<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita DKP Sultra Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/dkp-sultra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Feb 2024 13:56:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita DKP Sultra Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DKP Sultra Catat 6 Kasus Destructive Fishing pada 2023</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-catat-6-kasus-destructive-fishing-pada-2023/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-catat-6-kasus-destructive-fishing-pada-2023/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 13:56:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kelautan dan perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[DKP Sultra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=98917</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ada sebanyak 6 kasus destructive fishing sepanjang 2023. Destructive fishing adalah kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan, alat, atau cara yang merusak sumber daya ikan maupun lingkungannya. Alat-alat yang digunakan dalam destructive fishing adalah bahan peledak, bahan beracun, strum, dan alat tangkap lainnya &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-catat-6-kasus-destructive-fishing-pada-2023/">DKP Sultra Catat 6 Kasus Destructive Fishing pada 2023</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211;</strong> <a title="Produksi Ikan di Sultra pada 2023 Capai 268 Ribu Ton" href="https://detiksultra.com/kendari/produksi-ikan-di-sultra-pada-2023-capai-268-ribu-ton/">Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)</a> Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ada sebanyak 6 kasus destructive fishing sepanjang 2023.</p>
<p>Destructive fishing adalah kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan, alat, atau cara yang merusak sumber daya ikan maupun lingkungannya.</p>
<p>Alat-alat yang digunakan dalam destructive fishing adalah bahan peledak, bahan beracun, strum, dan alat tangkap lainnya yang tidak ramah lingkungan.</p>
<p>Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra La Ode Kardini mengatakan, berdasarkan data yang ada, kasus pelanggaran tiap tahunnya terus mengalami penurunan.</p>
<p>&#8220;Penurunannya karena kami rutin patroli serta turut melibatkan masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan laut sehingga kasusnya bisa turun,&#8221; katanya di ruangannya, Senin (26/2/2024).</p>
<p>Lanjutnya, ada beberapa upaya dalam mencegah tindak pidana di bidang kelautan dan perikanan di wilayah Sultra yakni diterapkannya hukum adat di tingkat desa maupun kecamatan.</p>
<p>Kedua yakni dengan adanya Pengelolaan Akses Area Perikanan Perikanan (PAAP) dengan pembentukan kawasan di antaranya kawasan dilarang, kawasan pemanfaatan, dan beberapa kawasan lainnya.</p>
<p>Terakhir yakni DKP Sultra membentuk Kelompok Pengawasan Masyarakat (Pokmasmas). Saat ini telah mencapai puluhan kelompok yang tersebar di kabupaten kota.</p>
<p>&#8220;Kelompok tersebut diberi bantuan berupa teropong, kamera dalam laut untuk mendeteksi kerusakan ekosistem terumbu karang, kamera darat, senter kepala, serta GPS,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan DKP Sultra Izai mengatakan berdasarkan data penanganan tindak pidana bidang kelautan dan perikanan lima tahun terakhir terjadi penurunan kasus.</p>
<p>Untuk jumlah kasus pada tahun 2019 sebanyak 30 kasus, 2020 sebanyak 20 kasus, 2021 sebanyak 17 kasus, 2022 sebanyak 14 kasus dan 2023 sebanyak 6 kasus.</p>
<p>&#8220;Harapannya dengan berbagai upaya yang kami lakukan ini, kasus destructive fishing di Sultra terus berkurang dari tahun ke tahun,&#8221; pungkasnya. (bds)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Muh Ridwan Kadir</strong><br />
