<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Jajanan Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/jajanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Apr 2021 08:31:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita Jajanan Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jual Takjil, Omzet Mencapai Rp400 Ribu Perhari</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/jual-takjil-omzet-mencapai-rp400-ribu-perhari/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/jual-takjil-omzet-mencapai-rp400-ribu-perhari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 May 2018 15:01:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[buka puasa]]></category>
		<category><![CDATA[bulan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[bulan ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[penjual kue]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[takjil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=7290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap memasuki bulan suci ramadan, jalan-jalan di Kota Kendari berubah menjadi pasar takjil. Pasar takjil musiman ini biasanya akan hilang dengan sendirinya, seiring berakhirnya bulan ramadan. Momen bulan ramadan memang selalu membawa berkah. Sehingga dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mencari rezeki tambahan dengan berjualan takjil. Pasalnya, pemburu takjil di Kota Kendari selalu berhasil membuat dagangan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/jual-takjil-omzet-mencapai-rp400-ribu-perhari/">Jual Takjil, Omzet Mencapai Rp400 Ribu Perhari</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap memasuki bulan suci ramadan, jalan-jalan di Kota Kendari berubah menjadi pasar takjil. Pasar takjil musiman ini biasanya akan hilang dengan sendirinya, seiring berakhirnya bulan ramadan.<br />
Momen bulan ramadan memang selalu membawa berkah. Sehingga dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mencari rezeki tambahan dengan berjualan takjil. Pasalnya, pemburu takjil di Kota Kendari selalu berhasil membuat dagangan penjual takjil ludes terbeli.<br />
Salah satu ruas jalan yang menjadi pasar takjil adalah sepanjang Jalan Sao-sao. Para pedagang jajanan berbuka puasa membuka lapaknya di dua sisi jalan. Kondisi itu kerap membuat Jalan Sao-sao selalu macet setiap pukul 15.00 sore, hingga waktu berbuka tiba.<br />
Adapun jajanan takjil yang dijajakan antara lain kue tradisional seperti doko-doko, roti pawa, jalangkote, barongko, teripang, dan masih banyak lagi. Juga ada kue kering, bubur kacang ijo, aneka suguhan minuman dingin, sampai dengan makanan siap saji,  semuanya ada.<br />
Pedagang mulai membuka lapaknya berupa meja-meja kecil, dari pukul 14.00 siang. Dan menutupnya pada pukul 20.00 malam, atau bisa lebih cepat apabila dagangannya cepat habis.<br />
Salah seorang pedagang takjil, Adi, sudah melakoni pekerjaan musiman ini sejak dua tahun lalu. Aktifitas ini dilakukannya hanya pada saat bulan ramadan, karena di bulan lain, biasanya dia berjualan di kantin salah satu sekolah di Kota Kendari.<br />
&#8220;Lumayan, dari hasil penjualan takjil ini, bisa menambah uang belanja rumah tangga,&#8221; ujar Adi yang selama bulan ramadan libur jualan di kantin sekolah, karena anak sekolahan biasanya libur selama bulan puasa.<br />
Senada dengan Marniati, penjual lauk pauk di Jalan Sao-sao.  Dengan menjajakan suguhan buka puasa, dalam sehari dia bisa mendapatkan omzet hingga 400 ribu rupiah.<br />
Dari jumlah itu, ia bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesar 150 ribu rupiah sehari.<br />
&#8220;Dari pada duduk di rumah tidak ada kegiatan,  mendingan mencoba jualan takjil. Untungnya juga lumayan,&#8221; katanya sambil menata dagangannya.<br />
Warga Kota Kendari yang ingin membeli takjil, dapat menjadikan pasar takjil Jalan Sao-sao sebagai pilihan untuk berbelanja.<br />
Reporter: (M3)<br />
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/jual-takjil-omzet-mencapai-rp400-ribu-perhari/">Jual Takjil, Omzet Mencapai Rp400 Ribu Perhari</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/jual-takjil-omzet-mencapai-rp400-ribu-perhari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jajanan Kekinian dan Menyehatkan di Kendari Food Festival</title>
		<link>https://detiksultra.com/ekobis/jajanan-kekinian-dan-menyehatkan-di-kendari-food-festival/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/ekobis/jajanan-kekinian-dan-menyehatkan-di-kendari-food-festival/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2018 14:15:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Kendari Food Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Pecinta Kuliner Kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://detiksultra.com/?p=5063</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Kendari Food Festival yang dibuka sejak Rabu malam (7/3/2018), semakin ramai dikunjungi pecinta kuliner yang ada di Kota Kendari. Sejak sore hingga malam hari, festival yang memanjakan lidah pengunjung dengan jajanan kekinian dan menyehatkan ini, terus dipadati pengunjung. Berbagai macam makanan dan jajanan ditawarkan dengan harga terjangkau. Di antaranya, cireng. Cireng adalah &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/jajanan-kekinian-dan-menyehatkan-di-kendari-food-festival/">Jajanan Kekinian dan Menyehatkan di Kendari Food Festival</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Kendari Food Festival yang dibuka sejak Rabu malam (7/3/2018), semakin ramai dikunjungi pecinta kuliner yang ada di Kota Kendari.<br />
Sejak sore hingga malam hari, festival yang memanjakan lidah pengunjung dengan jajanan kekinian dan menyehatkan ini, terus dipadati pengunjung.<br />
Berbagai macam makanan dan jajanan ditawarkan dengan harga terjangkau. Di antaranya, cireng. Cireng  adalah makanan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah yang terbuat dari tepung kanji atau aci.<br />
&#8220;Makanan tradisional ini terdiri dari dua varian yaitu cireng sambel rujak dan cireng isi keju,&#8221; kata Nima, pemilik jajanan Aci.<br />
Ada juga jenang grendul atau yang biasa disebut gendul, yaitu makanan tradisional yang dibuat dari campuran bubur biji salak, bubur sagu mutiara, bubur sumsum dan bubur ketan hitam yang dilumuri santan dan gula aren.<br />
Jajanan unik lainnya adalah bons.<br />
&#8220;Bons adalah pentol siomay bisa juga disebut bakso. Bakso ini dapat dibakar atau dijadikan sebagai bakso kuah. Jajanan ini pasti menyehatkan karena dibuat dari sayuran dan buah seperti buah naga, sawi, wortel dan bahan-bahan original tanpa menggunakan micin,&#8221; jelas Firda Nurahmi pemilik jajanan Bons.<br />
Para pemilik jajanan yang mengikuti festival kuliner ini umumnya memiliki tujuan yang sama yaitu selain mendapatkan keuntungan lebih, juga untuk memperkenalkan makanan tradisional dan makanan modern yang menyehatkan kepada masyarakat.<br />
Reporter: Nirwana Anwar<br />
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/jajanan-kekinian-dan-menyehatkan-di-kendari-food-festival/">Jajanan Kekinian dan Menyehatkan di Kendari Food Festival</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/ekobis/jajanan-kekinian-dan-menyehatkan-di-kendari-food-festival/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
