Metro Kendari

Peringati HANI 2026, BNN Kendari Fokus Lindungi Anak dan Remaja dari Ancaman Narkoba

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari menegaskan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang diikuti secara daring di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Kamis (23/7/2026).

Kepala BNN Kota Kendari, Isamuddin, mengatakan upaya pencegahan dan rehabilitasi terus diperkuat seiring masih ditemukannya penyalahgunaan narkoba di berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan usia produktif.

Berdasarkan data BNN Kota Kendari, hingga Juli 2026 terdapat 67 orang yang menjalani proses rehabilitasi.

Rinciannya, 51 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan, enam orang menjalani rehabilitasi rawat inap, serta 10 orang masuk daftar tunggu.

“Dari jumlah tersebut, tiga orang merupakan anak-anak, sedangkan kelompok usia yang paling banyak menjalani rehabilitasi berada pada rentang 20 hingga 30 tahun,” katanya.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 100 orang telah menjalani rehabilitasi di BNN Kota Kendari.

Isamuddin menegaskan  perlindungan terhadap anak-anak dan remaja menjadi fokus utama BNN, karena mereka merupakan generasi yang akan mengisi bonus demografi dan menjadi tulang punggung pembangunan nasional pada 2045.

“Fokus kami adalah melindungi anak-anak dan remaja. Mereka merupakan generasi yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pemberantasan penyalahgunaan narkoba menjadi syarat mutlak agar generasi penerus tidak kehilangan masa depannya,” ujar Isamuddin.

Menurutnya, fenomena penyalahgunaan narkoba masih menyerupai gunung es, di mana kasus yang terungkap diyakini hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan individu yang telah teridentifikasi akan mendapatkan pendampingan dan layanan rehabilitasi.

Namun, masih banyak penyalahguna narkoba yang belum terjangkau karena berbagai alasan, termasuk rasa takut untuk melapor ataupun belum adanya dukungan dari keluarga.

“Kasus yang terlihat hanya sebagian kecil. Kemungkinan masih banyak penyalahguna yang belum terungkap karena belum berani melapor atau belum dilaporkan oleh keluarganya. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan tidak ragu memanfaatkan layanan rehabilitasi,” katanya.

Untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, BNN Kota Kendari terus menggencarkan langkah preventif melalui edukasi di lingkungan pendidikan.

Program sosialisasi menyasar pelajar mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, termasuk saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Hingga pertengahan 2026, lebih dari 6.000 siswa di Kota Kendari telah mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Program tersebut akan terus diperluas agar semakin banyak pelajar memperoleh pemahaman sejak dini,” terangnya.

Selain menyasar lingkungan sekolah, BNN Kota Kendari juga menargetkan edukasi kepada 100 ribu masyarakat sepanjang tahun 2026.

“Edukasi dilakukan melalui kegiatan tatap muka maupun pemanfaatan berbagai platform media sosial agar informasi mengenai bahaya narkoba dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.

Melalui momentum HANI 2026, BNN Kota Kendari berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Upaya tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. (kjs)

Facebook Komentar
DetikSultra

This website uses cookies.