Konawe Kepulauan

Pertamina Hadirkan SPBU Satu Harga di Wawonii Tenggara Konkep

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Salah satu program pemerintah dalam pemerataan energi yakni menyeragamkan harga jual resmi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah pelosok Indonesia.

Pemerataan harga BBM sebesar Rp6.450 per liter untuk jenis premium atau bensin dan Rp5.150 per liter untuk solar. Program ini dikenal dengan Program BBM Satu Harga.

Untuk 2021 ini, PT Pertamina (Persero) Tbk memberikan dua kuota pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari dua lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga hadir di Kabupaten Konkep, satu diantaranya di Desa Teporoko, Kecamatan Wawonii Tenggara.

Investor yang ditunjuk oleh PT Pertamina yakni PT Tenri Pulau Wawonii (TPW) selaku pemilik SPBU Kompak bernomor 76.933.18 telah melakukan proses pembangunan fisik SPBU.

Direktur PT Tenri Pulau Wawonii, Ady Faisal Prawidya menyatakan pembangunan SPBU tersebut sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu yang diawali dengan penentuan lokasi SPBU.

Saat ini tahapannya sudah memasuki penanaman tangki timbun sebanyak tiga unit serta pengadaan dispenser SPBU sesuai standar operasional prosedur (SOP) Pertamina.

“Untuk proses penanaman tangki timbun itu sudah ditangani langsung kontraktor, vendor dari pihak Pertamina langsung,” kata dia, saat dihubungi Detiksultra.com, Jumat (26/3/2021).

Ditanya soal progres pembagunan fisik SPBU miliknya, lanjut lelaki yang kerap disapa Bang Ical ini menyebutkan kurang lebih sudah mencapai 40 persen.

Untuk target penyelesaian pembangunan SPBU, Ical bilang, pihaknya tidak dapat memastikan, yang jelas bisa lebih cepat dan bisa lebih lambat.

Sebab menurut dia, dalam proses pembangunan ini banyak faktor x yang mempengaruhi. Mulai dari aspek cuaca, kemudian aspek material yang juga dianggap menjadi salah satu faktor yang dapat mengambat proses pembangunan SPBU itu.

“Semua material diambil di Kendari. Lalu dikirim melalui kapal feri di Pelabuhan Wawonii menuju Pelabuhan Langara. Tiba di Langara akses darat lagi menuju Wawonii Tenggara tidak mudah. Intinya progres saya terus berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ical menerangkan, saat ini Pertamina memberikan kebijakan untuk menjual sementara BBM, sambil menunggu penyelesaian pembangunan fisik SPBU miliknya.

Untuk sementara waktu, Pertamina memberi kuota percobaan sebanyak 55 kiloliter (Kl). BBM jenis premium sebanyak 45 Kl dan BBM jenis solar 15 Kl.

Harga per liternya untuk BBM subsidi jenis premium Rp6.450 dan BBM jenis solar Rp5.150.

“Saat ini baru dua jenis BBM yang kami jual,” terang Ical.

Dia menambahkan, selain menyediakan  BBM subsidi, pihaknya berencana akan mengembangkan dan menyediakan BBM nonsubsidi seperti pertamax, dexlite, dan pertalite.

“Agar kebutuhan energi khususnya BBM di Konkep dapat terpenuhi dan dapat membantu kelancaran kegiatan perekonomian masyarakat Wawonii dan pemerintah dalam pembangunan daerah ke depannya,” tukasnya.

Reporter: Sunarto
Editor: J. Saki

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button