Politik

Digadang-Gadang PAW Imran, Pelapor Haerul Saleh Surati KPU RI

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Surya Ismail Bahari menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), perihal digadang-gadangnya Haerul Saleh akan dilantik sebagai anggota DPR RI lewat pergantian antarwaktu (PAW) terhadap alhamarhum Irman.

Dalam surat yang diteken Surya Ismail Bahari ditujukan kepada Ketua KPU Arief Budiman. Surat itu juga ditembuskan ke Presiden Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan beberapa lainnya.

Surya Ismail Bahari mengatakan, langkah yang dilakukannya merupakan bagian upaya dia untuk menghentikan langkah Haerul Saleh yang saat ini telah menjadi tersangka atas kasus penipuan terhadap dirinya.cetusnya

Dijelaskannya, dalam surat yang diserahkan ke KPU itu tertuang beberapa poin, pertama dia menyebutkan bahwa Haerul Saleh telah ditetapkan dan masih sebagai tersangka atas kasus pidana penipuan kepada dirinya.

Dia juga menyebut penetapan tersangka tersebut berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tanggal 9 Januari 2020 Nomor. B/102/I/RES.1.11/Ditreskrimum.

Selain itu surat sebanyak tiga halaman itu, Surya Ismail Bahari menyampaikan kronologis utang-piutang yang berujung kasus hukum.

“Saya memang berkirim surat itu, sebagai bagian dan upaya menagih hak saya. Karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda uang saya dibayar oleh yang bersangkutan,” ungkap dia kepada Detiksultra.com, Selasa (7/7/2020).

Sebelumnya, mantan anggota DPR RI bersama dua temannya La Ode Husuna alias Jhon dan Tarhim dilaporkan ke polisi, lewat surat benomor LP/4264/VII/2019/PMJ/Ditreskrimum pada 16 Juli 2019 lalu.

Laporan itu kemudian berujung penetapan tersangka yang terungkap dalam Surat Pemberitahun Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) No : B/102/I/RES.1.11/2020/Ditreskrimum tertanggal 9 Januari 2020 yang diteken AKBP M. Gafur A.H Siregar.

Surya mengatakan laporan polisi itu dibuat pada Januari lalu, karena Haerul tidak kunjung memenuhi kewajibannya melunasi utang senilai Rp 10 miliar, dan kompensasi pembagian keuntungan senilai Rp6,4 miliar.

“Jadi totalnya Rp 16,4 miliar,” sebutnya.

BACA JUGA:

Dia juga kembali menjelaskan kronologis bahwa sebelummya transaksi peminjaman uang itu terjadi pada 6 Juni 2018, ketika Haerul Saleh datang menemui Surya Ismail Bahari. Saat itu mantan anggota Komisi 11 DPR itu mengatakan memerlukan dana untuk mengangkut biji nikel sebanyak 100 ribu WT yang dikelola PT.Ringa Jhon Indocemet yang melakukan kerja sama operasi dengan PT.Toshida Indonesia.

Dana pinjaman berikut kompensasinya sesuai perjanjian Surya Ismail Bahari akan dikembalikan pada dua bulan, atau sekitar awal Agustus 2018. Namun kenyataan uang tersebut tidak pernah kembalikan hingga sekarang. Surya Ismail Bahari kemudian menempuh upaya hukum dengan membuat Laporan Polisi ke Polda Metro Jaya.

Dalam salinan dokumen perjanjian antara Surya Ismail Bahari dengan Tarhim selaku Direktur Utama PT.Ringa Jhon Indocemet, tercantum kesepakatan peminjaman uang dan janji pengembaliannya. Dokumen perjanjian yang diteken pada 8 Juni 2018 dicatatkan di kantor notaris Yualita Widyadhari SH. MH.

Selain itu juga ada perjanjian antara Surya Ismail Bahari dengan Haerul Saleh La Ode Husuna alias Jhon dan Tarhim pada 15 Januari 2020, yang berisi pernyataan mereka untuk mengembalikan uang titipan. Dalam pernyataan tersebut, ketiga orang tersebut berjanji akan mengembalikan dana pinjaman tersebut.

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button