<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Dewan Pendidikan Sultra Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/dewan-pendidikan-sultra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Apr 2021 03:14:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita Dewan Pendidikan Sultra Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dewan Pendidikan Sultra Ingatkan Hati-Hati Merolling Guru</title>
		<link>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-ingatkan-hati-hati-merolling-guru/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-ingatkan-hati-hati-merolling-guru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2019 03:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pendidikan Sultra]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=25830</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM- Rencana Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, melakukan penyegaran dengan mekanisme rolling beberapa guru, baik tingkat SD maupun SMP, pada saat tahun ajaran baru ini, menarik perhatian Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Abdullah Alhadza. Menurutnya, peningkatan mutu disatuan pendidikan wajib dilakukan. Dimana, guru-guru yang mempunyai kualitas yang baik seyogyanya disebar di sekolah &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-ingatkan-hati-hati-merolling-guru/">Dewan Pendidikan Sultra Ingatkan Hati-Hati Merolling Guru</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">KENDARI, DETIKSULTRA.COM- Rencana Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, melakukan penyegaran dengan mekanisme rolling beberapa guru, baik tingkat SD maupun SMP, pada saat tahun ajaran baru ini, menarik perhatian Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Abdullah Alhadza.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, peningkatan mutu disatuan pendidikan wajib dilakukan. Dimana, guru-guru yang mempunyai kualitas yang  baik seyogyanya disebar di sekolah yang dianggap membutuhkan, sehingga terjadi yang namanya pemerataan kualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, penyegaran tersebut dilakukan untuk peningkatan inovasi, kreativitas yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kendari. Sebab, kadangkala seorang guru merasa jenuh dengan tempat mengajarnya yang sudah puluhan tahun mengajar di sana.</p>


<p>[artikel number=3 tag=&#8221;pendidikan,kendari&#8221;]</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Kendari ini melanjutkan, dinas terkait harus bisa memetakan satuan pendidikan yang sudah mempunyai kualitas baik dan mana yang belum. Sehingga, dalam proses penyegarannya nantinya tidak ada yang tumpang tindih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Penyegaran guru disatuan pendidikan ini memang sesuatu yang wajar saja. Mengingat, guru merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dituntut selalu aktif. Hanya saja, ketika dinas terkait sulit memetakan satuan pendidikan yang mempunyai kualitas baik, maka yang kita takutkan itu penyegaran guru tidak berjalan efektif,”pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diketahui, penyegaran guru di satuan pendidikan tingkat SD berdasarkan  kecamatan. Sedangkan, tingkat SMP penyegaran terhadap mata pelajaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter: Fitrah Nugraha<br>
Editor: Dahlan</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-ingatkan-hati-hati-merolling-guru/">Dewan Pendidikan Sultra Ingatkan Hati-Hati Merolling Guru</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-ingatkan-hati-hati-merolling-guru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dewan Pendidikan Sultra Soroti Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru</title>
		<link>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-soroti-sistem-zonasi-penerimaan-siswa-baru/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-soroti-sistem-zonasi-penerimaan-siswa-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2019 05:59:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pendidikan Sultra]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=25334</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Diterapkannya sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 ini menuai pro dan kontrak. Sebab, banyak siswa yang tidak lulus di sekolah pilihannya, mejadikan masyarakat, khususnya orang tua siswa juga ikut kecewa terhadap model penerimaan tersebut. Dari polemik sistem penerimaan siswa baru ini, menarik perhatian sejumlah tokoh dan pemerhati &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-soroti-sistem-zonasi-penerimaan-siswa-baru/">Dewan Pendidikan Sultra Soroti Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Diterapkannya sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 ini menuai pro dan kontrak. Sebab, banyak siswa yang tidak lulus di sekolah pilihannya, mejadikan masyarakat, khususnya orang tua siswa juga ikut kecewa terhadap model penerimaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari polemik sistem penerimaan siswa baru ini, menarik perhatian sejumlah tokoh dan pemerhati dunia pendidikan, salah satunya Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sultra, Abdullah Alhadza. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, sistem zonasi ini sebenarnya bertujuan meluruskan niat masyarakat untuk memasukkan anaknya di sekolah yang dekat dari tempat tinggalnya, dan agar tidak ada lagi sekolah yang difavoritkan.</p>


