KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Loka Rehabilitas Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari, menyalurkan program Dukungan Lanjut Usia (DK-LU), bagi Lansia yang memiliki kegiatan kewirausahaan.

Menurut Kepala LRSLU Minaula Kendari, Syamsuddin, penerima program DK-LU ini, diberikan khusus kepada Lansia yang mempunyai usaha.

Dikatakannya, sejak disalurkan program DK-LU tersebut, para Lansia sangat terbantukan. Salah satunya Yondeng (84) asal Bombana, yang kesehariannya adalah pengrajin kain perca.

“Sebelumnya beliau hanya membuat keset dan tidak menentu karena kesulitan dalam membeli bahan baku,” kata dia, Minggu (26/1/2020).

“Namun setelah mendapatkan program DK-LU dari Minaula, beliau mampu membuat kerajinan tersebut secara rutin, melalui arahan dari pendamping LKS,” sambungnya.

Baca Juga  1.905 CPNS Pemprov Sultra, Lulus Verifikasi Berkas

BACA JUGA :

Terbantunya Yondeng mendapat sokongan biaya melalui program DK-LU, membuat Yondeng kian aktif membuat kerjinan. Bukan hanya keset, namun juga dia mampu mengembangkan dengan membuat bantal dan guling.

Guling hasil kerajinan Yondeng (84) yang siap dipasarkan. Foto: Dok. LRSLU Minaula Kendari.

Harga keset yang dia jual pun bervariasi, mulai harga mulai dari harga Rp15.000 sampai Rp20.000. Sementara bantal dan guling, dia pasang tarif mulai dari harga, Rp40.000 hingga Rp60.000.

Baca Juga  Loka Minaula Beri Penguatan Bagi Keluarga Lansia

“Dalam seminggu beliau mendapatkan keuntungan sekitar Rp400.000,” ungkap Syamsuddin.

Tambah Syamsuddin, Yondeng mengaku dirinya sangat terbantu bantuan dari LRSLU Minaula Kendari, melalui program DK-LU.

“Beliau nyaman dengan menggeluti usaha ini, sebab kerajinan ini telah sudah menjadi hobi beliau sejak kecil,” katanya.

“Beliaupun berpesan kepada anak cucu dan mantunya, umur yang menua bukan alasan ataupun penghalang untuk tetap beraktivitas. Selama fisiknya masih mampu, beliau akan dengan senang hati menggeluti usaha ini,” tukasnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Dahlan

Beri Tanggapan Anda !

SANGANT MENARIK
0
MENARIK
0
TIDAK MENARIK
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Ekobis