KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Empat Kelurahan di Kota Kendari masuk dalam program penanganan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Pada tahap ketiga kali ini, pembangunan fisik sarana prasaran menyasar wilayah Kelurahan Kadia, setelah sebelumnya Koordinator KOTAKU bersama Pemkot Kendari bergerak di Kelurahan Tipulu dan Mataiwoi.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Kendari bersama PU menyerahkan dana bantuan pemerintah untuk masyarakat, sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan drainase Program KOTAKU di Kelurahan Kadia.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengapresiasi Program KOTAKU yang langsung menangani persoalan krusial masyarakat Kadia, sehingga bisa membenahi kawasan kumuh secara bertahap sekaligus mengntisipasi banjir saat hujan.

Tentunya, penanganan kawasan kumuh itu, turut pelibatan langsung anggota masyarakat setempat.

BACA JUGA :

Baca Juga  Durhaka! Anak Parangi Ayah Kandung Hingga Nyaris Tewas

“Olehnya itu, saya meminta kepada masyarakat khususnya yang terlibat dalam menangani program ini untuk betul-betul dilakukan dengan baik dalam pembangunan kelurahannya,” ujarnya.

Lanjut Sulkarnain, untuk kelurahan yang belum mendapatkan Program KOTAKU pihaknyanya akan terus mengajukan agar Kelurahan lain bisa mendapatkan program KOTAKU skala lingkungan.

“Untuk kelurahan lain yang belum mendapatkan program ini kiranya bisa mengikuti Kelurahan Kadia, yang mana setelah empat tahun mengajukan untuk mendapatkan program KOTAKU mereka selalu bersabar dan berusaha sehingga tahun ini mereka mendapatkan alokasi program KOTAKU ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Kota Program KOTAKU, La Ngkarisu mengatakan, Kelurahan Kadia mendapatkan alokasi dana sebesar Rp1 miliar dari Program KOTAKU yang sama dengan tiga kelurahan lainnya yakni Kelurahan Tipulu, Mataiwoi, dan Mata.

Baca Juga  Kepsek SLB Baruga Minta Gubernur Baru Tambah Tenaga Didik di SLB

Yang disaluti tokoh masyarakat Kendari ini, tukang yang dilibatkan dalam penanganan kawasan kumuh di Kadia, sudah tersertifikasi.

Katanya lagi, total kawasan kumuh di Kelurahan Kadia seluas 22,5 hektar, namun melalui Program KOTAKU kawasan kumuh Kadia bakal terkikis sampai 17,13 hektar.

Sehingga tersisa 5,37 Ha yang butuh sentuhan melalui kolaborasi multi pihak dalam rangka 0 kumuh di Kelurahan Kadia.

“Program KOTAKU tidak semata-mata hanya membangun Infrastruktur tetapi kami melatih SDM untuk bagaimana mengelola dana untuk pembangunan, Alhamdulillah dua tukang Kelurahan Kadia telah tersertifikasi” ujarnya.

Dia berharap setelah dilakukan program KOTAKU, jumlah kawasan kumuh di Kelurahan Kadia bisa berkurang bahkan bahkan kumuh seluruhnya.

Reporter: Sesra
Editor: Via

Beri Tanggapan Anda !

SANGANT MENARIK
0
MENARIK
0
TIDAK MENARIK
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *