Metro Kendari

Desa Siaga Stunting di Koltim Jadi Gebrakan untuk Menurunkan Angka Persentase

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), sebagai salah satu program dan kegiatan inovatif dalam rangka memperluas jangkauan program quick win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (kemendukbangga)/BKKBN yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting/genting, telah membentuk “Desa/Kelurahan Siaga Stunting”, di semua desa/kelurahan di Kabupaten Koltim.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PPKB Kolaka Timur, Jumaeda, disela-sela penyajian materinya selaku narasumber pada kegiatan Fasilitasi Pembimbingan, Pengembangan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Aula Kantor Kecamatan Loea, Koltim.

Kegiatan tersebut digelar langsung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Sultra.

Kepala DP3APPKB Sultra, Zanuriah, dalam sambutan dan penyajian materinya mendukung upaya apapun yang dilakukan oleh DPPKB Kabupaten/Kota dalam rangka menurunkan angka stunting di daerah masing-masing.

“Terpenting intinya adalah menurunkan angka stunting. Silahkan para kadis PPKB lakukan inovasi sesuai kondisi dan kemampuan daerah masing-masing,” tegas Zanuriah yang sebelumnya sebagai Kepala BKD Sultra itu.

Saat ini di Koltim terdapat 133 desa/kelurahan. Tentunya program ini bakal menjadi gebrakan tersendiri dalam upaya penurunan angka stunting di wilayah yang dulunya merupakan wilayah Kabupaten Kolaka ini.

Dengan program tersebut diharapkan sekua kepala desa/lurah dapat ambil bagian dalam meenggerakkan masyarakat agar turut serta menurunkan angka stunting.

Adapun dalam kegiatan Fasilitasi Pembimbingan, Pengembangan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tersebut, Kepala DP3APPKB Sultra juga menggandeng Mustakim, dari Perwakilan BKKBN Sultra.

Mustakim sebagai narasumber yang berkaitan dengan Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang konsep 1000 HPK sebagai salah satu konsep yang “wajib” disebarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya keluarga risiko stunting.

Dua pemateri lainnya adalah Kepala Dinas PPKB dan salah satu pejabat fungsional dari Dinas Kesehatan Koltim.

Kegiatan dialaksanakan secara panel dengan moderator Sekretaris Camat Loea, Ketut Somo.

Warga Loea sebanyak 90-an terdiri dari para kader , ibu hamil, ibu menyusui dan pemilik baduta hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut. (kjs)

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.