<p>[artikel number=3 tag=&#8221;pendidikan,zonasi&#8221;]</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, tambah dia, adanya sekolah yang difavoritkan tersebut menjadi peluang terjadinya sogok-menyogok antara pihak sekolah dengan orang tua murid, agar anaknya bisa bersekolah di sekolah favorit itu. Sehingga, dengan adanya sistem zonasi ini diharapkan tidak adanya penumpukan siswa di sekolah yang dianggap favorit oleh masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja, kata dia, pihak yang merancang sistem zonasi antar kecamatan ini kurang memahami kondisi lingkungan masyarakat, sebab tidak sedikit tempat tinggalnya dekat dari salah satu sekolah, tetapi karena hanya karena berbeda kecamatan, sehingga ia tidak diterima di sekolah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aturan zonasi ini kan saya rasa masih bersifat hitam putih, jadi kendala-kendala yang terjadi di lapangan bisa diselesaikan di tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat. Tentu, setiap kebijakan dan aturan akan ada koreksi-koreksinya yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan yang terjadi, namun yang harus dijaga jangan sampai ada pertengkaran, tetapi dapat dibicarakan secara baik-baik,” katanya saat dihubungi via telepon, Selasa (25/6/2019).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter : Fitrah Nugraha<br>
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-soroti-sistem-zonasi-penerimaan-siswa-baru/">Dewan Pendidikan Sultra Soroti Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-soroti-sistem-zonasi-penerimaan-siswa-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OTT Sekdis Dikbud Sultra Cederai Dunia Pendidikan</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/ott-sekdis-dikbud-sultra-cederai-dunia-pendidikan/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/ott-sekdis-dikbud-sultra-cederai-dunia-pendidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 10:28:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pendidikan Sultra]]></category>
		<category><![CDATA[ott]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=13835</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdullah Alhadza, menilai, bahwa kasus  pemerasan yang dilakukan oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra yang berinisial LD terhadap 47 Kepala SMK merupakan perbuatan yang mencederai dunia pendidikan, khususnya di Sultra. &#8220;Sangat disayangkan, karena kasus ini kemungkinan besar akan berdampak negatif bagi mental guru-guru &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/ott-sekdis-dikbud-sultra-cederai-dunia-pendidikan/">OTT Sekdis Dikbud Sultra Cederai Dunia Pendidikan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdullah Alhadza, menilai, bahwa kasus  pemerasan yang dilakukan oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra yang berinisial LD terhadap 47 Kepala SMK merupakan perbuatan yang mencederai dunia pendidikan, khususnya di Sultra.</p>
<p>&#8220;Sangat disayangkan, karena kasus ini kemungkinan besar akan berdampak negatif bagi mental guru-guru kita. Dan, kalau saja mental guru sudah rusak maka secara otomatis akan tertularkan kepada murid-muridnya, dengan begitu kualitas pendidikan kita akan menurun. Ini sama saja akan mencederai dunia pendidikan,&#8221;katanya, Jumat (30/11/2018).</p>
<div style="background-color: #8FBC8F; padding: 10px; text-align: left;">
<p><font color="#B22222"><strong>BACA JUGA:</strong></font><br />
<strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">Sekdis Pendidikan Sultra Terjaring OTT, Uang Rp425 juta Diamankan</font></strong><br />
<strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">Kesbangpol Kendari Petakan Wilayah Potensi Konflik</font></strong><br />
<strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">Mau Makan Brownies dan Pizza Kabuto, Kunjungi Food Festival Kendari</font></strong><br />
<strong><font color="#B22222"> > &nbsp;&nbsp;</font><font color="#2F4F4F">Ratusan Warga Meriahkan Pesta Adat Takimpo</font></strong>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu, Guru besar Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) ini berharap, kepada kejaksaan dan para penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Apalagi kemungkinan besar ada pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus pemerasan ini.</p>
<p>&#8220;Agar kasus ini tidak memberikan dampak yang berkepanjangan, maka kami harap para saksi, baik dari pihak dinas terkait maupun para kepala sekolah, harus memberikan persaksian yang sebenar-benarnya, tidak boleh ada lagi yang disembunyikan. Dengan begitu, maka kasus ini cepat clear,&#8221;tutupnya.</p>
<p>Reporter: Fitrah Nugraha<br />
Editor: Sumarlin</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/ott-sekdis-dikbud-sultra-cederai-dunia-pendidikan/">OTT Sekdis Dikbud Sultra Cederai Dunia Pendidikan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/ott-sekdis-dikbud-sultra-cederai-dunia-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maraknya Perilaku Buruk Pelajar, Bukan Sepenuhnya Salah Sekolah</title>
