oleh

Mata Air Fotuno Rete di Muna Tempat yang Menarik Untuk Mengisi Libur Lebaran

-Feature, Featured, Muna-1.443 views

Anda belum punya rencana liburan selama lebaran, Anda yang tinggal di Kabupaten Muna dan sekitarnya bisa mencoba wisata Mata Air Fotuno Rete berikut laporan reporter Detiksultra.com Ahmad Sadikin dari Kabupaten Muna
 
RAHA, DETIKSULTRA.COM – Wisata permandian Mata Air Fotuno Rete, sering kali kudengar orang mengucapkannya, mereka selalu menyebut tempat itu paling tepat untuk mengisi waktu liburan keluarga pada waktu lebaran setiap tahunnya.
Penasaran, setelah melakukan aktivitas masiara bersama keluarga sebagaimana biasa dilakukan waktu lebaran, cepat kuambil motor untuk menuju lokasi itu. Yang kutau tempat itu berada di Desa Wakumoro Kecamatan Parigi Kabupaten Muna.

Dari Raha, kurang lebih satu jam melejit bersama motor kesayanganku tibalah saya di desa yang disebutkan itu. Tapi, lokasi wisata itu tak nampak sepanjang jalan kulihat. Tepat di perempatan Desa Wakumoro kucoba tanya warga sekitar dimana lokasi wisata itu?
“Masuk 800 meter di jalan sebelah kiri nanti akan ada papan nama. Nah, disitumi tempatnya,” ungkap warga sekitar Desa Wakumoro.
Usai mendengar penjelasan itu, cepat kulanjut menggas motorku untuk mengikuti petunjuknya, sekira 10 menit tibalah saya ditempat wisata mata air fotunorete.

Rasa lelah, letih, dan capek berada di atas motor semua terbayarkan dengan hamparan keindahan Objek Wisata Mata Air Fotunorete. Airnya yang bening membuat semua benda yang ada didalamnya nampak jelas, seperti ikan dan bebatuan.
Tak tahan melihat kejernihannya, segera kuturuni anak tangga menuju papan loncatan. Jantung mulai berdetak seolah takut untuk lompat karena ketinggiannya. Semua ketakutan kulepaskan kuambil ancang-ancang untuk terjun.
Dinginnya air itu, bahkan sama mandi dilumuri es batu, belum lama berenang seluruh badan sudah menggigil kedinginan. Cepat ku naik untuk memanaskan badan.
Bukan memasang badan dibawah terik matahari untuk memanaskannya. Jangankan terlihat, untuk menembus saja akan sulit matahari terlihat ditempat itu. Bagaimana tidak, pepohonan disekitaran Objek Wisata Mata Air Fotunorete terlihat bagai formasi baris berbaris pada upacara paskibraka.

Untuk menghangatkan badan ditempat itu, ada banyak hidangan makanan dan minuman. Mulai dari bakso, mie siram, pop mie, sampai pada minuman yang bisa menghangatkan seperti teh, kopi, dan saraba.
Ada puluhan kios yang menyuguhkan makanan dan minuman dengan motif kios yang beragam dengan pernak pernik yang bisa dipakai sebagai latar untuk berfoto.
Tidak sampai disitu, disamping wisata mata air itu terdapat makam mantan Bupati Muna ketiga, Laode Rasyid yang menjabat pada tahun 1965-1970 juga merupakan kakak dari mantan Gubernur Sultra ketujuh, Laode Kaimoeddin, juga terdapat makam dari raja Muna terakhir, Laode Dika dengan gelar Kimasigino dan permaisurinya Waode Ndimadha dengan gelar Omputorimbi.

Begitu komplitnya wisata mata air itu, mulai dari keindahan alamnya, kejernihan airnya, pepohonan yang tumbuh subur sampai pada makam yang bisa disebut sebagai pahlawan daerah. Sangat tepat untuk dikunjungi bagi masyarakat Muna yang ingin menghabiskan waktu liburannya.
Kata salah satu warga yang berada dilokasi permandian itu, Laode Ishak mengatakan, jika kebanyakan orang menyebut belum injak Makassar kalau belum ke Pantai Losari, belum injak Baubau kalau belum mengunjungi Keraton, maka pantas jika disebut belum ke Muna kalau belum rasa dinginnya air di permandian Fotuno Rete.
“Jangan sebut pernah ke Muna kalau belum rasa airnya Wakumoro,” ucap Laode Ishak.
Reporter: Ahmad Sadikin
Editor : Arlink

Komentar

News Update