<strong>Editor: Biyan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-catat-6-kasus-destructive-fishing-pada-2023/">DKP Sultra Catat 6 Kasus Destructive Fishing pada 2023</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-catat-6-kasus-destructive-fishing-pada-2023/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKP Sultra Sebut Hasil Tangkap Perikanan Alami Penurunan</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-sebut-hasil-tangkap-perikanan-alami-penurunan/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-sebut-hasil-tangkap-perikanan-alami-penurunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Mar 2023 11:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[DKP Sultra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=87662</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat hasil tangkap ikan di wilayah Sultra mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh faktor cuaca. Berdasarkan catatan lima tahun terakhir, produksi ikan di wilayah Sultra hanya mencapai 16-20 ribu ton per tahunnya yang dapat dihasilkan oleh para nelayan. Bahkan pada 2022 terus mengalami penurunan. &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-sebut-hasil-tangkap-perikanan-alami-penurunan/">DKP Sultra Sebut Hasil Tangkap Perikanan Alami Penurunan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211;</strong> <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/baubau/dkp-mubar-pamerkan-lobster-bambu-dan-mutiara-di-ajang-halo-sultra/">Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)</a> Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat hasil tangkap ikan di wilayah Sultra mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh faktor cuaca.</p>
<p>Berdasarkan catatan lima tahun terakhir, produksi ikan di wilayah Sultra hanya mencapai 16-20 ribu ton per tahunnya yang dapat dihasilkan oleh para nelayan. Bahkan pada 2022 terus mengalami penurunan.</p>
<p>Sub Pengatur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tangkap DKP Sultra Imaduddin mengatakan, tren pemasaran hasil tangkap laut ini mengalami penurunan tergantung karena adanya beberapa faktor.</p>
<p>&#8220;Jika dilihat tren tersebut ada dua musim yang perlu diperhatikan yakni ada musim timur dan musim barat. Biasanya jika sudah masuk musim barat itu produksi meningkat,&#8221; ungkapnya di Kendari, Jumat (24/3/2023).</p>
<p>Lebih lanjut, pada kedua musim tersebut, musim barat cuacanya biasa lebih bagus jika dibandingkan dengan musim timur. Umumnya musim barat terjadi mulai bulan Juni hingga Agustus.</p>
<p>Namun, bukan berarti musim timur tidak ada produksi hasil tangkap ikan, akan tetapi jika pergi ke laut akan sulit mendapatkan ikan karena cuaca ekstrem pada musim tersebut.</p>
<p>&#8220;Jadi sebesar apapun permintaan jika produksi hasil tangkap mengalami penurunan maka kebutuhan tidak akan terpenuhi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Imaduddin mengatakan jika dibandingkan dengan musim timur maka musim barat dapat dikatakan cuacanya lebih baik dimulai pada bulan Februari hingga April.</p>
<p>Selain itu, khusus di Kota Kendari terdapat sentra pengolahan ikan yang bertujuan untuk memasarkan hasil tangkap antar kabupaten kota di Sultra serta memasarkan keluar provinsi.</p>
<p>&#8220;Komoditi hasil tangkap perikanan baik pada pasar lokal maupun antar provinsi antara lain bibit tuna, cumi, gurita, udang, kepiting rajungan, ikan cakalang, dan ikan layang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Katanya dari sentra pengolahan ikan terdapat 25 Unit Pengolahan Ikan (UPI) antara lain PT Sultratuna Samudera, PT Yanagi Histalaraya, PT Kelola Mina Laut, PT Dharma Samudera Fishing Industries, PT Abadi Makmur Ocean.</p>
<p>PT Cilacap Samudera Fishing Industry, CV Mina Jaya Lestari, CV Andikah, PT Indah Jaya Bahari, Fa. Sanu, PT Satya Trinadi Komira Perkasa, PT Berkah Hasil Nusantara, PT Sartomo Sakti, PT Terobos Benua, PT Bersatu untuk Maju.</p>
<p>Kemudian PT Triko Bina Nusantara, PT Arta Mina Jaya, PT Graha Makmur Cipta Persada, PT Jalanai Pospos Makmur, PT Ocean Cemerlang, PT Arpa Jaya, CV Sonok Lestari, PT Momar Biru Sejahtera, Koperasi Adi Jaya Lestari, PT Lautan Sakti Jaya. (bds)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Muh Ridwan Kadir</strong><br />
<strong>Editor: Biyan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-sebut-hasil-tangkap-perikanan-alami-penurunan/">DKP Sultra Sebut Hasil Tangkap Perikanan Alami Penurunan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/dkp-sultra-sebut-hasil-tangkap-perikanan-alami-penurunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
