<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita mayat bayi Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/mayat-bayi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 May 2021 05:53:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita mayat bayi Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Bak Sampah</title>
		<link>https://detiksultra.com/hukum/mayat-bayi-perempuan-ditemukan-di-bak-sampah/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/hukum/mayat-bayi-perempuan-ditemukan-di-bak-sampah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2019 20:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[mayat bayi]]></category>
		<category><![CDATA[polsek baruga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=25028</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Masyarakat Kota Kendari kembali dihebohkan dengan penemuan sosok mayat bayi perempuan di bak sampah. Bayi itu, terbungkus kantung kresek hitam, saat ditemukan oleh seorang pemulung yang hendak mencari barang bekas. Peristiwa yang mengagetkan tersebut terjadi sekira pukul 20:00 wita, di jalan Ubin Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari. Hal tersebut dibenarkan Kepala &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/mayat-bayi-perempuan-ditemukan-di-bak-sampah/">Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Bak Sampah</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Masyarakat Kota Kendari kembali dihebohkan dengan penemuan sosok mayat bayi perempuan di bak sampah. Bayi itu, terbungkus kantung kresek hitam, saat ditemukan oleh seorang pemulung yang hendak mencari barang bekas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa yang mengagetkan tersebut terjadi sekira pukul 20:00 wita, di jalan Ubin Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut dibenarkan Kepala Kepolisian (Kapolsek) Baruga AKP Sri Endang. Ia mengatakan, bahwa masyarakat dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat bayi perempuan di dalam penampungan sampah yang pertama kali ditemukan seorang pemulung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8221;Jadi kejadian sekitar jam 20:00 wita kami memperoleh informasi dari masyarakat setempat bahwa ada di temukan sebongkah barang yang awalnya tidak diketahui kemudian masyarakat berkumpul kemudian membuka ternyata sesosok mayat bayi perempuan,&#8221; ujarnya, Rabu (19/6/2019) malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dokter, bayi tersebut diperkirakan berusia lima bulan dan dilahirkan dengan cara dipaksakan, pasalnya kondisi ukurannya sangat kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah diamankan untuk menyelidiki pelaku pembuangan mayat tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk TKP kami sudah amankan kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat apabila menemukan orang yang mencurigakan di sekitar TKP apalagi yang berkaitan dengan kejadian tersebut misalnya ada wanita yang habis melahirkan yang dicurigai bisa diinformasikan kepada kami,” ungkap Kapolsek Baruga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayat tersebut, bayi sudah diamankan di Rumah Sakit Bhayangkara Kendaei untuk dilakukan otopsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, seorang warga Sharul (60) yang tinggal tepat di seberang bak sampah tempat ditemukannya mayat bayi tersebut bercerita, pemulung sempat meninta tolong kewarga saat penemuan bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tadi jam sekitar jam setengah delapan sampai jam delapan, pemulung laki-laki tua mengggunakan kendaraan bermotor menggandeng keranjang penampungan sampah, sempat minta tolong kepada masyarakat disini, minta disaksikan untuk dilihat bersama-sama,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter: Musdar<br>
Editor: Sumarlin</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/mayat-bayi-perempuan-ditemukan-di-bak-sampah/">Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Bak Sampah</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/hukum/mayat-bayi-perempuan-ditemukan-di-bak-sampah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yaudu Salam Ajo: Mayat Bayi Jangan Dijadikan Sandera</title>
