mengikuti tradisi pekande-kandea yang dilakukan di Baruga Benteng Wolio. Dalam bahasa Buton, pekande-kandea berarti ‘makan-makan’.</figcaption></figure>
<p>Di titik singgah ini, Laskar Rempah melakukan kunjungan budaya dan napak tilas jejak Jalur Rempah di Benteng Wolio, sebuah benteng yang didirikan oleh masyarakat asli dari Kesultanan Buton dengan Sodhamparagigi atau semangat gotong royong.</p>
<p>Arsitektur bangunan Benteng Wolio yang terbuat dari batu karang kecokelatan direkat dengan campuran kapur dan pasir juga menarik untuk ditelusuri oleh Laskar Rempah karena di sinilah pusat kegiatan pemerintahan dan pusat seluruh aktivitas kesultanan dijalankan. Benteng Wolio merupakan simbol kejayaan kerajaan maritim masa silam.</p>
<p>Dalam Dialog Budaya antara sejarawan dan Laskar Rempah di Baruga Benteng Wolio (8/6/2022), Antropolog Universitas Dayanu Ikhsanudin La Ode Abdul Munafi, mengatakan, Benteng Wolio merupakan pertahanan dan perlindungan ibu kota Kesultanan Buton. “Ini merupakan refleksi bagaimana sebuah bangsa berusaha mempertahankan kedaulatan di titik persilangan lalu lintas laut pada masanya. Secara simbolik, benteng ini juga menjadi pesan pada bangsa-bangsa yang melintasi Buton bahwa negeri tersebut bukanlah negeri yang tidak bertuan,” jelasnya.</p>
<figure id="attachment_77363" aria-describedby="caption-attachment-77363" style="width: 715px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-77363" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-09-at-15.46.57.jpg" alt="" width="715" height="370" /><figcaption id="caption-attachment-77363" class="wp-caption-text">Pada masa silam, tradisi ini digelar untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang.</figcaption></figure>
<p>Selain Benteng Wolio, peserta mengikuti tradisi pekande-kandea yang dilakukan di Baruga Benteng Wolio. Dalam bahasa Buton, pekande-kandea berarti ‘makan-makan’. Pada masa silam, tradisi ini digelar untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang. Seiring dengan perkembangan zaman, pekande-kandea saat ini digelar untuk berbagai keperluan, seperti menjamu tamu, syukuran, ataupun untuk menjalin tali silaturahmi pada Idulfitri. Di pakande-kandea, seluruh lapisan masyarakat berbaur menikmati hidangan tradisional dari olahan hasil bumi dan laut Buton.</p>
<p>KRI Dewaruci beserta Laskar Rempah nantinya meninggalkan Baubau dan Buton untuk melanjutkan pelayaran menuju titik Ternate. Bersama KRI Dewaruci, Laskar Rempah dijadwalkan akan tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, pada 14 Juni 2022. (*)</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/laskar-rempah-napak-tilas-jalur-rempah-nusantara-di-baubau-dan-nikmati-tradisi-pakande-kandea/">Laskar Rempah Napak Tilas Jalur Rempah Nusantara di Baubau dan Nikmati Tradisi Pakande-kandea</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/sultra-raya/laskar-rempah-napak-tilas-jalur-rempah-nusantara-di-baubau-dan-nikmati-tradisi-pakande-kandea/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Buton Hadiri Pesta Adat Kondowa Dongkala</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/buton/bupati-buton-hadiri-pesta-adat-kondowa-dongkala/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/buton/bupati-buton-hadiri-pesta-adat-kondowa-dongkala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 11:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buton]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Buton]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=52997</guid>

					<description><![CDATA[<p>BUTON, DETIKSULTRA.COM &#8211; Masyarakat Desa Kondowa dan Dongkala, Pasarwajo, Kabupaten Buton, menggelar pesta adat tahunan. Dalam sinoipsi pesta adat Kondowa Dongkala, Kondowa merupakan satu dari 72 kadie dalam Kesultanan Buton. Sejak ditetapkan sebagai Kadie, saat itulah Kondowa mempunyai Adat dan Budaya yang disebut Adat dan Budaya Kondowa dan mempunyai satu struktur aparat adat yang disebut &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/buton/bupati-buton-hadiri-pesta-adat-kondowa-dongkala/">Bupati Buton Hadiri Pesta Adat Kondowa Dongkala</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BUTON, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Masyarakat Desa Kondowa dan Dongkala, Pasarwajo, Kabupaten Buton, menggelar pesta adat tahunan.</p>
<p>Dalam sinoipsi pesta adat Kondowa Dongkala, Kondowa merupakan satu dari 72 kadie dalam Kesultanan Buton.</p>
