KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari, mengunjungi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari, Kamis (13/2/2020).

Kunjungan kerja Komisi II, terkait laporan buruknya pelayanan distribusi air bersih kepada pelanggan di masyarakat, mulai dari berbau, berbusa, dan keruh.

Kunker yang dipimpin Ketua Komisi II, Andi Sulolipu, juga untuk melihat langsung yang menjadi kendala PDAM selama ini dalam melayani distribusi air bersih kepada masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kendari, Apriliani Puspitawati, turun menyaksikan kondisi instalasi air bersih yang dilaporkan bermasalah.

Pantauan politisi PDIP Kota Kendari ini menyebutkan bahwa kondisi pelayanan air PDAM memang bermasalah, tempatnya tidak terawat, dan banyak fasilitas yang sudah tak berfungsi.

“Belum lagi masalah jaringan pipa. Pipa-pipa yang dipasang sejak tahun 70-an sudah banyak kendala, ada kebocoran dibeberapa titik dan juga banyak kotoran di pipa-pipa tersebut,” ungkap Apriliani, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga  Soal Sablon Karung Sembako, Ali Mazi: Jangan Mencaci Maki Seperti Anak Kecil

Tambah Putri Indonesia 2015 asal Sultra itu, dari sumber airnya sebenarnya sudah dilakukan penyaringan, bersih bahkan bisa langsung diminum.

Hanya saja, saat disalurkan melewati jaringan pipa-pipa yg sudah bermasalah, sehingga sampai di konsumen tak lagi jernih, justru banyak masalah yang ada. Apalagi saat musim hujam tiba, terikut dengan lumpurnya.

“Kedepan PDAM harus bisa membenahi jaringan secara keseluruhan, dan tim yg dibentuk dalam rangka memaksimalkan pelayanan agar lebih aktif bergerak mencarikan solusi walau tanpa ada laporan dari konsumen,” tambahnya.

BACA JUGA :

Pada kesempatan itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin mengakui, fasilitas instalasi yang dimiliki seperti pipa penyaluran air sudah berusia tua, akhirnya sering mengalami kebocoran di mana-mana.

Ditambah lagi, lumpur dalam pipa air yang membuat penyaluran menghasilkan air yang keruh ke pelanggan masyarakat.

“Memang soal air keruh dan kadang-kadang berbau jadi kendala yang tidak pernah lepas,” kata Daming.

Kata Damin, pihaknya beberapa kali mengusulkan penggantian peralatan ke pemeritah, namun belum juga ada tanggapan.

“Kami PDAM hanya operator. Penentu kebijakan ada di pemerintah dan kita sudah usulkan itu,” ungkapnya.

Komisi II berharap agar kendala PDAM tak berlarut-larut, ada tawaran solusi ke PDAM ada pelibatan pihak ke tiga dalam pengelolaan air bersih supaya tidak terjadi lagi kendala di masyarakat.

Reporter: M1
Editor: Haikal

Beri Tanggapan Anda !

SANGANT MENARIK
0
MENARIK
0
TIDAK MENARIK
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *