<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita pakaian adat Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/pakaian-adat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Apr 2021 08:03:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita pakaian adat Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pakaian Adat, Koalisi Makna Etika, Elemen dan Estetika</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/pakaian-adat-koalisi-makna-etika-elemen-dan-estetika/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/pakaian-adat-koalisi-makna-etika-elemen-dan-estetika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2020 10:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian adat]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Tolaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=39156</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM-Bangsa indonesia adalah koalisi permanen dari 1.072 etnik dan sub etnik yang tercermin dari kebhinekaan pakaian adat yang dikenakan. Pakaian adat dan restorasi jati diri pakaian adat adalah produk budaya tenunan indonesia. Pakaian adat tradisional tidak mengabaikan elemen, estetika, etika bahkan ideologi sebagai paham kebenaran yang diyakini tertuang dalam warna, bahan dan guratan motif &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/pakaian-adat-koalisi-makna-etika-elemen-dan-estetika/">Pakaian Adat, Koalisi Makna Etika, Elemen dan Estetika</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph"><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong>-Bangsa indonesia adalah koalisi permanen dari 1.072 etnik dan sub etnik yang tercermin dari kebhinekaan pakaian adat yang dikenakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pakaian adat dan restorasi jati diri pakaian adat adalah produk budaya tenunan indonesia. Pakaian adat tradisional tidak mengabaikan elemen, estetika, etika bahkan ideologi sebagai paham kebenaran yang diyakini tertuang dalam warna, bahan dan guratan motif yang mempunyai keunikan tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kasus pakaian adat tolaki adalah perkembangan dari zaman ke zaman, terkait pembiasaan peran sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin, status sosial, dan ritual hingga fungsi pragmatik tersendiri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan perbedaan itulah jenis pakaian tradisional tolaki terbedakan antara pria dan wanita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pakaian adat tolaki khusus pria dikenal dengan sebutan <em>babu kandiu</em>, yang merupakan pakaian yang berkembang dari genus kulit kayu yang biasa disebut <em>kinawo</em> sebagai pakaian masa lampau. Kulit kayu <em>Usongi</em>, <em>Otipulu</em>, <em>Dalisi</em> dan <em>Wehuka</em> yang direbus dengan abu dapur, direndam hingga lembut, dipukul-pukul hingga tipis melebar sehingga didapatkan seratnya. Serat itulah yang dirajut sebagai busana sehari hari.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="800" height="445" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2020/03/miss-2-2.jpg" alt="" class="wp-image-39157" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2020/03/miss-2-2.jpg 800w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2020/03/miss-2-2-768x427.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption><code>Istimewa</code></figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut pegiat budaya tolaki, Ajemain Suruambo, babu kandiu merupakan pakaian khusus  laki laki yang memiliki kancing yang dapat terbuka secara tegak lurus sebagai makna keyakinan yang lurus akan tujuan dan falsafah ideologis suku tolaki (<em>pine ona ona</em>). Pakaian tersebut biasanya berwarna putih yang melambangkan kesucian dan keihlasan hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan untuk motif kotak-kotak (<em>pine tari wadi</em>) dalam pakaian adat khusus wanita (<em>babunginasami</em>) adalah bentuk irisan kue wajik yang melambangkan ketulusan seorang wanita untuk melayani kebutuhan suami dalam rumah tangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu terdapat motif tumbuhan pakis dalam pakaian adat tolaki (<em>pine ta ulumbaku</em>) yang melambangkan bahwa tanah adat tolaki tempat kehidupan adalah tanah kesuburan dan kesejahtraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pakaian adat tolaki itu memiliki makna dan nilai warna hitam melambangkan simbolkewibawaan yang dimiliki kalangan bangsawan, sedangkan warna biru melambangkan sebuah nlai angan-angan dan ciita-cita luhur pemakainya, seperti dalam lagu rakyat tolaki<em> une une</em>,” ucapnya sambil berdendang lagu<em> kute une uneko</em>.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="800" height="445" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2020/03/miss-3.jpg" alt="" class="wp-image-39158" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2020/03/miss-3.jpg 800w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2020/03/miss-3-768x427.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption><code>Rieski Dwi Oktaviana adalah finalis Putri Indonesia 2020 asal Sulawesi Tenggara.  Istimewa</code></figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari laman resmi puteri-indonesia.com, Rieski Dwi Oktaviana adalah finalis Putri Indonesia 2020 asal Sulawesi Tenggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, menjadikan Kikio sapaan sehari harinya menjadi pribadi yang tangguh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pencapaiannya saat ini tak lepas dari didikan kedua orang tuanya yang terus mendorong ia untuk berani bermimpi dan berani akan keterbatasan yang dimiliki. Terlebih lagi ayahnya adalah seorang polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak kecil Kikio telah diajarkan untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam mencapai tujuan. Ia pernah menjadi karyawan &#8220;<em>shoes and care&amp;quot</em>, membersihkan sepatu para pelanggan, tak jarang pula menjadi <em>cleaning service</em>. Hal itu dilakukan bukan hanya untuk mendukung dirinya dalam hal finansial namun sebagai pembuktian bahwa ia adalah wanita mandiri dan tangguh lebih dari apa yang ia pikirkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ajemain Suruambo, selaku pegiat budaya tolaki, warna merah dalam balutan pakaian adat yang dikenakan Kikio saat ajang tersebut merupakan simbol keberanian atau dalam bahasa tolaki disebut <em>motaha </em>atau <em>momea.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hiasan disekitar leher disebut<em> wonake wi nonga</em> dengan hiasan dibawah <em>pinepara babu</em>,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pakaian adat yang dikenakan merupakan media intropeksi untuk menata kembali fungsi dan keunikan motif dari pakaian adat yang dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pakaian adat terdapat sebuah nilai multikultur yang dapat digunakan untuk mewujudkan tujuan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Reporter: Anakia<br>Editor: Haikal</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/pakaian-adat-koalisi-makna-etika-elemen-dan-estetika/">Pakaian Adat, Koalisi Makna Etika, Elemen dan Estetika</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/pakaian-adat-koalisi-makna-etika-elemen-dan-estetika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Kartini, Satlantas Kolaka Berpakaian Adat Saat Melayani</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/peringati-hari-kartini-satlantas-kolaka-berpakaian-adat-saat-melayani/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/peringati-hari-kartini-satlantas-kolaka-berpakaian-adat-saat-melayani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2018 03:13:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaka]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian adat]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan hari kartini]]></category>
		<category><![CDATA[satlantas polres kolaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://detiksultra.com/?p=6485</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOLAKA, DETIKSILTRA.COM &#8211; Ada pemandangan berbeda terlihat di kantor Satuan Lantas (Satlantas) Polres Kolaka, Sabtu (21/4/2018). Anggota menggenakan pakaian adat dan kebaya saat memberikan pelayanan. Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (Kaurbin Ops) Satlantas Polres Kolaka, Iptu I Putu mengatakan, seluruh personil wajib memakai baju adat dan baju kebaya dalam rangka memperingati hari Kartini. “Kami semua &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/peringati-hari-kartini-satlantas-kolaka-berpakaian-adat-saat-melayani/">Peringati Hari Kartini, Satlantas Kolaka Berpakaian Adat Saat Melayani</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOLAKA, DETIKSILTRA.COM &#8211; Ada pemandangan berbeda terlihat di  kantor Satuan Lantas (Satlantas) Polres Kolaka, Sabtu (21/4/2018). Anggota menggenakan pakaian adat dan kebaya saat memberikan pelayanan.<br />
Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (Kaurbin Ops) Satlantas Polres Kolaka, Iptu I Putu mengatakan, seluruh personil wajib memakai baju  adat dan baju kebaya dalam rangka memperingati hari Kartini. “Kami semua melayani masyarakat mulai dari pembuatan SIM serta pelayanan lainnya mengenakan pakaian adat dan kebaya,” terangnya.<br />
Pelayanan prima juga diberikan. Memberikan penjelasan secara detil setiap kali ada warga berurusan guna menghindari adanya percaloan.<br />
“Ini baru pertama kalinya kami memakai pakaian adat serta pakaian kebaya, rasanya aneh juga tapi menyenangkan bagi kami,” jelasnya.<br />
Dalam  memberikan pelayanan, anggota pria mengenaiakan pakaian adat daerah masing-masing dan perempuan mengenakan baju kebaya.<br />
“Saya harap para wanita-wanita Indonesia bisa lebih maju dan tangguh, utamanya bagi para Polwan yang bertugas di wilayah Nusantara ini,” tutupnya.<br />
Reporter : Yus<br />
Editor: Cuncun</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/peringati-hari-kartini-satlantas-kolaka-berpakaian-adat-saat-melayani/">Peringati Hari Kartini, Satlantas Kolaka Berpakaian Adat Saat Melayani</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/peringati-hari-kartini-satlantas-kolaka-berpakaian-adat-saat-melayani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
