<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Malpraktik Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/malpraktik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2021 00:23:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita Malpraktik Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terkait Dugaan Malpraktik di RSUD Konawe, Ini Penjelasan Orang Tua Korban</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-di-rsud-konawe-ini-penjelasan-orang-tua-korban/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-di-rsud-konawe-ini-penjelasan-orang-tua-korban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2021 00:23:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktik]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Konawe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=62097</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONAWE, DETIKSULTRA.COM &#8211; Seorang bayi berumur satu bulan lebih yang dirawat selama dua minggu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe diduga menjadi korban malpraktik. Kedua orang tua bayi tersebut angkat bicara terkait kasus yang menimpa putra kedua mereka itu. Ibu korban, Ertiawaty mengatakan, pada saat membawa putranya di RS pada 28 Mei lalu, bayi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-di-rsud-konawe-ini-penjelasan-orang-tua-korban/">Terkait Dugaan Malpraktik di RSUD Konawe, Ini Penjelasan Orang Tua Korban</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KONAWE, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Seorang bayi berumur satu bulan lebih yang dirawat selama dua minggu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe diduga menjadi korban malpraktik. Kedua orang tua bayi tersebut angkat bicara terkait kasus yang menimpa putra kedua mereka itu.</p>
<p>Ibu korban, Ertiawaty mengatakan, pada saat membawa putranya di RS pada 28 Mei lalu, bayi itu langsung masuk ke ruang NICU untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>“Pada saat dirawat di NICU, perawatnya memasangkan alatnya namun sambil melihat video di HP-nya,&#8221; aku Ertiawaty kepada awak media, Kamis (10/6/2021).</p>
<p>Perawat yang menangani bayinya juga sempat memeriksa pernapasan putranya melalui video di ponselnya. Ertiawaty menduga bahwa video tersebut akan dikirim ke dokter. Tak lama kemudian, bayinya dipindahkan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut yaitu pemasangan alat pernapasan CPAP.</p>
<p>Ia mengakui perawat mengatakan padanya bahwa putranya akan dipasangi alat bantuan pernafasan CPAP karena napas bayi yang cepat, namun tidak dijelaskan dampak pemasangan alat tersebut.</p>
<p>&#8220;Perawat yang memasangkan alat itu, dan dokternya tidak ada di tempat&#8221; kata Ertiawaty.</p>
<p>Orang tua korban juga membantah pernah menandatangani pernyataan konsekuensi dari pemasangan alat CPAP. Juga, mereka tidak mendapatkan penjelasan dari pihak RS terkait dampak penggunaan alat tersebut.</p>
<p>&#8220;Setelah saya bertanya, baru pihak RS menjelaskan dampak dari alat itu. Untuk beri edukasi ke pasien saya rasa tidak pernah,&#8221; katanya.</p>
<p>Ayah korban, Muhammad Jefri mengakui pada 8 Juni 2021 telah bertemu dengan pihak RS dan secara lisan mengaku siap bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada putranya.</p>
<p>“Kami dari pihak keluarga berharap pihak RS siap bertanggung jawab. Sebagai pegangan, kami minta juga perjanjian tertulis,&#8221; katanya.</p>
<p>Sang ayah mengakui bahwa surat perjanjian yang tertulis itu sebagai pegangan karena putra tidak akan dioperasi plastik dalam waktu dekat ini. Di mana surat perjanjian itu juga sebagai bentuk komitmen rumah sakit untuk bertanggung jawab.</p>