		<link>https://detiksultra.com/pendidikan/maraknya-perilaku-buruk-pelajar-bukan-sepenuhnya-salah-sekolah/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/pendidikan/maraknya-perilaku-buruk-pelajar-bukan-sepenuhnya-salah-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2018 12:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pendidikan Sultra]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=12391</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Maraknya perilaku buruk pelajar di Sultra belakangan ini, bukan sepenuhnya kesalahan sekolah. Sebab perilaku anak lebih banyak dibentuk di luar sekolah, baik di rumah maupun di lingkungannya. Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara, Abdullah Alhadza, mengungkapkan hal itu menanggapi video siswa SMP yang menggunakan kata-kata tak pantas. Video itu kini tengah viral di &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/maraknya-perilaku-buruk-pelajar-bukan-sepenuhnya-salah-sekolah/">Maraknya Perilaku Buruk Pelajar, Bukan Sepenuhnya Salah Sekolah</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Maraknya perilaku buruk pelajar di Sultra belakangan ini, bukan sepenuhnya kesalahan sekolah. Sebab perilaku anak lebih banyak dibentuk di luar sekolah, baik di rumah maupun di lingkungannya. </p>
<p>Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara, Abdullah Alhadza, mengungkapkan hal itu menanggapi video siswa SMP yang menggunakan kata-kata tak pantas. Video itu kini tengah viral di media sosial di Kota Kendari. </p>
<p>&#8220;Pendidikan itu bukan ditanggung oleh sekolah saja. Bahkan sekolah mungkin hanya 40 persen dalam membentuk perilaku siswa, 60 persennya ada di luar sekolah. Karena siswa menghabiskan waktu di sekolah hanya 5 jam, sedangkan 19 jamnya di luar sekolah,&#8221; katanya, Senin (15/10/2018).</p>
<p><font color="red">Baca Juga: </font><a href="https://detiksultra.com/berita/kpu-kolaka-go-to-school-sosialisasi-pemilu-di-sekolah" target="blank"><strong><font color="blue">KPU Kolaka Goes To School, Sosialisasi Pemilu di Sekolah</font></strong></a></p>
<p>Guru Besar Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) ini, melanjutkan, pihak sekolah dan orang tua siswa harus bekerjasama membentuk perilaku siswa, salah satunya melalui komite sekolah.</p>
<p>&#8220;Maka, komite sekolah ini harus diaktifkan sebagai tempat berkoodinasinya guru dan orang tua dalam mengevaluasi perkembangan anak didiknya. Sehingga, orang tua juga merasa punya tanggung jawab penuh terhadap perilaku anaknya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Reporter: Fitrah Nugraha<br />
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/maraknya-perilaku-buruk-pelajar-bukan-sepenuhnya-salah-sekolah/">Maraknya Perilaku Buruk Pelajar, Bukan Sepenuhnya Salah Sekolah</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/pendidikan/maraknya-perilaku-buruk-pelajar-bukan-sepenuhnya-salah-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dewan Pendidikan Sultra Minta Pelajaran Penanggulangan Bencana Diintegrasikan</title>
		<link>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-minta-pelajaran-penanggulangan-bencana-diintegrasikan/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-minta-pelajaran-penanggulangan-bencana-diintegrasikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2018 10:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pendidikan Sultra]]></category>
		<category><![CDATA[penanggulangan bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=11833</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Banyaknya korban jiwa dalam bencana alam yang menimpa Kota Palu baru-baru ini, harus menjadi pelajaran. Sebab itu, Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara mengusulkan agar materi tentang penanggulangan bencana bisa diintegrasikan di salah satu mata pelajaran, baik di sekolah maupun kampus. Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Abdullah Alhadza, mengatakan, bencana alam bisa terjadi dimana saja &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-minta-pelajaran-penanggulangan-bencana-diintegrasikan/">Dewan Pendidikan Sultra Minta Pelajaran Penanggulangan Bencana Diintegrasikan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Banyaknya korban jiwa dalam bencana alam yang menimpa Kota Palu baru-baru ini, harus menjadi pelajaran. Sebab itu, Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara mengusulkan agar materi tentang penanggulangan bencana bisa diintegrasikan di salah satu mata pelajaran, baik di sekolah maupun kampus. </p>
<p>Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Abdullah Alhadza, mengatakan, bencana alam bisa terjadi dimana saja dan kapanpun. Sehingga masyarakat, khususnya para pelajar harus sedini mungkin dibekali pengetahuan tentang bagaimana menghadapi bencana alam.</p>
<p>&#8220;Saya rasa seharusnya ada satu materi tentang penanggulangan bencana. Bisa diselipkan di salah satu mata pelajaran. Hal ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir korban jiwa ketika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, baik banjir, longsor, gempa dan sebagainya,&#8221; matanya, Senin (1/10/2018).</p>
<p>Oleh karena itu, Abdullah Alhadza yang juga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) berharap agar pemerintah bisa  segera mungkin mengintegrasikan pendidikan mewaspadai bencana alam ini untuk dipahami dan diketahui oleh para pelajar.</p>
<p>Reporter: Fitrah Nugraha<br />
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-minta-pelajaran-penanggulangan-bencana-diintegrasikan/">Dewan Pendidikan Sultra Minta Pelajaran Penanggulangan Bencana Diintegrasikan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/pendidikan/dewan-pendidikan-sultra-minta-pelajaran-penanggulangan-bencana-diintegrasikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
