oleh

PDIP Rajai Perolehan Kursi Legislatif se-Sultra

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra berhasil mengokohkan diri sebagai partai tersukses di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu.

Pasalnya, berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Provinsi Sultra, perolehan kursi PDIP di Sultra sebanyak 69 kursi di 17 kabupaten/kota. Sedangkan kursi di DPRD Provinsi Sultra sebanyak 5 kursi dari 7 Dapil. PDIP juga mampu mengantarkan 1 wakil rakyatnya ke senayan.

Sementara Partai Golkar hanya mengumpulkan 65 kursi di DPRD kabupaten/kota se-Sultra, PAN 64 kursi dan Partai Nasdem 60 kursi.

“Di pemilu kali ini peningkatannya cukup signifikan, dimana kami mampu mengalahkan dua partai yang sebelumnya mendominasi. Tentunya ini adalah prestasi terbaik PDIP di Sultra,” ujar Ketua DPD PDIP Sultra, Ir. Hugua kepada Detiksultra.com, Selasa (14/5/2019).

Bagi Hugua, keberhasilan PDIP mampu mendominasi dari partai lainnya sebenarnya memiliki antiklimaks, dimana PDIP sendiri diterjang dengan berbagai isu hoax, hingga mengarah pada PDIP seolah sebagai penista agama.

Namun mantan calon Wakil Gubernur Sultra ini mengatakan, meski isu-isu yang menerpa PDIP ini sangat dahsyat, tetapi PDIP sendiri mampu membuktikan jika isu itu adalah bohong.

“Masyarakat masih percaya nilai gotong royong dan bhineka tunggal ika itu PDIP banget dan Indonesia banget,” kata dia.

Lebih jauh, mantan Bupati Waktobi dua periode berturut – turut ini menjelaskan, dari 17 kabupaten/kota, PDIP mampu mendominasi dengan merebut unsur pimpinan di 11 kabupaten. Di antaranya di Kabupaten Buton Selatan dan Buton Tengah (Buteng).

Sementara 9 kabupaten lainnya menduduki kursi wakil ketua yaitu di Kabupaten Wakatobi, Kota Baubau, Kabupaten Buton Utara, Muna, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Kolaka dan Kolaka Utara.

“Target kami sebenarnya empat daerah yang akan menduduki kursi ketua, tapi sayangnya di Butur dan Muna tak terwujud,” jelasnya.

Bertolak dari keberhasilan PDIP, tambah Hugua, tentunya ini merupakan kerja keras dari caleg DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota, kemudian tim sukses (timses) serta peran masyarakat dalam menentukan pilihannya ke PDIP.

“Ini berkat kerja-kerja tim yang solid. Terutama saya berterima kasih kepada Ibu Nirna, Fajar Lasse, Erwin Usman, Oheo, Magdalena, mereka adalah pejuang-pejuang demokrasi yang membawa PDIP hingga ke posisi ini. Juga caleg dan kader yang ada di daerah,” tukasnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Rani

Loading...

Komentar

News Update