<p>Pada pertemuannya dengan pihak RS, kata Muhammad Jefri, baru sebatas membuat berita acara medis. Dalam berita acara itu, ia meminta agar dibuatkan perjanjian yang dimaksud. Namun, hingga saat ini pihak rumah sakit tak kunjung membuat surat perjanjian tersebut.</p>
<p>Ia juga meminta agar surat persetujuan keluarga korban terkait pemasang alat tersebut ditunjukkan kepada media agar tak ada saling menjatuhkan.</p>
<p>Untuk rujukan ke RS Hermina Kendari, ia menjelaskan tidak sepenuhnya benar. Ia mengakui telah mengecek namun di RS Hermina tak memiliki alat ventilator. Sebaliknya, di Rumah Sakit Bateramas memiliki alat tersebut dan masih bisa digunakan.</p>
<p>Sebelumnya, seorang bayi dirawat di RSUD Konawe karena demam dan kesulitan bernapas. Saat itu pihak rumah sakit memberikan alat pernapasan continuous positive airway pressure (CPAP).</p>
<p>Namun, usai dirawat di RSUD Konawe, hidung bayi tersebut cacat karena kehilangan tulang lunak hidung besar.</p>
<p>Pihak RSUD sendiri melalui Humas, dr. Dyah Nilasari mengatakan bahwa penanganan bayi tersebut sudah sesuai prosedur. Cacat pada hidung merupakan efek dari alat pernapasan CPAP. (ads*)</p>
<p><strong>Reporter : Hiswan Pagala</strong><br />
<strong>Editor: J. Saki</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-di-rsud-konawe-ini-penjelasan-orang-tua-korban/">Terkait Dugaan Malpraktik di RSUD Konawe, Ini Penjelasan Orang Tua Korban</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-di-rsud-konawe-ini-penjelasan-orang-tua-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terkait Dugaan Malpraktik, Bupati Diminta Copot Direktur RSUD Konawe</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-bupati-diminta-copot-direktur-rsud-konawe/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-bupati-diminta-copot-direktur-rsud-konawe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 22:46:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktik]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Konawe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=62088</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONAWE, DETIKSULTRA.COM &#8211; Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Kesehatan berdemo di depan RSUD Konawe dan kantor bupati, Kamis (10/6/2021). Mereka menuntut Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mencopot dr. Agus Lahida sebagai Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Konawe. Aksi ini dipicu dugaan malpraktik yang menimpa seorang bayi yang baru berumur satu bulan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-bupati-diminta-copot-direktur-rsud-konawe/">Terkait Dugaan Malpraktik, Bupati Diminta Copot Direktur RSUD Konawe</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KONAWE, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Kesehatan berdemo di depan RSUD Konawe dan kantor bupati, Kamis (10/6/2021). Mereka menuntut Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mencopot dr. Agus Lahida sebagai Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Konawe.</p>
<p>Aksi ini dipicu dugaan malpraktik yang menimpa seorang bayi yang baru berumur satu bulan lebih. Hidung bayi tersebut cacat usai dirawat di RSUD Konawe.</p>
<p>Koordinator aksi, Satriadin, sekaligus Ketua DPD Lira Konawe mengatakan, RSUD Konawe harus bertanggung jawab. Pihaknya menduga ini adalah kecelakaan medis.</p>
<p>&#8220;Direktur BLUD RSUD Konawe harus bertanggung jawab dan turun dari jabatannya, kerena kejadian dugaan malpraktik bukan kali ini saja terjadi,&#8221; kata Satriadin.</p>
<p>Usai berdemo di depan rumah sakit, massa berpindah ke kantor bupati. Mereka menuntut bupati segera mencopot direktur RSUD Konawe.</p>
<p>Di kantor bupati, massa sempat terlibat aksi baku dorong dengan Satpol PP, sebelum akhirnya mereka ditemui oleh Sekertaris Daerah Konawe, Ferdinand Sapan.</p>