		<link>https://detiksultra.com/headline/yaudu-salam-ajo-mayat-bayi-jangan-dijadikan-sandera/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/headline/yaudu-salam-ajo-mayat-bayi-jangan-dijadikan-sandera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2018 03:19:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[anggota dprd sultra]]></category>
		<category><![CDATA[mayat bayi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=13490</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Polemik penyekapan jenazah bayi di RS Bahteramas pada Kamis (15/11/2018) lalu, membuat Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo geram. Ia menilai, tindakan yang dilakukan pihak rumah sakit tidak manusiawi. &#8220;Jangan mayat bayinya yang dijadikan alat untuk jaminan, lalu mayatnya disendera sebagai kepentingan tanggung jawab. Kan ada orang tuanya yang bertanggung &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/yaudu-salam-ajo-mayat-bayi-jangan-dijadikan-sandera/">Yaudu Salam Ajo: Mayat Bayi Jangan Dijadikan Sandera</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Polemik penyekapan jenazah bayi di RS Bahteramas pada Kamis (15/11/2018) lalu, membuat Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo geram. Ia menilai, tindakan yang dilakukan pihak rumah sakit tidak manusiawi.</p>
<p>&#8220;Jangan mayat bayinya yang dijadikan alat untuk jaminan, lalu mayatnya disendera sebagai kepentingan tanggung jawab. Kan ada orang tuanya yang bertanggung jawab.<br />
Kewajiban yang hidup terhadap orang yang meninggal harus segera memandikan dan menguburkan. Kewajibannya terhadap rumah sakit tentu pasti ada yang bertanggung jawab,&#8221; imbuh politisi PKS ini.</p>
<p>Caleg DPR RI Dapil Sultra ini mengatakan, RS Bahteramas mempunyai banyak masalah yang cukup serius. Selain masalah pelayanan, penunggakan pembayaran BPJS juga membelit rumah sakit paling elit di Sultra tersebut.</p>
<div style="background-color: #8FBC8F; padding: 10px; text-align: left;">
<p><font color="#B22222"><strong>BACA JUGA:</strong></font><br />
<strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">18 Tahun Menjabat Ketua RT, Pria Ini Didemo Ibu-ibu</font></strong><br />
<strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">Sesi Pertama Dua CPNS Kemenag Penuhi Passing Grade</font></strong><br />
<a href="https://detiksultra.com/aktivitas-pertambangan-di-konkep-segera-dihentikan" target="blank" rel="noopener"><strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">Aktivitas Pertambangan di Konkep Segera Dihentikan</font></strong></a><br />
<strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">Ini Model Kartu Nikah Pasutri</font></strong>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tunggakan BPJS juga itu sampai sekarang memengaruhi pelayanan, akhirnya RS Bahteramas mendapatkan talangan dana terhadap biaya operasional dari Pemprov diprediksi hingga akhir tahun,&#8221; bebernya.</p>
<p>Menyikapi hal itu secara kelembagaan, pihaknya bakal menggelar rapat internal Komisi IV DPRD. Lalu segera menyurati pihak RS Bahteramas, Dinkes Sultra, dan pihak terkait untuk mencari benang merah segala permasalahan yang ada.</p>
<p>&#8220;Senin depan kami akan menggelar rapat internal komisi, lalu mengundang pihak RS Bahteramas, Dinkes Sultra untuk membicarakan segala permasalahan terkait pembiayaan, pelayanan dan tanggung jawab dalam rapat dengar pendapat,&#8221; tutup Yaudu Salam Ajo.</p>
<p>Seperti diketahui, pihak RS Bahteramas diduga menahan mayat seorang bayi perempuan karena pihak keluarga tak mampu membayar biaya administrasi persalinan yang jumlahnya sebesar Rp18 juta. Ibu bayi, Pricilia Tasya, melakukan persalinan di RSUD Bahteramas pada (5/11/2018). Namun, sang anak meninggal dunia pada Kamis (15/11/2018)sekitar pukul 16.00 Wita.</p>
<p>Setelah mengetahui anaknya meninggal dunia, Pricilia berniat mengambil jenazah sang anak untuk segera dimakamkan. Namun sayang, pihak RS Bahteramas tak mau menyerahkan mayat bayinya sebelum biaya administrasi persalinan dan perawatan dibayar.</p>
