Owner Travelina Indonesia saat diiamankan di Polsek Angata. Foto: istimewa.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Keluarga korban penelantaran jemaah umrah menggeruduk kediaman rumah istri owner Travelina Indonesia di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sejumlah perwakilan keluarga jemaah yang menjadi korban dugaan penelantaran bergerak cepat melakukan pengamanan mandiri terhadap owner agen perjalanan umrah dan haji tersebut.
Langkah tersebut diambil lantaran pihak keluarga merasa khawatir, owner Travelina Indonesia akan melarikan diri, dan lepas dari tanggung jawab setelah puluhan jemaah terlunta-lunta tanpa kepastian di Madinah.
Salah satu perwakilan keluarga korban, Masjan Priyadi (di berita sebelumnya disebut rekan owner travel umrah) menegaskan, dirinya bukanlah rekannya. Justru ia dan keluarga korban lainnya mengambil inisiatif mencari owner Travelina Indonesia.
Para keluarga korban kemudian mendapat informasi bahwa owner Travelina Indonesia sedang melangsungkan pernikahan di Desa Sandey, lalu mereka bergegas menuju di rumah pesta.
“Saya bersama keluarga korban lainnya datang ke rumah pesta, takutnya owner ini melarikan diri,” katanya, Senin (16/2/2026).
Tak sampai di situ, keluarga korban lalu membawa owner Travelina Indonesia ke Polsek Angata, guna diamankan terlebih dahulu, untuk menghindari amukan massa.
“Intinya, kita cuman mau amankan supaya tidak kabur, karena tidak mungkin kita mau jagai di pesta, apalagi dia bukan orang sini,” tukasnya. (bds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan
This website uses cookies.