oleh

Mahasiswa Protes Kenaikan Harga BBM

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Sultra, Senin (16/7/2018).
Massa aksi menyoal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi per tanggal 1 Juli 2018. Mereka menilai, kenaikan harga secara diam-diam ini dianggap sebagai pembohongan. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi sebelumnnya.
“Fakta membuktikan bahwa Presiden Jokowi telah menaikkan harga BBM sebanyak 12 kali selama 4 tahun ini,” ungkap koordinator aksi, Azril.
KAMMI mengecam sikap pemerintah yang menaikkan harga BBM non subsidi dan mendesak pemerintah agar bisa menjamin ketersediaan BBM non subsidi di setiap SPBU sampai di pelosok daerah terpencil.
Pihaknya menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk memenuhi janjinya pada saat kampanye untuk tidak menaikkan harga BBM.
“Kami menyesalkan sikap presiden Jokowi yang tidak tampil saat pengumuman kenaikan BBM dan malah sibuk melakukan pencitraan politik. Kami menuntut pemerintah untuk segera bertindak agar harga kebutuhan pokok kembali stabil dan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar,” beber Azril.
KAMMI meminta wakil rakyat yang ada di DPRD Sultra menyampaikan tuntutan mereka kepada Presiden Jokowi.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sultra, Suwandi Andi, saat menerima massa aksi di ruang rapat DPRD mengatakan, kenaikan BBM ini dipengaruhi kurs mata uang rupiah dan sesuai mekanisme pasar. Namun, pihaknya akan menyampaikan tuntutan ini kepada presiden.
“Kami akan menyampaikan aspirasi rakyat Sultra kepada presiden. Karena kami juga tidak sepakat dengan kenaikan BBM ini,” tegasnya.
Seperti diketahui, pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi per tanggal 1 Juli 2018. Pertamax naik dari Rp8.900 menjadi Rp9.700 perliter, Dexlite dari Rp8.250 menjadi Rp9.200 perliter, Pertalite Rp8.000, Dex Rp10.750, Solar non subsidi Rp8.150, dan minyak tanah non subsidi Rp11.660
Reporter: Fadli Aksar
Editor: Rani

Komentar

News Update