<p>Reporter: Fadli Aksar<br />
Editor: Ann</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/yaudu-salam-ajo-mayat-bayi-jangan-dijadikan-sandera/">Yaudu Salam Ajo: Mayat Bayi Jangan Dijadikan Sandera</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/headline/yaudu-salam-ajo-mayat-bayi-jangan-dijadikan-sandera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penemuan Janin di Kebun Gegerkan Warga Kolaka</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/penemuan-janin-di-kebun-gegerkan-warga-kolaka/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/penemuan-janin-di-kebun-gegerkan-warga-kolaka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2018 12:07:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaka]]></category>
		<category><![CDATA[mayat bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Kolaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=9318</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOLAKA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Penemuan janin di kebun milik warga di dusun I Malatipo Kelurahan Induha, Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka menggegerkan warga setempat. Salah seorang pemilik kebun, Bambang, mencium bau busuk serta melihat tumpukan tanah bekas galian. Setelah menggali tanah tersebut, ia terkejut melihat kain putih kemudian langsung melaporkannya ke pihak Polsek Kolaka, Kamis 12 Juli &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/penemuan-janin-di-kebun-gegerkan-warga-kolaka/">Penemuan Janin di Kebun Gegerkan Warga Kolaka</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOLAKA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Penemuan janin di kebun milik warga di dusun I Malatipo Kelurahan Induha, Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka menggegerkan warga setempat. Salah seorang pemilik kebun, Bambang, mencium bau busuk serta melihat tumpukan tanah bekas galian. Setelah menggali tanah tersebut, ia terkejut melihat kain putih kemudian langsung melaporkannya ke pihak  Polsek Kolaka, Kamis 12 Juli 2018.<br />
Ia menjelaskan, sekitar pukul 13.30 wita, ia mendatangi kebun untuk mengontrol pohon cengkehnya yang sedang berbuah. &#8221; Saya melihat ada bekas gundukan di tanah, setelah saya gali ternyata ada kain putih lalu saya panggil adik dan om saya yang sedang memetik cengkeh. Setelah mereka datang kemudian kami bersama-sama menggalinya,&#8221; terangnya.<br />
Awalnya, Bambang curiga bahwa gundukan tersebut santet yang sengaja orang tanam di kebunnya. Namun, makin digali tanahnya, bau busuk yang keluar juga makin menyengat.<br />
&#8221; Karena saya takut akhirnya saya melapor ke polisi. Bau busuknya itu mulai dari kemarin. Saya sempat pikir itu bau dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah karena sering menimbulkan bau busuk,&#8221; ujarnya.<br />
Kapolsek Kolaka Iptu Dadi Dariadi menjelaskan, ada laporan dari warga bernama Bambang bahwa ada penemuan janin di kebun miliknya. &#8220;Kami langsung menuju ke TKP, dari hasil olah TKP belum bisa dipastikan jenis kelaminnya karena janin belum utuh,&#8221; katanya.<br />
&#8220;Kemungkinan janinnya masih berusia lima bulan,kami juga masih terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan janin ini,&#8221; tutupnya.<br />
Reporter: Yus<br />
Editor: Fizi</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/penemuan-janin-di-kebun-gegerkan-warga-kolaka/">Penemuan Janin di Kebun Gegerkan Warga Kolaka</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka/penemuan-janin-di-kebun-gegerkan-warga-kolaka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahan Mayat Bayi, Ombudsman Sultra Akan Panggil Pemda dan DPRD Muna</title>
		<link>https://detiksultra.com/headline/tahan-mayat-bayi-ombudsman-sultra-akan-panggil-pemda-dan-dprd-muna/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/headline/tahan-mayat-bayi-ombudsman-sultra-akan-panggil-pemda-dan-dprd-muna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 15:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Muna]]></category>
