Metro Kendari

EO STQH Nasional XXVIII di Kendari Beri Klarifikasi Soal Polemik Maskot

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Polemik maskot Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII 2025 yang dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya dijawab oleh Event Organizer (EO) dari PT Argo Pesona Indonesia.

General Manager (GM) PT Argo Pesona Indonesia, Galih menjelaskan, bahwa pihaknya memang bertanggungjawab atas semua pembuatan desain grafis STQH Nasional XXVIII tahun ini, berdasarkan kontrak kerja dan panduan dari pemberi kerja yakni Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

“Disini kita mau sedikit klarifikasi, kami selaku EO atau penyedia jasa hanya mengerjakan secara teknis apa yang ada di dalam Rincian Anggaran Belanja (RAB). Kami secara umum hanya mengerjakan desain grafisnya, baik permintaan konsepnya, pembuatan hingga revisinya,” katanya kepada awak media, Jumat (10/10/2025).

Mengenai desain grafis maskot yang dipolemikkan hari ini, ia membeberkan bahwa maskot tersebut dibuat oleh mereka berdasarkan permintaan dari pihak penyelenggara.

Yang mana, dalam poses pembuatan maskot awalnya hanya menggambarkan hewan. Kemudian ada permintaan dan revisi dari pihak panitia untuk menambahkan buku tanpa identitas, hingga dibuatlah yang baru, dan kemudian menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Memang betul, semuanya berjenjang ya, awal pembuatan maskot, bisa dicek di google atau media sosial, ada itu maskot yang tidak memegang benda apapun, polos saja hanya memakai baju muslim, itulah awalnya. Kemudian direvisi, revisi menjadi yang diprotes. Intinya meminta revisi panitia,” tegasnya.

Ia menegaskan, dalam setiap pelaksanaan progres event STQH ini, pihaknya tidak pernah mengambil keputusan sendiri tanpa persetujuan dari tuan rumah dalam hal ini pihak Pemprov Sultra.

“Jangankan masalah gambar maskot ini, pindahkan kursi saja tanpa persetujuan panitia kami tidak berani. Jadi kami tegaskan, kami bekerja tidak asal jalan, tapi banyak koordinasi terutama dalam hal mengambil keputusan. Tugas kami hanya secara teknis mulai desain grafis kegiatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga, GM PT Argo Pesona Indonesia menyampaikan, bahwa ini bukan dalam rangka menyudutkan siapapun. Akan tetapi dirinya hanya ingin menerangkan terkait maskot yang berujung pada protes.

“Di sini, kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kekeliruan ini. Kami meminta juga agar seluruh masyarakat Sultra mendukung, dan ikut menyukseskan STQH 2025 ini, dan mudah-mudahan banyak memberi dampak positif,” tukasnya. (bds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.