<p>Sekda menjelaskan bahwa Pemda Konawe saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti dugaan malpraktik dan pelayanan buruk di RSUD Konawe.</p>
<p>&#8220;Soal tuntutan massa aksi mencopot Agus Lahida, tidak mungkin kami langsung copot hari ini, karena harus menunggu bukti-bukti dugaan malpraktik tersebut,&#8221; kata Sekda.</p>
<p>Agus Lahida sendiri sempat hadir di tengah-tengah massa aksi di kantor bupati, namun karena kecewa mereka tak ditemui saat berdemo di depan RSUD Konawe, massa menolak dr. Agus memberi pernyataan.</p>
<p>Usai demonstrasi di depan kantor bupati, massa aksi Aliansi Pemerhati Kesehatan dan DPD Lira Konawe langsung bergegas ke Polres Konawe untuk melaporkan dugaan malpraktik tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, seorang bayi dirawat di RSUD Konawe karena demam dan kesulitan bernapas. Saat itu pihak rumah sakit memberikan alat pernapasan continuous positive airway pressure (CPAP).</p>
<p>Namun, usai dirawat di RSUD Konawe, hidung bayi tersebut cacat karena kehilangan tulang lunak hidung besar.</p>
<p>Pihak RSUD sendiri melalui Humas, dr. Dyah Nilasari mengatakan bahwa penanganan bayi tersebut sudah sesuai prosedur. Cacat pada hidung merupakan efek dari alat pernapasan CPAP. (bds*)</p>
<p><strong>Reporter: Hiswan Pagala</strong><br />
<strong>Editor: J. Saki</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-bupati-diminta-copot-direktur-rsud-konawe/">Terkait Dugaan Malpraktik, Bupati Diminta Copot Direktur RSUD Konawe</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/terkait-dugaan-malpraktik-bupati-diminta-copot-direktur-rsud-konawe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seorang Bayi di Konawe Diduga Jadi Korban Malpraktik</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/seorang-bayi-di-konawe-diduga-jadi-korban-malpraktik/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/seorang-bayi-di-konawe-diduga-jadi-korban-malpraktik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2021 10:55:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=62036</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONAWE, DETIKSULTRA.COM &#8211; Dugaan malpraktik kembali menyeruak di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe. Kali ini yang diduga menjadi korban adalah bayi berumur satu bulan lebih bernama Muh. Zaidan Alfariski. Bupati Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Konawe, Satriadin menyayangkan kejadian ini. Sebab, baru seminggu lalu salah satu dokter di RSUD Konawe juga ditimpa isu malpraktik &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/seorang-bayi-di-konawe-diduga-jadi-korban-malpraktik/">Seorang Bayi di Konawe Diduga Jadi Korban Malpraktik</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KONAWE, DETIKSULTRA.COM &#8211;</strong> Dugaan malpraktik kembali menyeruak di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe. Kali ini yang diduga menjadi korban adalah bayi berumur satu bulan lebih bernama Muh. Zaidan Alfariski.</p>
<p>Bupati Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Konawe, Satriadin menyayangkan kejadian ini. Sebab, baru seminggu lalu salah satu dokter di RSUD Konawe juga ditimpa isu malpraktik hingga DPRD setempat menggelar hearing.</p>
<p>Sesuai hasil konfirmasi DPD Lira kepada keluarga korban, kata Satriadin, pasien Muh. Zaidan Alfariski masuk di RSUD Konawe pada 28 Mei 2021. Ia mengalami demam dan ada lendir di paru-parunya.</p>
<p>Satriadin mengungkapkan, sebelum bayi itu masuk rumah sakit, kondisi hidungnya normal. Namun, usai dirawat di RSUD Konawe, hidung Muh. Zaidan sudah cacat.</p>
<p>Bayi itu sudah keluar dari RSUD Konawe, tapi ternyata si bayi alami kehilangan tulang lunak hidung besar,&#8221; ungkapnya pada awak media, Rabu (9/6/2021).</p>