		<category><![CDATA[mastri susilo]]></category>
		<category><![CDATA[mayat bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ombudsman sultra]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan publik]]></category>
		<category><![CDATA[rsud muna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=8095</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Citra pelayanan publik di Sultra kembali tercoreng. Seorang bayi yang telah meninggal dunia, ditahan di RSUD Muna karena orangtuanya tak sanggup membayar biaya RS. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sultra, Mastri Susilo, sangat prihatin dengan kejadian itu. &#8220;Ini peristiwa kemanusiaan yang menyayat hati publik, hati kita semua. Ini terjadi di rezim otoda, dimana &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/tahan-mayat-bayi-ombudsman-sultra-akan-panggil-pemda-dan-dprd-muna/">Tahan Mayat Bayi, Ombudsman Sultra Akan Panggil Pemda dan DPRD Muna</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Citra pelayanan publik di Sultra kembali tercoreng. Seorang bayi yang telah meninggal dunia, ditahan di RSUD Muna karena orangtuanya tak sanggup membayar biaya RS.<br />
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sultra, Mastri Susilo, sangat prihatin dengan kejadian itu.<br />
&#8220;Ini peristiwa kemanusiaan yang menyayat hati publik, hati kita semua. Ini terjadi di rezim otoda, dimana rentang kendali pelayanan publik ada di daerah,&#8221; ungkapnya melalui rilis hari ini, Rabu (6/6/2018).<br />
 <br />
Melihat pemberitaan di media, dimana pelayanan RSUD Muna seringkali dikeluhkan oleh penggguna layanan, Mastri meminta Pemda Muna (Bupati dan DPRD) secepatnya membenahi manajemen RSUD Muna. Dengan mendiagnosis masalahnya, apakah terkait dengan manajemen, kesejahteraan pegawai atau kurangnya dukungan anggaran dari Pemda.<br />
Mastri menganggap Pemda Muna tidak menunjukkan keseriusan untuk membenahi pelayanan RSUD. Karena itu, publik tidak kaget dengan peristiwa ini karena kejadian seperti ini bukan hal baru.<br />
Terkait hal ini pihaknya akan meminta keterangan Bupati Muna, Ketua DPRD Muna dan Manajemen RSUD Muna.<br />
&#8220;Sebetulnya, mandat UU 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab Bupati. Di sana ada tanggung jawab DPRD. Selanjutnya kami akan meminta keterangan dan masukan dari organisai perawat, bidan dan IDI atau  Kolegium Dokter, serta BPJS Kesehatan,&#8221; ungkapnya.<br />
Ombudsman akan mendengar pendapat stakeholders kesehatan. &#8220;Kita akan cek semuanya agar diperoleh keterangan dan informasi yang kredibel,&#8221;<br />
Pihaknya juga akan meminta Manajemen RSUD Muna untuk menetapkan dan mematuhi standar pelayanan sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 15 dan 21 UU 25 thn 2009 yang mengatur standar, biaya, waktu dan prosedur pelayanan.<br />
&#8220;UU tersebut mengukur apakah manajemen pelayanan di instansi layanan baik atau buruk,&#8221; tambahnya.<br />
Mastri Susilo berharap kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang.<br />
Sebagai mana diketahui, bayi tak berdosa itu adalah Putra dari Muhammad Olo (20) dan Asrina (18), warga Desa Banggai, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Karena terkendala pelunasan biaya perawatan, anaknya yang meninggal harus ditahan oleh RSUD Muna.<br />
Bayi laki-laki ini meninggal sekitar pukul 01.00 Selasa dinihari (05/06/2019), di ruang Teratai kelas Nicu RUSD Muna. Namun, karena Muhammad Olo tidak punya biaya, jenazah anaknya baru bisa diambil dari rumah sakit milik pemerintah itu, sekitar pukul 09.00 Wita.<br />
Reporter: Putra<br />
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/tahan-mayat-bayi-ombudsman-sultra-akan-panggil-pemda-dan-dprd-muna/">Tahan Mayat Bayi, Ombudsman Sultra Akan Panggil Pemda dan DPRD Muna</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/headline/tahan-mayat-bayi-ombudsman-sultra-akan-panggil-pemda-dan-dprd-muna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
