Kesehatan

Okra, Murah Kaya Manfaat bagi Tubuh

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA. COM – Okra atau kopi gandu bagi masyarakat dikenal sebagai sayuran pelengkap menu makanan nasi dan lauk pauk.

Sayuran dengan bahasa latin Abelmoschus Esculentus ini, mudah didapatkan di pasar-pasar, harganya pun sangat terjangkau.

Di Pasar Andonuhu Kota Kendari, kopi gandu banyak diminati konsumen. Harganya kini hanya sekitar Rp 2.500 per ikat.

Kata Anita salah satu pedagang di Pasar Andonohu, sayur kopi gandu sempat juga mahal saat musibah banjir melanda di Sultra, harga sempat melonjak sampai Rp 5000 perikat.

Baca Juga : Dari Segelas Kopi, Coffe Shop di Kendari Tawarkan Inspirasi dan Sejuta Cerita Warga +62

Saat ini, pasokan kopi gandu cukup tersedia di pasaran, pedagang mayoritas mengambil pasokannya dari Pasar Baruga dengan sentra petaninya berasal dari wilayah Konawe Selatan.

“Kalau kopi gandu cukup tersedia, murah lagi, pembelinya banyak,” kata Anita, Pedagang Pasar Andonohu, Selasa (6/7/2019).

Okra atau kopi gandu berasal dari Asia Tenggara. Namun lebih populer di India, Afrika Barat, dan Brasil. Para pekebun di Indonesia, mulai menanam Okra sejak 1877.

Kopi gandu selain mudah didapatkan, ternyata banyak khasiat dan manfaat, yaitu serat unggul yang ditemukan dalam Okra, membantu menstabilkan gula darah dengan membatasi tingkat gula yang diserap dari saluran usus.

Okra juga digunakan untuk penyembuhan bisul dan menjaga lentur sendi. 

Baca Juga : Ratusan Ribu Benih Kopi Robusta telah Dikembangkan di Sultra

Manfaat berikutnya, Okra berperan mengatasi radang paru-paru, sakit tenggorokan, dan iritasi usus besar. Protein dan minyak yang terkandung dalam benih-benih Okra berfungsi sebagai sumber pertama kadar protein nabati.

Okra adalah sayuran yang ideal untuk menurunkan berat badan. Protein dan minyak yang terkandung dalam benih-benih Okra berfungsi sebagai sumber pertama kadar protein nabati. Protein dan minyak yang terkandung dalam benih-benih Okra berfungsi sebagai sumber pertama kadar protein nabati.

 

Reporter: M8
Editor: Dahlan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.