<p>Bupati Lira Konawe itu meminta kepada pihak RSUD Konawe untuk bertanggung jawab atas kelalaian yang ditimbulkan tersebut kepada pihak kelurga korban.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan Pasal 55 ayat (1) UU No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan bahwa setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pihaknya juga meminta Bupati Konawe mengevaluasi tim medis di RSUD Konawe. Sangat disayangkan keteledoran pihak RSUD mengakibatkan seorang bayi harus cacat seumur hidup.</p>
<p>Sementara Humas RSUD Konawe, dr. Dyah Nilasari menjelaskan, bayi itu masuk rumah sakit melalui rujukan bidan, di mana ibu dari bayi itu adalah seorang bidan. Bayi itu dirujuk dalam keadaan demam tinggi, sesak napas berat, dan riwayat kejang dari rumah.</p>
<p>&#8220;Pada saat di UGD kondisi si pasien sesak berat. Langkah pertama yang dilakukan adalah memasang selang oksigen yang biasa, ternyata tidak membaik,&#8221; terang dr. Dyah saat dikonfirmasi.</p>
<p>Setelah itu, keluarga pasien diberitahu bahwa pasien membutuhkan alat bantu pernapasan<br />
continuous positive airway pressure (CPAP).<br />
Alat ini digunakan untuk bayi yang masih bisa bernapas sendiri namun membutuhkan bantuan.</p>
<p>Dokter Dyah melanjutkan, karena ibu pasien seorang tenaga kesehatan, pihak rumah sakit menganggap bahwa sang ibu tahu tentang alat bantu pernapasan CPAP tersebut.</p>
<p>Kerugian alat ini tekanannya tinggi karena harus menyuplai oksigen ke paru-paru juga menyuplai oksigen ke otak dengan efek samping di paru-paru dan luka pada hidung.</p>
<p>&#8220;Dokter anak telah menjelaskan keadaan paling beratnya bisa mengakibatkan erosi atau bisa terlepas tulang rawan hidung si bayi. Jadi, keluarga sudah setuju efek dan keuntungan terkait alat tersebut. Kami punya bukti tanda tangannya (keluarga pasien),&#8221; terangnya.</p>
<p>RSUD Konawe Menyarankan Bayi Dirujuk ke Kendari</p>
<p>Pada 29 Mei, kondisi si bayi masih membiru namun keluarga meminta alat CPAP dilepas. Setelah dilepas kondisinya makin memburuk, akhirnya keluarga meminta alat itu dipasang kembali.</p>
<p>&#8220;Kami sudah saran pada keluarga agar dirujuk karena membutuhkan alat ventilator,&#8221; ungkap dr. Dyah.</p>
<p>Pasien akan dirujuk ke RSUD Bahteramas Kendari, namun alat ventilator rumah sakit pelat merah tersebut rusak. Alat tersebut tersedia di rumah sakit swasta Hermina, namun pihak keluarga harus mengeluarkan biaya karena tak ditangung oleh BPJS Kesehatan.</p>
<p>Keluarga pasien, kata dr. Dyah keberatan jika harus mengeluarkan biaya. Sehingga diputuskan si bayi tetap mengunakan alat CPAP.</p>
<p>Pada 2 atau 3 Juni, kondisi si bayi sudah membaik. Alat CPAP sudah dilepas dan mengunakan selang oksigen biasa. Saat itu, hidung si bayi memang sudah mulai luka.</p>
<p>&#8220;Dokter telah menyarankan agar luka di hidung bayi dirawat, namun keluarga bilang tidak apa-apa, yang penting paru-parunya sudah membaik,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pada 7 Juni si bayi dibolehkan keluar dari rumah sakit karena kondisinya sudah membaik, dengan catatan harus tetap kontrol satu minggu sekali.</p>
<p>Pihak rumah sakit, kata dr. Dyah juga telah menyarankan si bayi untuk operasi plastik di RSUD Bahteramas. Operasi tersebut masih ditanggung oleh BPJS.</p>
<p>Dan pada 8 Juni pihak keluarga dan rumah sakit sepakat segala kebutuhan penyembuhan hidung si bayi akan ditanggung RSUD Konawe. (ads*)</p>
<p><strong>Reporter : Hiswan Pagala</strong><br />
<strong>Editor: J. Saki</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/seorang-bayi-di-konawe-diduga-jadi-korban-malpraktik/">Seorang Bayi di Konawe Diduga Jadi Korban Malpraktik</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/seorang-bayi-di-konawe-diduga-jadi-korban-malpraktik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