<p>Sejak ditetapkan sebagai Kadie, saat itulah Kondowa mempunyai Adat dan Budaya yang disebut Adat dan Budaya Kondowa dan mempunyai satu struktur aparat adat yang disebut Sarana Kondowa yang dipimpin oleh seorang Ketua Adat yang disebut Parabela dan Imam.</p>
<p>Dalam Adat dan Budaya Kondowa yang berasaskan Rumah Tangga (kekeluargaan), Parabela selaku ketua Adat dianggap sebagai Bapak Masyarakat Kondowa dan Imam Kondowa dianggap sebagai ibu Masyarakat Kondowa.</p>
<p>Pesta Adat Kondowa dilaksanakan pada saat musim tanam yang ditandai pemukulan gendang yang pertama, dilaksanakan tiap-tiap malam selama 40 hari. Selama 40 hari masyarakat<br />
Kondowa pada siang hari pergi kekebun untuk membersihkan lahan kebunnya dan pada malam hari berkumpul di Baruga untuk memukul gendang.</p>
<p>Disamping memukul gendang pada tiap-tiap malam hari itu juga diadakan musyawarah Adat. Segala sesuatunya dimusyarawakan dalam pertemuan adat tersebut.</p>
<p>Setelah 40 hari lamanya diadakan pemukulan gendang dan musyawarah Adat maka dilaksanakanlah pesta adat.</p>
<p>Pesta adat tersebut sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas umur, rezeki, dan keselamatan yang diberikan oleh Allah SWT.</p>
<p>Pesta adat doa juga untuk memanjatkan doa agar dalam musim tanam kali ini behasil dan memawa keberkahan bagi semua umat.</p>
<p>Pesta adat Tahunan yang digelar di Galampa Kondowa Dongkala itu dihadiri, Bupati Buton, La Bakry, Pemerhati Budaya Buton yang juga mantan Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun, SH, Ketua DPRD Kabupaten Buton, Hariasi Salad, SH, Sultan Buton (Lembaga Perangkat Adat), dr. LM Izat manarfa, Anggota DPRD Provinsi Sultra, Fajar Ishak Dg. Jaya, SH, MH serta pejabat lingkup Pemkab Buton dan pemangku adat Kondowa Dongkala.</p>
<p>Sultan Buton, LM. Izat Manarfa, mengharapkan pesta adat tahunan terus dilaksanakan untuk memajukan budaya sebagai kearifan lokal dan harus membawa manfaat pada masyarakat Kondowa dan Dongkala.<img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-52999 aligncenter" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2020/12/kondo.jpg" alt="" width="696" height="370" /></p>
<p style="text-align: center;">Bupati Buton, La Bakry. Lhia</p>
<p>Umar Abdul Samiun yang didaulat sebagai sesepuh masyarakat Adat Kondowa menyampaikan terima kasihnya pada masyarakat adat Kondowa yang telah diundang sekaligus mendaulat dirinya sebagai sesepuh adat Kondowa Dongkala.</p>
<p>“Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kondowa yang telah mengikhlaskan tanah adatnya seluas 71 hektar untuk dijadikan sebagai sarana dan prasana perkantoran Pemkab Buton, yang disebutnya Takawa. Dimana saat itu saya menjabat Bupati Buton,” kata Umar Samiun.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Buton, La Bakry, mengucapkan selamat atas diselenggarakannya pesta adat tahunan desa Kondowa Dongkala.</p>
<p>“Alhamdulillah meskipun dalam kondisi Pandemi Covid 19 kita masih dalam keadaan sehat walafiat,” katanya.</p>
<p>Ketua DPD Golkar ini juga mengharapkan perangkat Adat untuk memanjatkan doa sehingga Kabupaten Buton terbebas dari Covid-19.</p>
<p>Bupati Buton menegaskan, selain jalan yang ada di Kondowa, Benteng Kondowa juga dimasukkan sebagai cagar budaya. Benteng Kondowa, dalam pemeliharannya Insya Allah kita minta bantu pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
<p>&#8220;Semua itu merupakan sebagai bukti sejarah bahwa kita pernah jaya di masalalu dengan benteng pertahanan di mana mana,” tukasnya.</p>
<p><strong>Reporter: Lhia</strong><br />
<strong>Editor: Via</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/buton/bupati-buton-hadiri-pesta-adat-kondowa-dongkala/">Bupati Buton Hadiri Pesta Adat Kondowa Dongkala</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/buton/bupati-buton-hadiri-pesta-adat-kondowa-dongkala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Warga Meriahkan Pesta Adat Takimpo</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/baubau/ratusan-warga-meriahkan-pesta-adat-takimpo/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/baubau/ratusan-warga-meriahkan-pesta-adat-takimpo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2018 23:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Baubau]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Mazi]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=13775</guid>

					<description><![CDATA[<p>PASARWAJO, DETIKSULTRA.COM &#8211; Ratusan warga ikut memeriahkan pesta adat takimpo yang digelar di Baruga Adat, Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, Buton. Pagelaran pesta adat yang dilakukan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi. Ketua Panitia Pesta Adat Takimpo, La Hadamu mengatakan bahwa adanya pesta adat yang diselenggarakan setiap setahun sekali itu menjadi ajang silahturahmi baik &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/baubau/ratusan-warga-meriahkan-pesta-adat-takimpo/">Ratusan Warga Meriahkan Pesta Adat Takimpo</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PASARWAJO, DETIKSULTRA.COM &#8211; Ratusan warga ikut memeriahkan pesta adat takimpo yang digelar di Baruga Adat, Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, Buton. Pagelaran pesta adat yang dilakukan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi. </p>
<p>Ketua Panitia Pesta Adat Takimpo, La Hadamu mengatakan bahwa adanya pesta adat yang diselenggarakan setiap setahun sekali itu menjadi ajang silahturahmi baik antara masyarakat dengan pemerintah maupun antara masyarakat dengan masyarakat. Tidak hanya itu, pesta adat yang turut dihadiri orang nomor satu di Sultra diharapkan bisa mengawal masa kepemimpinan gubernur di Sultra selama lima tahun mendatang. </p>
<p>Salima, salah seorang warga menuturkan bahwa pesta adat tersebut sudah menjadi tradisi sejak lama dan dijadikan warga sebagai ajang untuk berkumpul. </p>
<p>&#8220;Suasananya seperti lebaran, sangat ramai pastinya. Kita semua berkumpul ada yang pakai baju adat dan ada juga yang tidak,&#8221; ujarnya, Rabu (28/11/2018).</p>
<p>Dikatakannya, jika pesta adat tersebut biasa berlangsung hingga subuh hari, seluruh warga dipersilahkan untuk masuk makan secara bergantian dengan diantar oleh orang tua yang telah dituakan. </p>
<p>Bupati Buton, La Bakry menuturkan bahwa pesta adat yang dilakukan itu merupakan tradisi dan sukarela dari warga setempat. Ia juga mengaku sangat senang dan bangga karena pesta adat tersebut dihadiri oleh gubernur. </p>
<p>&#8220;Jarang-jarang pesta adat kita dihadiri gubernur. Apalagi ini pada 100 hari pertama beliau memimpin,&#8221; katanya. </p>
<p>Ia tidak dapat memastikan berapa jumlah talang yang disajikan saat itu, namun sesuai dengan tradisi setiap rumah di Takimpo pasti menyediakan talang yang sudah berisi berbagai hidangan makanan dan sama sekali tidak menggunakan dana dari pemerintah. </p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20181129_13887.jpg" alt="" width="800" height="400" class="alignleft size-full wp-image-13778" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20181129_13887.jpg 800w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20181129_13887-768x384.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan jika ia sangat mengapresiasi budaya yang masih tetap dipertahankan oleh warga setempat. </p>
<p>&#8220;Teruslah seperti ini, memelihara warisan budaya. Jangan mudah terpengaruhi dengan budaya lain dan melupakan budaya kita sendiri,&#8221; pesannya. </p>
<p>Ali Mazi yang malam itu juga menggunakan pakaian adat khas Buton mengaku jika ia senang bisa berkumpul dengan warga setempat untuk merayakan pesta adat tahunan tersebut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20181129_37360.jpg" alt="" width="800" height="400" class="alignleft size-full wp-image-13779" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20181129_37360.jpg 800w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20181129_37360-768x384.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Uniknya, pesta adat tersebut merupakan sebuah rangkaian makan bersama yang disediakan di talang dengan berbagai jenis makanan. Seluruh warga ikut berpartisipasi dan manyiapkan masing-masing talang untuk disantap bersama. Tidak hanya itu, terdapat pula ritual tokoh adat yang masuk secara bergantian dan mengantar para pemuda untuk masuk dalam baruga dan makan bersama serta mengantar para perempuan yang sudah tidak memiliki suami untuk saling bertukar kado dengan orang tua laki-laki yang dituakan. </p>
<p>Reporter: Ilmi<br />
Editor: Fizzi</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/baubau/ratusan-warga-meriahkan-pesta-adat-takimpo/">Ratusan Warga Meriahkan Pesta Adat Takimpo</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/baubau/ratusan-warga-meriahkan-pesta-adat-takimpo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
